Postingan

Na Willa: Masa Kanak-kanak yang Dirindukan

Gambar
Sepertinya sudah menjadi tradisi, libur lebaran diisi pergi ke bioskop nonton bareng film keluarga. Setelah tahun lalu film Jumbo yang meledak, lebaran kali ini kita dihibur film berjudul Na Willa , yang juga dibuat sutradara Ryan Adriandhy dan rumah produksi Vinisinema. Na Willa didaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaidiamo yang belum saya baca. Film ini berkisah kehidupan Na Willa (diperankan Luisa Adreena) anak perempuan 5 tahun, bersama keluarga dan kawan-kawannya di Gang Krembangan Surabaya pada akhir 1960-an. Bapak Willa bernama Paul (Junior Liem), ia bekerja sebagai pelaut yang selalu berlayar berbulan-bulan meninggalkan rumah. Saking lamanya Willa sempat lupa wajah Pak ketika pulang. Jadilah Willa dalam pengasuhan penuh mama Marie (Irma Novita Rihi). Di rumah mereka juga tinggal mbok (Mbok Tun) yang sangat pandai memasak. Keseharian Willa juga menyenangkan karena punya tiga sahabat. Ada Farida (Freya Mikhaila) yang cadel, Dul (Azami Syauqi) yang paling jago segala pe...

Betapa Mahal Harga Kegagalan Berkomunikasi

Gambar
Jadi kita tidak punya pilihan. Kita harus berbicara dengan orang tak dikenal, terutama dalam dunia modern kita yang tak terbatas. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang tidak tahu cara berbicara dengan orang tak dikenal? Bisa sampai kematian seseorang, seperti tragedi Sandra Bland dan banyak korban dalam kisah-kisah yang didokumentasikan dan dituturka oleh Malcom Gladwell, dalam buku  Talking to Strangers: What We Should Know About the People We Don't Know. Gladwell membuka dan menutup bukunya dengan contoh kesalahpahaman skala kecil yang memiliki konsekuensi tragis. Pada Juli 2015, Sandra Bland, seorang perempuan muda Afrika-Amerika, ditilang oleh seorang polisi bernama Brian Encinia di dekat kampus Texas, karena Sandra mengemudi tidak menyalakan lampu sen ketika berganti lajur. Lantas terjadi pembicaraan intens dan semakin agresif, menciptakan bara pemusuhan bagi mereka. Sang polisi menyuruh Sandra mematikan rokok yang ia sulut di dalam mobilnya sendiri. Encinia juga lepas kontro...

Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Gambar
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat  dalah karya Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA. Guru Besar Sosiologi Fisipol UGM, yang pertama kali diterbitkan pada November 1998, sesaat setelah Indonesia menjalani reformasi. Buku ini menyoroti tiga dasawarsa terakhir rezim Soeharto yang mengklaim sebagai "Bapak Pembangunan". Ironisnya pembangunan yang berlangsung panjang tidak menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Rezim Soeharto dinilai berlaku tidak adil, dan tentu saja tidak demokratis. Sunyoto menyusun bukunya dalam empat bagian. Pertama, tranformasi sosial dan pemberdayaan masyarkat. Kedua, problem masyarakat modern. Ketiga, Islam dan perubahan sosial. Keempat, modernisasi dan masalah lingkungan hidup. Dari empat bagian besar tersebut diulas 25 isu penting, dari globalisasi, masyarakat desa, demokrasi, integrasi nasional, permasalahan perkotaan, nilai-nilai Islam dalam sosial politik, hingga lingkungan hidup berkelanjutan. Sesuatu yang baru dan terbuka untuk...

Let Them: Biarkan Mereka dan Biarkan Aku

Gambar
Mel Robbins adalah penulis dan podcaster populer, menulis  The Let Them Theori, buku yang m embimbing kita mengaplikasikan "Biarkan Mereka..." dan "Biarkan Aku...". Dua kata sederhana sebagai cara ampuh menghadapi hidup yang penuh tekanan, kelelahan mental, dan banyak menimbulkan stress. Mel sebenarnya bukan  ahli kesehatan mental, tapi ia menulis penuh dengan penelitian ahli, bukti, dan kisah-kisah menarik tentang cara  melindungi waktu dan energi kita yang berharga, serta berfokus pada apa yang benar-benar berarti untuk dijalani. Buku ini dibuka dengan kisah pribadi Mel dan keluarga yang bangkit dari keterpurukan. Ia awalnya tak mengerti cara memulai kembali, sampai ia teringat acara hitung mundur peluncuran roket NASA: 5-4-3-2-1. Sejak itu setiap yang akan dilakukan Mel semua dihitung mundur. "Aturan 5 Detik" ia rasakan punya kekuatan magis, membantunya  menghadapi ketakutan, keraguan, atau kebiasaan menunda. Jika sudah mengatakan 5-4-3-2-1, maka tak a...

Marty Supreme: Drama Petenis Meja Amerika

Gambar
Film ini dibuka pada suatu hari tahun 1952 di toko sepatu pinggiran New York yang sesak dan berantakan. Pegawai toko bernama Marty Mauser (diperankan Thimotee Chalamet), anak muda Yahudi, kurus, kacamata intelek, dan berkumis tipis. Ia kedatangan Rachel (Odessa A'zion), teman kecil sekaligus tetangganya yang sudah bersuami. Rachel berpura-pura menjadi pelanggan yang ingin mengambil sepatu, dan Marty pun membawa Rachel ke gudang dan mereka berhubungan seks kilat penuh gairah. Selanjutnya kredit film bergulir dengan grafik sekumpulan sperma yang menyerang sel telur,  diiring lagu Forever Young  dari Alphaville. Pengantar film klasik yang sungguh memikat. Marty sangat terobesi pada olahraga tenis meja. Dia melakukan segala cara untuk pergi ke London, ikut pertandingan tenis meja mewakili Amerika Serikat yang tidak menganggap pingpong sebagai sport . Federasi tenis meja AS hanya berjumlah dua orang dan tak punya kantor. Marty tidak serius bekerja di toko sepatu milik pamannya, Mu...