Postingan

Perjalanan Seru ke Wawondula Luwu Timur

Gambar
Saya sejak lahir, bertumbuh kembang, sekolah, dan bekerja di kota, selalu merasa senang manakala ada kesempatan untuk sejenak menepi menikmati suasana alam pedesaan yang sejuk dan masih asri. Tak ada macet, tak ada bising, tak banyak memantau notifikasi ponsel, dan tak ada ketergesa-gesaan.  Begitu ada cuti long weekend selama lima hari, kami memutuskan melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman Vera, istri saya, di Desa Wawondula Sorowako, Luwu Timur.  Kabupaten Luwu Timur wilayah terjauh di Sulawesi Selatan, berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan juga Sulawesi Tenggara. Kami berangkat malam pada pukul 20.00. Setelah Makassar yang padat, melintasi Maros, Pangkep, Barru, Pare-Pare, Wajo, Luwu, Palopo, dan Luwu Utara. Rutenya sangat panjang, 630 kilometer, ini pengalaman terjauh saya menyetir mobil, menyusuri jalanan yang seolah tak berujung di keheningan malam. Saya ingat singgah berkali-kali. Makan malam di Pangkep pukul 21, ngopi di warung tenda Anab...

Leave the World Behind: Beginilah Akhir Dunia

Gambar
Leave the World Behind  (2023)  film yang diproduksi Netflix disutradarai dan ditulis oleh Sam Esmail, adaptasi dari novel Rumaan Alam. Film tentang "kiamat", tentang apa yang kita pikir yang akan mengakhiri dunia. Julia Roberts dan Ethan Hawke berperan sebagai Amanda dan Clay Sandford. Amanda bekerja sebagai eksekutif periklanan, sedangkan Clay, suaminya, profesor studi bahasa Inggris dan menulis kolom untuk New York Times. Pasangan ini memiliki dua anak remaja, Archie dan Rose. Keluarga bahagia dari Brooklyn Heights, New York. Keluarga mereka pergi berlibur di sebuah rumah-villa di kawasan terpencil Long Island. Mereka mengistilahkan Island sebagai tempat yang sempurna untuk “meninggalkan dunia". Mereka berenang di villa, berjemur di pantai, minum kopi Starbucks sambil bekerja online atau sekadar santai menonton televisi bersama. Pada suatu malam dan terjadi pemadaman listrik di seantero kota, seroang ayah dan anak perempuan berkulit hitam, GH Washinton (Mahershala Al...

Home Sweet Loan: Impian Rumah Kelas Menengah

Gambar
Home Sweet Loan  (2024) adalah film drama keluarga yang disutradarai Sabrina Rochele Kalangi dan ditulis oleh Widya Arifianti dari adaptasi dari novel karya Amira Bastari berjudul sama. Mengisahkan perempuan muda bernama Kaluna (diperankan Yunita Siregar), yang bekerja kantoran di Jakarta dengan gaji bulanan sekitar 6 juta. Untuk menambah penghasilan ia berkerja free lance sebagai model lipstik. Kaluna masih tinggal bersama ayah dan ibu di rumah klasik sederhana warisan kakeknya. Tinggal juga dua kakaknya Kanendra (Ariyo Wahab) dan Kamala (Ayu Shita). Kanendra dan Kamala sudah menikah dan memiliki satu anak. Jadi rumah tersebut dihuni sembilan orang dari tiga  kepala keluarga. Kita bisa tandai dari ada tiga kulkas yang ada di dapur rumah tersebut, berdekatan dengan meja makan yang hanya ada empat kursi. Di rumah itulah pusat konflik bercampur dari semua tokoh. Sementara dua keluarga kakaknya yang hidup "seenaknya", Kaluna dan ibunya yang bertanggung jawab dalam rumah terseb...

Melatih Tubuh dan Otak Mencapai Kesadaran

Gambar
Apa itu politik tubuh? Dari mana datangnya? Buku Memo Tentang Politik Tubuh adalah kumpulan refleksi Bre Redana, mantan wartawan Kompas , yang menjelaskan bahwa tubuh kita bukan sekadar jasad. Bukan seonggok daging semata. Tubuh juga memiliki memori dan memunculkan kecerdasan Bre menyusun buku ini dalam dua bagian. Bagian pertama  Memo tentang Politik Tubuh, berisi catatan hasil latihan  kegiatan silat di Persatian Gerak Bandan (PGB) Bangau Putih di Cisarua, di bawah asuhan Guru Besar Gunawan Rahardja.  Bre adalah murid sekaligus Sekretaris Dewan Guru PGB.  Pada bagian kedua diberi judul  Dari Tubuh Sampai Waktu. Terdiri dari 25 esai kolom Bre di rubrik  Udar Rasa surat kabar Kompas edisi Minggu.  Dari ratusan tulisannya, Bre memilih 25 esai--yang terbit pada 2012 hingga 2014-- yang paling kuat hubungannya dengan tema buku, yaitu politik tubuh.  Isitilah "politik tubuh" di sini bukan seperti politik dalam konteks memperebutkan kekuasaan. Bre ...

Karena Hidup Tidak Seperti Pasar Malam

Gambar
Semalam saya baru menyelesaikan  Bukan Pasar Malam, roman klasik karya Pramoedya Ananta Toer yang pertama kali diterbitkan Balai Pustaka pada 1951. Sudah 75 tahun tapi tetap relevan. Oleh rezim Orde Baru novel ini dilarang edar sejak 1965. Mengisahkan seorang anak revolusi, pekerja Balai Pustaka di Jakarta menerima sepucuk surat dari Blora, kampung halaman, pada suatu hari bulan Desember 1949. Ia diminta pulang karena sang ayahanda sakit keras.  Ayahnya seorang guru, juga pengawas sekolah penuh bakti angkatan Belanda, yang ingin disebut nasionalis dan bukan ulama.  Berbekal uang hutang kawan, sang anak sulung tujuh bersaudara yang dikarakterkan "Aku" bersama istri mudik dengan menumpang kereta api.  Rute sepur itu  diceritakan Pramoedya sebagai perjalanan nostalgia dari stasiun ke stasiun dengan lanskap Jawa yang subur dan permai. Situasi  Gambir, Cakung, Kranji, Tambun, Cikarang, Semarang, Rembang dengan hutan, sawah, hingga k ebun karet terasa begitu nyat...