Postingan

Malam Minggu di Braga (13)

Gambar
Rasa-rasanya belum afdal ke Bandung sebelum jalan-jalan ke Braga yang legendaris. Vera dan saya datang pada Sabtu 18 Juli pukul 22.00 WIB setelah menyantap Mie Kocok Mang Dedeng di Jalan Ahmad Dahlan. Jalanan menuju Braga dipenuhi kendaraan yang berjalan merayap. Sulit memarkir mobil, sampai mendapatkan di bahu Jalan Banceuy, tidak jauh dari penjara Banceuy tempat Soekarno ditahan pada 1929. Kami mengawali menyusuri Jalan Asia-Afrika dari Simpang Lima hingga ruas Jalan Otista. Banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang masih dipertahankan dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Yang bisa saya ingat Hotel Savoy Homan, kantor koran Pikiran Rakyat, Kantor Pos, Monumen Pers, Radio Dahlia FM, Gedung Merdeka, Jembatan KAA, Alun-Alun, Gedung BRI, dan Masjid Raya. Jalan Braga berada di sisi timur Jalan Asia Afrika. Bioskop De Majestic, Sarinah Store, kantor Antara, De Braga Hotel, Gedung Denis Bank BJB, termasuk bangunan-bangunan klasik yang berdiri di gerbang Braga. Di segala sisi dan ...

Menyusuri Rute Favorit Jakarta ke Bandung (11)

Gambar
Saya selalu senang pengalaman perjalanan darat lintas kota dan provinsi. Mengendarai mobil Innova Zenix - Q hitam, pinjaman dari kakak yang tinggal di Jalan Pagelarang, Jakarta Timur, Vera dan saya berangkat ke Bandung pada Sabtu 18 Juli 2026 pukul 09.10 WIB. Telat dari jadwal setelah salat subuh, atau selambatnya pukul 07.00 WIB. Perjalanan ini yang kedua kalinya saya menyetir dari Jakarta ke Bandung, setelah yang pertama mengendarai Honda Jazz pada tahun 2016 ketika akan menghadiri pernikahan keluarga di Gedung Biofarma, Pasteur, Bandung. Ketika itu belum ada Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) yang melintasi Jakarta Timur, Bekasi kota, Kabupaten Bekasi, sampai Kabupaten Karawang dari ketinggian. MBZ flyover terpanjang di Indonesia (36 kilometer), dan mempersingkat waktu satu jam karena terhindar lalu lintas krodit di jalur Tol Jakarta-Cikampek. Melintasi MBZ yang lancar jaya ini gratis. Turun dari jalan layang MBZ di KM-47 Cikarang Barat, kita masuk ke Tol Jakarta-Cikam...

Halo GBK People, Salam Olahraga (10)

Gambar
Siapa tidak kenal Gelora Bung Karno (GBK). Kompleks olahraga kelas dunia yang menjadi kebanggaan Indonesia. Pada Jumat 17 Juli 2026 pagi, dari hotel Kartika Candra di Gatot Subroto, saya pergi ke kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dengan menumpang Grab motor, sejauh 7,1 kilometer dan ditempuh 15 menit. Saya tiba pada pukul 7. 45 WIB, agak telat tapi masih lebih oke daripada tidak datang. Saya masuk lewat Pintu 4 dekat Masjid Al Bina, segera berada di area Stadion Utama untuk memulai olahraga dengan mengenakan jersei Basket Celebrities Makassar (BCM). Jogging di GBK membuat saya teringat kenangan pelaksanaan  Asian Games 2018 . Waktu itu setiap hari selama dua pekan, saya menyambangi kompleks GBK untuk menonton games beberapa cabang dan menikmati atmosfer di area  Festival GBK. Jadi sambil mengitari Stadion Utama, saya juga ingin menjelajahi kembali  venue-venue Asian Games  di GBK, terutama yang saya kunjungi delapan tahun silam. Pertama, Hall Basket...

Masjid Istiqlal (9)

Gambar
Dari Lapangan Banteng ke Masjid Istiqlal hanya berjarak 200 meter dan lebih cepat ditempuh dengan berjalan kaki, tiga menit saja. Masuk melalui gerbang Plaza Al-Fattah, salah satu dari tujuh pintu Istoqlal. Plaza ini akses untuk masyarakat umum yang selalu terbuka,  t erletak di sisi Timur yang berhadapan dengan Gereja Katedral.  Setelah melewati gerbang pengunjung menitipkan sepatu di loker di selasar, dan naik satu lantai untuk membasuh wudu. Area wudu sangat luas, bersih, dan nyaman. Setelah itu jamaah berjalan naik satu lantai ke ruang utama. Aura kemegahan Masjid Istiqlal sangat terasa di gedung induk yang sangat megah, luas, menjulang tinggi, dan sarat simbol keislaman dan kebangsaan. Mustahil untuk tidak terpukau dengan arsitektur bangunan mahakarya.  Jamaah melafalkan zikir, sholawat, dan doa sebagai bentuk syukur dan ketakjuban. Saat melaksanakan salat Magrib, saya bergabung di saf keempat dari tujuh saf yang terisi. Imam Besar Masjid Istiqlal dan Menteri A...

Kita Akan Bertemu di Lapangan Banteng (8)

Gambar
Sampai bertemu di Lapangan Banteng. Kalimat tersebut sering diucapkan oleh mereka yang akan membuat janji berjumpa di jantung ibukota. Metafora "Lapangan Banteng" juga terkenal di kalangan pejabat dan jurnalis.  "Jaga terus Lapangan Banteng", kata Sri Mulyani pada suatu waktu,  merujuk kantor Kementerian Keuangan dan Kemenko Ekonomi.  Lapangan Banteng berlokasi di Jalan Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta Pusat.  Sudah ada sejak zaman Belanda. Namanya Waterlooplein atau Lapangan Singa. Pada tahun 1963 Presiden Soekarno membangun Monumen Pembebasan Irian Barat di tengah lapangan untuk mengenang para pejuang Trikora. Patung setinggi 35 meter bertubuh kekar yang dipahat Edhi Sunarso ini adalah ikon Lapangan Banteng. Awalnya  difungsikan sebagai terminal bus sampai pada tahun 1985, berubah fungsi menjadi taman kota. Pada tahun 2018 Lapangan Banteng direvitalisasi. Kawasan seluas 5,2 hektar ini  dibagi menjadi tiga zona. Pertama zona utama, kedua zona olahraga, dan...