Postingan

Drama Adu Penalti Piala Dunia

Gambar
Laga terakhir babak 16 besar antara Kolombia melawan Swiss di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, kembali harus ditentukan melalui adu penalti.    Swiss berhasil menang pada adu penalti yang keenam di Piala Dunia 2026 sejauh ini, yang akan memasuki babak 8 besar. Menjadikan turnamen ini dengan duel adu penalti terbanyak dan itu wajar karena baru pada Piala Dunia 2026 ini memperkenalkan babak 32 besar (16 games  ) di fase gugur. Kekalahan melalui adu penalti sangat menyakitkan. Kita sudah sering menyaksikan pemain bercucuran air mata karena kalah adu penalti yang dianggap terlalu kejam untuk menentukan kegagalan dalam turnamen seperti Piala Dunia. Adu penalti jelas tidak menggambarkan potensi sebuah tim sebenarnya. Sejak pertama kali dilaksanakan pada pertandingan Piala Dunia 1982 antara Jerman melawan Perancis di semifinal, adu penalti menjadi sesuatu yang rumit, sulit dijelaskan, dan banyak drama. Sempat ada wacana untuk menghapus adu penalti, namun sampai kini tak ada ...

Kisah Tanjung Verde Melawan Juara Dunia

Gambar
Tidak ada yang bisa menceritakan kisah sehebat seperti sepak bola di panggung Piala Dunia. Kita membahas Tanjung Verde.  Siapa mereka? Sebagian besar dari kita hampir tidak pernah mendengar negara ini satu bulan yang lalu. Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat laut Afrika ini merdeka dari koloni Portugal pada tahun 1975. Memiliki penduduk  hanya 550.000 jiwa, menjadikannya salah satu negara terkecil yang bermain di Piala Dunia. Tanjung Verde "Hiu Biru" diasuh Pedro Leitao Brito, yang dikenal sebagai Bubista.  Mereka lolos kualifikasi mengugguli tim Kamerun yang langganan lolos ke Piala Dunia. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang solid dan terorganisir.  Hanya segelintir yang mengetahui skuad yang solid ini telah bersama selama hampir setengah dekade.  Mereka datang ke Amerika Utara sebagai  Peringkat 69 FIFA, dengan memboyong pemain-pemain diaspora terutama dari Rotterdam Belanda, daripada pemain dari ibu  kota Tanjung Verde, Pr...

Belanda Kehilangan Identitas "Total Football"

Gambar
Penampilan Belanda selalu dinantikan di setiap turnamen Piala Dunia dan Piala Eropa. Semuanya bermula pada tahun 1974. Pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat, Belanda yang diarsiteki Rinus Michels dan dipimpin Johan Cryuff menampilkan permainan sepakbola super agresif yang sangat memukau penggemar sepakbola. Sayang di pertandingan final entah bagaimana mereka bisa kalah dari Jerman Barat dengan skor 1-2. Taktik yang kemudian terkenal dengan total football tersebut membawa The Orange melibas lawan-lawan kuat dengan permainan aktraktif yang tidak pernah dimainkan sebelumnya. Total football tak hanya menekankan soal kemenangan, tapi juga cara meraihnya. Cruyff tak ingin menang dengan cara biasa-biasa saja, melainkan ingin kemenangan dengan gaya bermain indah dan menghibur. Ia tak ingin menghianati penonton. Hal paling revolusioner dari pendekatan Cruyff adalah tak lagi mengandalkan pemain dengan postur tinggi dan kuat, tapi anak-anak muda dengan kecerdikan, teknik, dan kemampuan untu...

Jerman Bukan Lagi Jerman yang Dulu

Gambar
Kejutan besar pertama di Piala Dunia 2026 tercipta ketika Jerman tersingkir lebih awal, di babak 32 besar setelah dikalahkan Paraguay melalui drama adu penalti 3-4 (1-1). Bertanding di Stadion Gillete, Foxborough, Boston, AS, Jerman yang dilatih pelatih muda Julian Nagelsmann menurunkan format 4-2-3-1, dengan striker tunggal Kay Harvetz di depan Leroy Sane, Deniz Undav, dan Florian Writz.  Adapun Gustavo Alfaro pelatih Paraguay memilih pos 4-5-1 yang cenderung defensif.  Jerman memang mengendalikan permainan di babak pertama, tetapi tetap tidak efektif mendobrak pertahanan ketat Paraguay yang dikomandoi Gustavo Gomes di depan kiper Orlandi Gill. Jerman kesulitan menciptakan peluang bagus. Sesaat sebelum jeda justru Der Panser dikejutkan dengan gol yang pemain sayap Paraguay, Julio Ensico. Bermula dari sepak pojok yang dihalau pertahanan Jerman namun bola dapat direbut Miguel Almiron dan menoper ke Matias Galarza. Dengan bagus Galarza  mengirim umpan silang ke area penal...

Jepang Patah Hati Lagi di Texas

Gambar
Saya merasa pertandingan Jepang melawan Brasil akan menjadi pertandingan paling menarik di  Round of 32 karena banyak alasan. Brasil adalah negara tradisi sepakbola yang kuat dengan kehebatan individu pemain kelas dunia seperti Vinicius Jr, Neymar, Casemiro, Marquinos, yang baru pertama kali dilatih pelatih non Brasil, yakni Carlo Ancelotti dari Italia. Mereka berpeluang menjadi juara Piala Dunia untuk keenam kali. Sementara Jepang menegaskan dirinya sebagai tim terkuat di Asia dan telah selevel dengan para raksasa sepakbola dunia. Skuad Jepang kali ini dianggap sebagai skuad terkuat sepanjang masa, meski mereka kehilangan beberapa pilar. Mereka sangat fasih bermain tiki-taka untuk menembus pertahanan terkuat sekalipun.  Jepang menunjukkan ketahanan yang sama beberapa hari lalu, ketika mereka dua kali tertinggal dari Belanda dan dua kali pula berhasil menyamakan kedudukan. Mereka tak terkalahkan di turnamen ini. Jika pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia pada 2006, Bras...