Postingan

Masjid Syuhada Kotabaru (21)

Gambar
Pada Selasa malam 21 Juli 2026 menjelang adzan salat Isya berkumandang di Jogja, saya sampai di kawasan Kotabaru, Jogja. Saya sudah berniat salat berjamaah di Masjid Syuhada yang berlokasi di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Di jalur pinggiran Kali Code. Kotabaru tidak seramai kawasan lain di kota Jogja, memang seperti demkian sejak lama, karena kawasan ini bukan jalan-jalan yang padat kendaraan lalu lintas meski berjalan lebar. Suasananya selalu bersih, tenang, dan adem. Rumah-rumah asri dengan pekarangan luas dinaungi pohon-pohon rindang, berderetan di Kotabaru. Aura hening jalan I Dewa Nyoman semakin terasa karena ada dua rumah ibadah berdiri megah saling berhadapan, yakni Gereja Katolik Santo Antonius dan Masjid Syuhada. Malam itu saya mencari spot yang paling pas untuk melihat seluruh bangunan Masjid Syuhada yang mencolok dengan kubah besar bergaya Persia. Cukup lama saya memaknai dan meresapi momen sentimental ini. Saya terharu pada kenangan saat pertama kali salat di masjid in...

Cerita dari Pasar Legi Kotagede (20)

Gambar
Ketika kawasan-kawasan di Jogja semakin modern. Kotagede berusaha tetap otentik. Saya pernah tinggal di Kotagede, ketika sekolah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang terletak di Jalan Mondorakan No. 51. Hampir setiap hari Minggu saya mengisi liburan pergi ke kawasan Pasar Legi Kotagede yang hanya berjarak 500 meter dari tempat kos saya di Gang Prenggan Mondorakan, berjalan kaki 10 menit sudah sampai. Hal pertama saya lakukan adalah menelpon ibu dan ayah di Makassar dari warung telepon (wartel) di Kantor Pos Kotagede, yang menurut perhitungan saya tarifnya lebih murah dibandingkan wartel di sekitarnya. Beberapa kali juga saya mengirim surat pakai perangko di Kantor Pos tersebut.  "Sekitar dua minggu kemungkinan suratnya tiba, mas ", ujar petugas loket, menjawab pertanyaan klasik pengirim surat. Urusan di kantor pos selesai, saya hanya menyeberang jalan menuju warung kecil yang menjual nasi rames. Saya lupa nama ibu penjual, tapi saya suka sekali makan di warung ini, paket nas...

Suatu Pagi di Mandala Krida (19)

Gambar
Pada hari Selasa 21 Juli 2026 pagi, untuk pertama kali saya bangun pagi setelah istirahat penuh tidur selama delapan jam yang berkualitas, karena tidak lagi terputus untuk menonton Piala Dunia. Tubuh jadi segar bugar, pikiran lebih jernih, dan suasana hati lebih baik. Membuat saya semakin bersemangat untuk berolahraga. Pagi itu mengendarai Honda Scoopy saya berangkat menuju Stadion Mandala Krida di kawasan Semaki. Saya tiba di kompleks Mandala Krida pada pukul 7.45 WIB, pengunjung umum masuk melalui pintu timur di Jalan Gondosuli. Area belakang tersebut juga digunakan sebagai lahan parkir dan tempat para pedagang berjualan. Ramai sekali pagi itu, meski bukan akhir pekan . Sambil jogging tiga putaran (2,4 kilometer), saya melihat ada yang senam, bersepeda, siswa sekolah pelajaran penjaskes, atau anak-anak bermain-main di area terbuka.  Dalam kompleks tersebut terdapat  gym , Garuda Store yang menjual merchandise resmi PSIM dan timnas. Di bagian selatan terdapat lapangan kera...

Ada Apa di ArtJog (18)

Gambar
Artjog diselenggarakan sejak tahun 2008 ketika masih menjadi bagian dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), diprakarsai seniman Heri Pamad. Pada tahun 2009 berpisah dari FKY dan menjadi independen. Menyusul pada tahun 2010 ditetapkannya nama baru ArtJog. Baru di Artjog 2026 untuk pertama kalinya saya datang menghadiri festival dan pameran seni rupa kontemporer yang diadakan tahunan dan berskala internasional ini. Banyak yang mengatakan event Artjog adalah “Lebaran Seni”, semakin menegaskan identitas Yogyakarta sebagai kota ekosistem seni yang kuat dan kreatif. Artjog 2026 digelar pada 19 Juni sampai 30 Agustus di Jogja National Museum (JNM) Blok di Pakuncen, Wirobrajan. Tepatnya di sebelah timur SMA 1 Teladan Yogyakarta. Sore itu pada Senin 20 Juli 2026, saya sudah sampai di JNM Block pukul 15.00 WIB, usai makan siang menu soto ayam dan minum teh panas di angkringan sudut Wirobrajan. Cuaca panas tiba-tiba berganti adem ketika memasuki kawasan JNM yang memiliki halaman luas yang asri d...

Kenangan di Prawirotaman (17)

Gambar
Jika sudah di Jogja saya selalu ingat sentimental journey dalam kisah novel  Yogya Yogya (2020) karya Herry Gendut Janarto. Seraya bercerita Herry mengingatkan kembali pada pembaca tempat-tempat klasik di Jogja, baik yang masih bertahan ataupun yang telah berganti fungsi. Oleh karena itu pulang ke Jogja pada kesempatan ini, saya ingin kembali menengok sebanyak mungkin tempat-tempat yang pernah familiar ketika saya tinggal di sini selama 10 tahun (1997-2008). Usai KA Bima tiba dari Jakarta pada Minggu 19 Juli 2026 pada pukul 23.30 WIB, driver Grab menjemput saya di Jalan Pasar Kembang, sebelah selatan Stasiun Tugu, kami menuju penginapan di Jalan Parangtritis Prawirotaman.   Perjalanan sejauh empat kilometer itu lancar di jalan yang lebih sepi dari biasanya. Saya ngobrol-ngobrol santai dengan mas Grab .  "Sejak tadi sepi, mas. Orang-orang pada bersiap nobar final",   kata mas Grab menyampaikan info terkini.  “Waktu musim liburan sangat ramai dan ma...