Postingan

Seporsi Mie Sapi Sebelum Pulang (8)

Gambar
Sebelum meninggalkan Kuching pada Sabtu 25 April 2026 pagi, kami sarapan di  Sepinang Sari Cafe Mie Sapi Hj. Salleh   yang terletak di Jalan Satok tepi flyover.  Ketika kami sampai pukul 7.00. Cafe ini sudah ramai sejak subuh. B anyak warga lokal singgah ngopi dan sarapan di sini setelah sembahyang subuh. Seluruh meja terisi penuh dan kami menunggu 10 menit untuk mendapatkan tempat. Ini termasuk cepat karena biasanya bisa menunggu hingga satu jam. Saya memesan mie sapi (lebih daging). Mie kenyal yang diracik dan ditaburi daging sapi cincang yang direbus. Yang istimewa adalah kuah supnya, tidak begitu banyak, seperti "mie nyemek" tapi dibumbui dengan minyak dan sambal pedas. Umumnya dimakan pakai sendok, walaupun juga disediakan sumpit. Setiap suapan mie di sini akan menyimpan kenangan.  Setelah menyantap mie legendaris ini saya mengorder segelas kopi hitam yang akan menemani perjalanan ke Pontianak,  setidaknya sampai di rest area Sosok sekitar pukul 1...

Salat Jumat di Masjid Negeri Sarawak (7)

Gambar
Saya selalu senang jika bepergian melewati hari Jumat sebagai musafir, itu artinya saya akan mengunjungi masjid raya setempat. Malaysia sebagaimana Indonesia, mayoritas penduduknya muslim (62 persen), sehingga sangat mudah menemukan masjid di sini. Pada Jumat 24 April 2026, kami bertiga, ayah, saya, dan Adi, sepakat "Jumatan" di Masjid Bahagiaan Bandaraya, situs masjid tertua di Sarawak yang menjadi ikon sejarah Islam di pusat kota Kuching. Sejarah Islam di Sarawak sangat erat pengaruh Kesultanan Brunei dan jalur perdagangan laut yang membawa pendakwah dan pedagang dari Arab, India, dan Nusantara. Banyak dari mereka menetap di Kuching dan membangun masjid. Masjid Bahagiaan terletak di Jalan Datuk Ajibah Abol, tak jauh Brooke Dockyard, galangan kapal tertua di Malaysia. Mulai dibangun oleh para pemimpin Melayu pada 1847. Nama resminya Masjid Jamek Negeri Sarawak, penduduk setempat menyebutnya "Masjid Negeri". Jarak dari Norma Medical Specialist Centre (NMSC) ke masji...

Jalan-jalan ke Kota Tua Kuching (6)

Gambar
Melanjutkan kunjungan singkat di kota Kuching Sarawak, pada Jumat sore 24 April 2026 kami main-main ke kota tua.  Persinggahan pertama di Jalan Main Bazaar, salah satu jalan paling terkenal di sini. Jalan yang tepat di tepi selatan Sungai Sarawak. Kawasan Main Bazaar adalah  pusat souvenir dan kerajinan tangan lokal yang banyak diburu untuk membeli oleh-oleh.  Pengunjung bisa menemukan berbagai kerajinan khas seperti ukiran kayu, manik-manik, serta tekstil tenun Sarawak yang indah.  Sekitar 20 menit saya menyusuri trotoar di tepi deretan kota tua yang banyak berdiri gedung-gedung arsitektur kolonial Inggris.  Di ujung jalan Main Bazaar kita menemukan gedung kuno bekas  pengadilan Inggris dengan tiang tinggi dan monumen prasastinya. P engadilan kini berganti fungsi menjadi gedung pusat budaya dan seni yang aktif mementaskan pameran, teater, musik. Di terasnya ada butik dan kafe restoran. Di belakang gedung ini  terdapat  bekas penjara kolonial Kuch...

Hidup Melambat di Taman Persahabatan (5)

Gambar
Kuching dikenal sebagai kota dengan suasana santai dan cocok bagi yang menginginkan slow living . Satu tempat yang paling tepat merasakannya adalah berkunjung ke Taman Persahabatan Malaysia-China. Melanjutkan jelajah di Kuching, menjelang malam pada Jumat 24 April 2026, kami berlima bertandang ke Taman Persahabatan yang terletak di Jalan Song Tabuan Heights. Waktu kami datang taman sudah ramai, mungkin karena sudah masuk weekend . Baru tiba di area parkiran dan belum melewati gerbang Chinese Plaza , saya sudah terpukau dengan suasana sekitarnya. Taman persahabatan ini dibangun pada tahun 2005 di atas lahan seluas 2,8 hektar, untuk merayakan ulang tahun ke-30 hubungan diplomatik antara kedua negara. Nama resminya  Malaysia-China Friendship Park. Taman Persahabatan terbagi dalam dua area, yakni Zona Malaysia dan Zona China, yang memiliki ciri khas masing-masing. Di Zona Malaysia ada patung kucing, Sarawak Fountain , Baruk Pavilion , Hibiscus Garden , dan Malaysia Mural . Adapun...

Ritual Memulai Hari di Kuching: Menyesap Kopi Opium (4)

Gambar
Pada Jumat 24 April 2026 kami memulai hari di Kuching dengan ngopi di Kedai Hiap Yak Tea Shop yang legendaris. Konon ngopi di Hiap semacam ritual banyak warga setempat dan pelancong memulai harinya. Saya penasaran untuk mencobanya. Kami pun meluncur diantar Gita. Menjelang pukul 7.00. Saya, Adi, dan Gita, sudah tiba di kedai yang terletak di Lorong Kai Joo. Lokasinya strategis, kami mengaksesnya dari India Street Pedestrian Mall yang terhubung dengan China Town. Berjalan kaki di Lorong Kai menghadirkan suasana nostalgia, diapit ruko-ruko tua, tembok warna-warni dengan beberapa mural, dan barisan lampion di atasnya, di suatu pagi yang belum sibuk oleh aktivitas perdagangan di suatu kota tua. Hiap Yak Tea menempati ruang yang tak begitu luas, mungkin hanya ada 5-6 set meja. Benar-benar kedai klasik seontentik-ontentiknya suatu ruangan, dari ubin kuno, ornamen, meja, kursi, lampion, jam dinding kipas angin plafon, lukisan, lemari kaca, pigura, hingga foto hitam putih. Di dinding t...