Postingan

Waktu Melambat di Taman Menteng (7)

Gambar
Di persimpangan Jalan HOS. Cokroaminoto dengan Jalan Muhammad Yamin, Jakarta Pusat, terhampar ruang terbuka hijau seluas 3,4 hektare yang asri dan rimbun. Ya, itu adalah Taman Menteng yang terkenal. Taman Menteng dibangun pada tahun 1921. Awalnya taman ini adalah Stadion Menteng atau warga menyebut Stadion Persija, kandang klub bola Persija Jakarta. "Macan Kemayoran" berjaya dengan empat kali juara sepak bola perserikatan ketika ber- homebase di Menteng. Pada tahun 2007, pada masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso, Taman Menteng selesai direnovasi dan telah menjadi ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat. Taman Menteng adalah tempat menepi yang asyik, di tengah kesibukan ibukota yang dipenuhi polusi. Beberapa orang pulang kantor mampir di sini sekadar duduk di bangku-bangku taman yang cukup banyak disediakan. Ada yang datang sendiri, berdua, atau berkelompok sekadar melewatkan waktu sore di dekat kolam dengan air pancur. Mengisi energi yang tergerus setelah sepanjang hari b...

Berkunjung ke Taman Ismail Marzuki (6)

Gambar
Pada Kamis 16 Juli 2026 saya telat bangun karena menonton pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina yang mengalahkan Inggris hingga pukul 04.30 WIB.  Setelah check - out dan menitip koper di lobi pada pukul 12.00 WIB, saya memesan Grab dan pergi ke kawasan oldtown Cikini.  Entah kenapa setiap kali ke Jakarta, saya selalu ingin menyusuri area Cikini. Saya ingat pertama kali datang ke Jakarta pada Februari 1998, naik kereta api dari Jogja turun di Stasiun Gambir pada subuh hari, kemudian menumpang bajaj ke rumah keluarga di Jalan Gondangdia Dalam IV Cikini.  Menginap di sana, saya sering berjalan kaki melihat gedung-gedung warisan kolonial di kawasan Jakarta Pusat ini yang memiliki sejarah panjang, dan masih terawat dengan baik. Stasiun Cikini, Kantor Pos Cikini, kafe-kafe klasik seperti Bakoel Coffie, Kedai Tjikini, dan tentu saja Taman Ismail Marzuki (TIM). Usai makan siang menu orek tempe, sayur lodeh, babat gulai, dan bakwan sayur di Warteg Mba Wari di...

Nobar Argentina Vs Inggris di Kantor TVRI (5)

Gambar
Pada Kamis dinihari 16 Juli 2026 pukul 01.00 WIB, saya kembali pergi untuk nobar semifinal Piala Dunia 2026, pertandingan antara Inggris berhadapan dengan Argentina. Dari begitu banyak pilihan tempat nobar di Jakarta, entah kenapa saya memutuskan di GOR Bulungan, Kebayoran Baru.  Sebelum di venue, saya terlebih dahulu ingin makan gultik (gulai tikungan) masakan khas yang banyak dijual di sekitar Kebayoran. Dari Cove saya memesan Grab motor dengan tujuan titik Gultik Block M Tebet Barat. Tapi ketika diturunkan mas driver , warung yang dimaksud tidak ketemu atau mungkin sudah tutup.  Saya lalu memutuskan untuk mengorder lagi Grab, langsung ke titik venue, GOR Bulungan. Ternyata jaraknya cukup jauh, 7,1 kilometer dan ongkosnya 20 ribu rupiah. Saya ya kin banyak kuliner dijual di area nobar.  Sekali lagi saya tidak beruntung, subuh itu GOR Bulungan tidak menggelar nobar, tanpa alasan yang jelas. Kata seorang petugas, baru malam tempat ini absen. Jadi saya memutuskan untuk nob...

Gramedia Jalma Bukan Toko Buku Biasa (4)

Gambar
Kami masih di Blok M . Salah satu alasan saya tertarik datang di kawasan ini karena sekalian bisa berkunjung ke Toko Buku Gramedia Jalma. Terletak di Jalan Melawai I, tepat di sebelah timur Blok M Square. Dari beberapa sumber media saya mendapatkan informasi bahwa Gramedia Jalma itu toko buku bukan sembarang toko buku Gramedia.  Sebagai orang yang sering membeli buku, saya tentu penarasan semenarik apakah Gramedia Jalma? Nama Jalma sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti manusia.  Rabu petang 15 Juli 2026 pada pukul 18.05 WIB saya tiba di Jalma yang merupakan gabungan dari tiga ruko ini. Begitu kita masuk, suasana dan vibes langsung terasa berbeda dari toko buku umumya. Hiruk pikuk kawasan Blok M seketika teredam saat kita berada di Jalma. Pencahayaan ruangan juga dibuat sangat baik. Toko buku ini benar-benar bertransformasi,  mengusung konsep baru sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. D ari hanya toko yang hanya menjual buku menjadi ruang baru yang me...

Jalan-jalan Sore ke Blok M (3)

Gambar
Siapa tak kenal Blok M? K awasan ikonik ibukota di bagian selatan,  yang mengalami masa kejayaan di era 1980-an dan  1990-an.  Gedung Pasaraya, Blok M Plaza, Blok M Square, Jalan Melawai sudah menjadi salah satu kiblat gaya hidup anak muda di masa itu. Banyak istilah-istilah populer tercipta dari komunitas-komunitas yang beraktifitas di sini. Kalau belum ke Blok M, rasanya masih ada yang kurang, belum afdal. Saya mengenal kawasan Blok M setelah menonton film Catatan Si Boy  yang melejitkan nama Onky Alexander dan film  Lupus  karya Hilman Hariwijaya dan diperankan sangat keren oleh Ryan Hidayat.  Atau jika saya mendengar hit Dewa 19 berjudul Selatan Jakarta , maka yang pertama terpikir adalah Blok M.  Sempat mati suri beberapa tahun, terlebih selama pandemi, kawasan Blok M kini bangkit dengan wajah baru dan energi baru, sebagai pusat kuliner. Pamor Blok M kembali bersinar setelah mengalami sejumlah penataan dan revitali...