Postingan

Laga Klasik Perempat Final Piala Dunia

Gambar
Setelah menyelesaikan 96 pertandingan selama empat pekan, Piala Dunia 2026 mendapatkan delapan tim terbaik. Tersisa 7 pertandingan penentuan hingga laga final pada Minggu 19 Juli 2026 nanti.  Mulai malam nanti hari Kamis 9 Juli hingga Sabtu 11 Juli 2026, kita akan menyaksikan serunya babak perempat final. Pertandingan pembuka antara Perancis bertemu Maroko di Boston. Menyusul Spanyol versus Belgia di Los Angeles, lalu Norwegia dengan Inggris di Miami, dan terakhir Swiss menantang juara bertahan Argentina di Kansas. **** Babak perempat final Piala Dunia selalu memberikan hiburan, ketegangan, dan klimaks. Babak ini seperti menyimpan misteri, mistis, dan daya magis. Tengoklah kembali sejarah duel Argentina melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986, sampai sekarang lebih heboh dikenang, daripada finalnya sendiri di mana Diego Maradona bersama Argentina mengalahkan Jerman 3-2. Ketika "Dewa" Maradona menghebohkan dunia, saya masih bocah berumur lima tahun, tentu belum meny...

Drama Adu Penalti Piala Dunia

Gambar
Laga terakhir babak 16 besar antara Kolombia melawan Swiss di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada, kembali harus ditentukan melalui adu penalti.    Swiss berhasil menang pada adu penalti yang keenam di Piala Dunia 2026 sejauh ini, yang akan memasuki babak 8 besar. Menjadikan turnamen ini dengan duel adu penalti terbanyak dan itu wajar karena baru pada Piala Dunia 2026 ini memperkenalkan babak 32 besar (16 games  ) di fase gugur. Kekalahan melalui adu penalti sangat menyakitkan. Kita sudah sering menyaksikan pemain bercucuran air mata karena kalah adu penalti yang dianggap terlalu kejam untuk menentukan kegagalan dalam turnamen seperti Piala Dunia. Adu penalti jelas tidak menggambarkan potensi sebuah tim sebenarnya. Sejak pertama kali dilaksanakan pada pertandingan Piala Dunia 1982 antara Jerman melawan Perancis di semifinal, adu penalti menjadi sesuatu yang rumit, sulit dijelaskan, dan banyak drama. Sempat ada wacana untuk menghapus adu penalti, namun sampai kini tak ada ...

Kisah Tanjung Verde Melawan Juara Dunia

Gambar
Tidak ada yang bisa menceritakan kisah sehebat seperti sepak bola di panggung Piala Dunia. Kita membahas Tanjung Verde.  Siapa mereka? Sebagian besar dari kita hampir tidak pernah mendengar negara ini satu bulan yang lalu. Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat laut Afrika ini merdeka dari koloni Portugal pada tahun 1975. Memiliki penduduk  hanya 550.000 jiwa, menjadikannya salah satu negara terkecil yang bermain di Piala Dunia. Tanjung Verde "Hiu Biru" diasuh Pedro Leitao Brito, yang dikenal sebagai Bubista.  Mereka lolos kualifikasi mengugguli tim Kamerun yang langganan lolos ke Piala Dunia. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang solid dan terorganisir.  Hanya segelintir yang mengetahui skuad yang solid ini telah bersama selama hampir setengah dekade.  Mereka datang ke Amerika Utara sebagai  Peringkat 69 FIFA, dengan memboyong pemain-pemain diaspora terutama dari Rotterdam Belanda, daripada pemain dari ibu  kota Tanjung Verde, Pr...

Belanda Kehilangan Identitas "Total Football"

Gambar
Penampilan Belanda selalu dinantikan di setiap turnamen Piala Dunia dan Piala Eropa. Semuanya bermula pada tahun 1974. Pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat, Belanda yang diarsiteki Rinus Michels dan dipimpin Johan Cryuff menampilkan permainan sepakbola super agresif yang sangat memukau penggemar sepakbola. Sayang di pertandingan final entah bagaimana mereka bisa kalah dari Jerman Barat dengan skor 1-2. Taktik yang kemudian terkenal dengan total football tersebut membawa The Orange melibas lawan-lawan kuat dengan permainan aktraktif yang tidak pernah dimainkan sebelumnya. Total football tak hanya menekankan soal kemenangan, tapi juga cara meraihnya. Cruyff tak ingin menang dengan cara biasa-biasa saja, melainkan ingin kemenangan dengan gaya bermain indah dan menghibur. Ia tak ingin menghianati penonton. Hal paling revolusioner dari pendekatan Cruyff adalah tak lagi mengandalkan pemain dengan postur tinggi dan kuat, tapi anak-anak muda dengan kecerdikan, teknik, dan kemampuan untu...