Postingan

Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Gambar
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat  dalah karya Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA. Guru Besar Sosiologi Fisipol UGM, yang pertama kali diterbitkan pada November 1998, sesaat setelah Indonesia menjalani reformasi. Buku ini menyoroti tiga dasawarsa terakhir rezim Soeharto yang mengklaim sebagai "Bapak Pembangunan". Ironisnya pembangunan yang berlangsung panjang tidak menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Rezim Soeharto dinilai berlaku tidak adil, dan tentu saja tidak demokratis. Sunyoto menyusun bukunya dalam empat bagian. Pertama, tranformasi sosial dan pemberdayaan masyarkat. Kedua, problem masyarakat modern. Ketiga, Islam dan perubahan sosial. Keempat, modernisasi dan masalah lingkungan hidup. Dari empat bagian besar tersebut diulas 25 isu penting, dari globalisasi, masyarakat desa, demokrasi, integrasi nasional, permasalahan perkotaan, nilai-nilai Islam dalam sosial politik, hingga lingkungan hidup berkelanjutan. Sesuatu yang baru dan terbuka untuk...

Let Them: Biarkan Mereka dan Biarkan Aku

Gambar
Mel Robbins adalah penulis dan podcaster populer, menulis  The Let Them Theori, buku yang m embimbing kita mengaplikasikan "Biarkan Mereka..." dan "Biarkan Aku...". Dua kata sederhana sebagai cara ampuh menghadapi hidup yang penuh tekanan, kelelahan mental, dan banyak menimbulkan stress. Mel sebenarnya bukan  ahli kesehatan mental, tapi ia menulis penuh dengan penelitian ahli, bukti, dan kisah-kisah menarik tentang cara  melindungi waktu dan energi kita yang berharga, serta berfokus pada apa yang benar-benar berarti untuk dijalani. Buku ini dibuka dengan kisah pribadi Mel dan keluarga yang bangkit dari keterpurukan. Ia awalnya tak mengerti cara memulai kembali, sampai ia teringat acara hitung mundur peluncuran roket NASA: 5-4-3-2-1. Sejak itu setiap yang akan dilakukan Mel semua dihitung mundur. "Aturan 5 Detik" ia rasakan punya kekuatan magis, membantunya  menghadapi ketakutan, keraguan, atau kebiasaan menunda. Jika sudah mengatakan 5-4-3-2-1, maka tak a...

Marty Supreme: Drama Petenis Meja Amerika

Gambar
Film ini dibuka pada suatu hari tahun 1952 di toko sepatu pinggiran New York yang sesak dan berantakan. Pegawai toko bernama Marty Mauser (diperankan Thimotee Chalamet), anak muda Yahudi, kurus, kacamata intelek, dan berkumis tipis. Ia kedatangan Rachel (Odessa A'zion), teman kecil sekaligus tetangganya yang sudah bersuami. Rachel berpura-pura menjadi pelanggan yang ingin mengambil sepatu, dan Marty pun membawa Rachel ke gudang dan mereka berhubungan seks kilat penuh gairah. Selanjutnya kredit film bergulir dengan grafik sekumpulan sperma yang menyerang sel telur,  diiring lagu Forever Young  dari Alphaville. Pengantar film klasik yang sungguh memikat. Marty sangat terobesi pada olahraga tenis meja. Dia melakukan segala cara untuk pergi ke London, ikut pertandingan tenis meja mewakili Amerika Serikat yang tidak menganggap pingpong sebagai sport . Federasi tenis meja AS hanya berjumlah dua orang dan tak punya kantor. Marty tidak serius bekerja di toko sepatu milik pamannya, Mu...

Misbehaving: Terbentuknya Perilaku Ekonomi Sehari-hari

Gambar
Richard Thaler adalah profesor intelektual internasional. Pada 2008 ia bersama Cass Sunstein, menulis buku populer dan sangat laris Nudge . Karyanya pada ilmu ekonomi perilaku telah memengaruhi kebijakan publik di Inggris dan juga di Amerika Serikat. Thaler mengaku orang pemalas, sering menunda-nunda pekerjaan, namun ia telah menghabiskan 40 tahun untuk mempelajari ilmu ekonomi perilaku. Ia bahkan mendirikan dan menjalankan "Tim Wawasan Perilaku" di Downing Street London. Menurut Thaler ekonomi perilaku merupakan ilmu yang tidak suram. Lebih asyik dan menarik daripada ekonomi biasa, menjelajahi cara-cara memadukan dan memodifikasi psikologi dan ekonomi untuk menjelaskan temuan terbaru dalam ekonomi perilaku.  Dalam buku Misbehaving: The Making of Behavioral Economics,  Thaler membuka dengan mengutip ujaran Vilfredo Pareto pada 1906, bahwa dasar-dasar ekonomi politik, dan semua ilmu sosial secara umum, rupanya adalah psikologi. Boleh jadi akan ada ...

Review Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer

Gambar
Pada suatu hari tahun 2000, Pramoedya Ananta Toer berangkat ke Jepang untuk menerima "The Fukuoka Asian Culture Prize" ke-11. Penghargaan untuk orang yang telah memberikan sumbangan besar bagi ilmu pengetahuan, seni, dan budaya Asia.   Kunjungan ke Jepang itulah yang menyebabkan Pramoedya teringat pada naskah Perawan Remaja yang ia selesaikan pada 14 Juni 1979 di Pulau Buru. Naskah itu kemudian direstorasi dan diketik ulang sampai terbit sebuah buku berjudul Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (2001). Buku tentang kisah nyata perawan-perawan remaja Indonesia yang dijadikan budak seks ( Jugun Ianfu ) oleh pasukan militer Jepang pada masa pendudukan Jepang periode Maret 1942-Agustus 1945. Pramoedya menguak kebiadaban militer Jepang terhadap ratusan perawan remaja yang tak mengerti apa-apa, dari kesaksian beberapa tapol, wawancara dengan korban dan keluarga, serta penelusuran puluhan korban yang menetap di Pulau Buru jauh setelah Jepang menyerah pada 1945. Dengan geti...