Postingan

Ritual Memulai Hari di Kuching: Menyesap Kopi Opium (4)

Gambar
Pada Jumat 24 April 2026 kami memulai hari di Kuching dengan ngopi di Kedai Hiap Yak Tea Shop yang legendaris. Konon ngopi di Hiap semacam ritual banyak warga setempat dan pelancong memulai harinya. Saya penasaran untuk mencobanya. Kami pun meluncur diantar Gita. Menjelang pukul 7.00. Saya, Adi, dan Gita, sudah tiba di kedai yang terletak di Lorong Kai Joo. Lokasinya strategis, kami mengaksesnya dari India Street Pedestrian Mall yang terhubung dengan China Town. Berjalan kaki di Lorong Kai menghadirkan suasana nostalgia, diapit ruko-ruko tua, tembok warna-warni dengan beberapa mural, dan barisan lampion di atasnya, di suatu pagi yang belum sibuk oleh aktivitas perdagangan di suatu kota tua. Hiap Yak Tea menempati ruang yang tak begitu luas, mungkin hanya ada 5-6 set meja. Benar-benar kedai klasik seontentik-ontentiknya suatu ruangan, dari ubin kuno, ornamen, meja, kursi, lampion, jam dinding kipas angin plafon, lukisan, lemari kaca, pigura, hingga foto hitam putih. Di dinding t...

Berkunjung ke Kuching Sarawak (3)

Gambar
Sebelumnya jauh dari rencana dan keinginan bahwa saya akan berkunjung ke Kuching, Sarawak, Malaysia. Dibandingkan Kuala Lumpur, kota Kuching bagi banyak orang kurang dikenal, saya bahkan tidak tahu jika ibu saya tidak datang berobat ke sini. Tapi suatu waktu selama tiga hari dua malam (23-25 April 2026) saya bersama keluarga di sini, ibu kota Malaysia bagian Sarawak di Pulau Borneo. Di waktu yang sangat singkat di selah-selah mengantar ibu berobat, saya menjelajahi kota ini sejauh yang saya bisa.  Malaysia adalah federasi yang terdiri dari 13 negara bagian ditambah ibu kota federal Kuala Lumpur dan Wilayah Federal Labuan dan Putrajaya.  Secara historis, Sarawak merupakan provinsi Kesultanan Brunei hingga kedatangan "Raja James Brooke", yang memerintah selama satu abad.  Saat itulah Sarawak menjadi entitas politik yang terpisah. P ada tahun 1963  bergabung dengan Malaysia sebagai bagian dari negara merdeka.  Meskipun Sarawak dan Sabah berada di daratan yang terpi...

Menyusuri Borneo Jalur Pontianak ke Kuching (2)

Gambar
Kamis 23 April 2026 pukul 04.00 WIB, sebelum adzan subuh berkumandang,  kami enam orang keluarga (ibu, ayah, saya, Uci, Adi, dan Humairah)  berangkat dari rumah "Paris" Pontianak menuju Kuching, Malaysia. Kalimantan Barat memang berbatasan langsung dengan Malaysia Sarawak di Pulau Borneo yang sangat luas.  Rute Pontianak- Kuching via Entikong berjarak sekitar 330 km, dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 7 hingga 9 jam.  Untuk perjalanan rute jauh ini kami merental mobil Toyota Innova Reborn berwarna abu-abu yang dikendarai  driver Gita Wardana, pemuda asal Sambas.  Walaupun masih mengantuk usai menonton bola Liga Inggris Manchester City menang atas Burnley 1-0, saya tetap antusias menikmati perjalanan yang bisa dibilang langka dan tentu akan merasakan pengalaman baru yang seru. Saat keluar dari kota Pontianak dan memasuki Kabupaten Kubu Raya,  matahari juga belum terbit, kami terus melaju untuk menemukan masjid yang bertepatan dengan waktu salat su...

Selamat Datang di Pontianak Zamrud Khatulistiwa (1)

Gambar
Setiap perjalanan akan menciptakan ceritanya masing-masing. Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman perjalanan ke Pontianak Kalimantan Barat dan ke Khucing Sarawak Malaysia. Tujuan utama adalah mengantar ibu saya berobat sakit retak tulang belakang di rumah sakit di Kuching Malaysia. Ini kedua kalinya ibu dibawa setelah yang pertama pada September 2025 ***** Pada Rabu menjelang siang, 22 April 2026, kami berlima  (ayah, ibu, saya, Uci, dan Humairah) berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar tujuan Pontianak via transit di Balikpapan Kalimantan Timur. Pesawat Airbus A-320 Batik Air nomor ID-6317 yang kami tumpangi takeoff pukul 12.00 dan tiba pukul 13.05 di Sepinggan Balikpapan, kemudian melanjutkan penerbangan selama 1, 5 jam, dan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pada pukul 14.27 WIB. Ada perbedaan satu jam waktu Pontianak dengan Balikpapan dan Makassar. Senang dan bersemangat karena ini kunjungan pertama saya ke Pontianak. Sejak lama saya sudah memikirkan...

Wenger: My Life and Lesson in Red and White

Gambar
Arsene Wenger adalah satu manajer sepak bola paling ikonik dan paling dihormati sepanjang sejarah, ia pemimpin yang inspiratif, inovatif, berwawasan luas, dan berwibawa.  Buku otobiografi Arsene berjudul  My Life in Red and White ( 2020)  menapak tilas hidupnya yang luar biasa.  Kariernya sangat spektakuler, kaya, dan penuh warna.  Wenger dikenal luas sebagai  manajer visioner yang memimpin Arsenal menjadi tim global dengan gaya permainan aktraktif, sekaligus merevolusi sepak bola Inggris.  Bab pembuka dikisahkan masa kecilnya yang cukup mengharukan di Desa Alsace  Duttlenheim Strasbourg, pinggiran Paris Perancis. Desa yang terkenal dengan pandai besi dan petani yang mengendarai kuda.  Wenger kecil terobesi dengan sepak bola. Ia bermain untuk tim desa, dan kemudian tim Strasbourg yang kelak ia pun sebagai pelatih. Waktu kecil ia mengenang menonton dari tv hitam-putih pertandingan final Piala Champions 1960 ketika Real Madrid mengala...