Postingan

Review Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer

Gambar
Pada suatu hari tahun 2000, Pramoedya Ananta Toer berangkat ke Jepang untuk menerima "The Fukuoka Asian Culture Prize" ke-11. Penghargaan untuk orang yang telah memberikan sumbangan besar bagi ilmu pengetahuan, seni, dan budaya Asia.   Kunjungan ke Jepang itulah yang menyebabkan Pramoedya teringat pada naskah Perawan Remaja yang ia selesaikan pada 14 Juni 1979 di Pulau Buru. Naskah itu kemudian direstorasi dan diketik ulang sampai terbit sebuah buku berjudul Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (2001). Buku tentang kisah nyata perawan-perawan remaja Indonesia yang dijadikan budak seks ( Jugun Ianfu ) oleh pasukan militer Jepang pada masa pendudukan Jepang periode Maret 1942-Agustus 1945. Pramoedya menguak kebiadaban militer Jepang terhadap ratusan perawan remaja yang tak mengerti apa-apa, dari kesaksian beberapa tapol, wawancara dengan korban dan keluarga, serta penelusuran puluhan korban yang menetap di Pulau Buru jauh setelah Jepang menyerah pada 1945. Dengan geti...

Hari Minggu Tak Lagi Sama, Baggio

Gambar
Kemarin Rabu 18 Februari 2027, timeline kanal informasi di media sosial memberitakan mantan pesepak bola Italia Roberto Baggio merayakan ulang tahun ke-59. Tanti auguri a Roberto. Ingat Baggio otomatis pikiran langsung terbayang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, nyaris 32 tahun silam. Itu Piala Dunia pertama kali saya menonton secara intens.   Baggio adalah protagonista Italia paling dikenang. Baggio memainkan Piala Dunia yang luar biasa, membawa Italia ke final dengan gol-gol penentu melawan Nigeria, Spanyol, dan Bulgaria.  Pada pertandingan final melawan Brasil di Rose Bowl Pasadena, Los Angeles, untuk pertama kali juara dunia harus ditentukan melalui adu penalti. Dan seperti sejarah telah tercatat, tendangan penalti Baggio melambung tinggi di atas gawang Claudio Taffarel, memastikan kekalahan menyakitkan Italia. Ia menunduk meratapi nasib buruknya, foto yang ikonik dengan titel  "the man who died standing" Saya turut patah hati bersama Baggio dan Gli Azzu...

Perjalanan Seru ke Wawondula Luwu Timur

Gambar
Saya sejak lahir, bertumbuh kembang, sekolah, dan bekerja di kota, selalu merasa senang manakala ada kesempatan untuk sejenak menepi menikmati suasana alam pedesaan yang sejuk dan masih asri. Tak ada macet, tak ada bising, tak banyak memantau notifikasi ponsel, dan tak ada ketergesa-gesaan.  Begitu ada cuti long weekend selama lima hari, kami memutuskan melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman Vera, istri saya, di Desa Wawondula Sorowako, Luwu Timur.  Kabupaten Luwu Timur wilayah terjauh di Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan juga Sulawesi Tenggara. Kami berangkat malam pada pukul 20.00. Setelah Makassar yang padat, melintasi Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare, Wajo, Luwu, Palopo, dan Luwu Utara. Rutenya sangat panjang, 630 kilometer, ini pengalaman terjauh saya menyetir mobil, menyusuri jalanan yang seolah tak berujung di keheningan malam. Saya ingat singgah berkali-kali. Makan malam di Pangkep pukul 21, ngopi di warung tenda Anab...

Leave the World Behind: Tanda Akhir Dunia

Gambar
Leave the World Behind  (2023)  film yang diproduksi Netflix disutradarai dan ditulis oleh Sam Esmail, adaptasi dari novel Rumaan Alam. Film tentang "kiamat", tentang apa yang kita pikir yang akan mengakhiri dunia. Julia Roberts dan Ethan Hawke berperan sebagai Amanda dan Clay Sandford. Amanda bekerja sebagai eksekutif periklanan, sedangkan Clay, suaminya, profesor studi bahasa Inggris dan menulis kolom untuk New York Times. Pasangan ini memiliki dua anak remaja, Archie dan Rose. Keluarga bahagia dari Brooklyn Heights, New York. Keluarga mereka pergi berlibur di sebuah rumah-villa di kawasan terpencil Long Island. Mereka mengistilahkan Island sebagai tempat yang sempurna untuk “meninggalkan dunia". Mereka berenang di villa, berjemur di pantai, minum kopi Starbucks sambil bekerja online atau sekadar santai menonton televisi bersama. Pada suatu malam dan terjadi pemadaman listrik di seantero kota, seroang ayah dan anak perempuan berkulit hitam, GH Washinton (Mahershala Al...

Home Sweet Loan: Impian Rumah Kelas Menengah

Gambar
Home Sweet Loan  (2024) adalah film drama keluarga yang disutradarai Sabrina Rochele Kalangi dan ditulis oleh Widya Arifianti dari adaptasi dari novel karya Amira Bastari berjudul sama. Mengisahkan perempuan muda bernama Kaluna (diperankan Yunita Siregar), yang bekerja kantoran di Jakarta dengan gaji bulanan sekitar 6 juta. Untuk menambah penghasilan ia berkerja free lance sebagai model lipstik. Kaluna masih tinggal bersama ayah dan ibu di rumah klasik sederhana warisan kakeknya. Tinggal juga dua kakaknya Kanendra (Ariyo Wahab) dan Kamala (Ayu Shita). Kanendra dan Kamala sudah menikah dan memiliki satu anak. Jadi rumah tersebut dihuni sembilan orang dari tiga  kepala keluarga. Kita bisa tandai dari ada tiga kulkas yang ada di dapur rumah tersebut, berdekatan dengan meja makan yang hanya ada empat kursi. Di rumah itulah pusat konflik bercampur dari semua tokoh. Sementara dua keluarga kakaknya yang hidup "seenaknya", Kaluna dan ibunya yang bertanggung jawab dalam rumah terseb...