Postingan

Wenger: My Life and Lesson in Red and White

Gambar
Arsene Wenger adalah satu manajer sepak bola paling ikonik dan paling dihormati sepanjang sejarah, ia pemimpin yang inspiratif, berwawasan luas, inovatif, dan berwibawa.  Buku otobiografi Arsène Wenger , My Life in Red and White ( 2022)  semacam kisah menapak tilas hidupnya yang luar biasa. Ia dikenal luas sebagai  manajer visioner yang memimpin Arsenal menjadi tim global dengan gaya permainan aktraktif, sekaligus merevolosi filosofi industri sepak bola Inggris. Kariernya sangat spektakuler, kaya, dan penuh warna.  Bab-bab pembuka dikisahkan masa kecilnya yang cukup mengharukan di vila Alsace  Duttlenheim Strasbourg. Desa yang terkeal dengan pandai besi dan petani yang mengendarai kuda.  Arsene kecil sudah terobesi dengan sepak bola. Ia bermain untuk tim desa, dan kemudian tim Strasbourg yang kelak ia pun menjadi pelatih. Waktu kecil ia mengenang menonton dari tv hitam-putih pertandingan final Piala Champions 1960 ketika Real Madrid mengalah...

Pertunjukan Spektakuler Bavaria

Gambar
Liga Champions babak gugur selalu menciptakan pertandingan dramatis yang menguras emosi, menghadirkan eforia bagi tim yang menang dan juga sisi kejam bagi yang kalah. Duel klasik Eropa Bayern Munchen dengan Real Madrid pada perempat final leg - 2  di Stadion Fusball Arena Munich, Rabu 15 April 2026 malam tadi, merupakan satu pertandingan sepak bola yang tak terlupakan.  Belum satu menit, dan mungkin baru lima pemain yang menyentuh bola, Real Madrid sudah unggul. Kiper Bayern Manuel Neuer salah mengoper di sisi kanan, bola justru datang ke jalur Arda Guller, yang tak menyia-nyiakan peluang, ia melepaskan tendangan indah dari jarak 30 meter ke gawang yang sudah kosong. 1-0. Bagi tim lain kebobolan cepat seperti itu akan menjatuhkan mental dan semangat, tapi tidak buat Bayern. Mendapatkan corner , Joshua Kimmich mengumpan silang di dekat mistar gawang di keramaian, dan luar biasanya, Aleksandar Pavlovic hanya perlu menyundul bola dengan mudah untuk menyamakan kedudukan dari ...

Pembuktian Terbalik untuk Memberantas Kejahatan Korupsi

Gambar
Saya baru saja menyelesaikan buku berjudul  Argumen Pembalikan Pembuktian, sebagai Metode Prioritas dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang.  Sebuah karya ilmiah yang disadur dari disertasi hukum Suhartoyo di Universitas Jayabaya pada 2014. Saat ini Suhartoyo dipercaya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Persoalan hukum pada era sekarang menekankan pembaruan terhadap substansi hukum yang mengarah kepada pendekatan kemasyarakatan, bukan lagi pada sisi legalistik semata.  Sangat menarik pemikiran dan gagasan yang ditawarkan Suhartoyo, bahwa negara mesti mengubah pendekatan dan implementasi dalam memberantas kejahatan korupsi dan juga pencucian uang.  Kita semua paham bahwa t indak pidana korupsi (TPK) dipandang sebagai kejahatan luar biasa ( extraordinary crime ), dan kejahatan transnasional dan cross border, bahkan kejahatan kemanusiaan ( againts humanity ) Suhartoyo mengutip William J Chamblissn dan Robert B. Sedman menggambar...

Tidak Ada Italia di Piala Dunia

Gambar
Sepak bola Italia dibangun dari tradisi panjang dipadu ambisi besar membuat sepak bola Italia selalu diwarnai rivalitas yang penuh drama, banyak teka-teki, sarat tendensi, dan bahkan mafia. Di sana sepak bola adalah metafora kehidupan, sebuah permainan yang harus dituntut menang apa pun caranya. Setiap pemain memainkan perannya dengan "baik".  Ciri khas paling dikenal dari sepak bola Italia adalah kesederhanaan, yakni konservatif dalam bertahan. Pecinta sepakbola kemudian menyebut Cattenacio . Saya bagian generasi milenial, rasanya sulit meneriman fakta Italia tidak ikut Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun (2018, 2022, dan 2026).  Kita tumbuh dari tayangan Liga Italia di TVRI dan RCTI.  Lega Calcio  kompetisi  terbaik di Eropa kala itu. Kumpulan pemain terhebat dan termahal bersaing di klub Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.  Banyak yang bilang persaingan Seri-A jauh lebih sangar daripada persaingan di kompetisi Eropa. Rivalitas klub sekota AC M...

Na Willa: Masa Kanak-kanak yang Dirindukan

Gambar
Sepertinya sudah menjadi tradisi, libur lebaran diisi pergi ke bioskop nonton bareng film keluarga. Setelah tahun lalu film Jumbo yang meledak, lebaran kali ini kita dihibur film berjudul Na Willa , yang juga dibuat sutradara Ryan Adriandhy dan rumah produksi Vinisinema. Na Willa didaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaidiamo yang belum saya baca. Film ini berkisah kehidupan Na Willa (diperankan Luisa Adreena) anak perempuan 5 tahun, bersama keluarga dan kawan-kawannya di Gang Krembangan Surabaya pada akhir 1960-an. Ayah Willa bernama Paul (Junior Liem) dipanggil Pak, ia bekerja sebagai pelaut yang selalu berlayar berbulan-bulan meninggalkan rumah. Saking lamanya Willa sempat lupa wajah Pak ketika pulang. Jadilah Willa dalam pengasuhan penuh Mak, mama Marie (Irma Novita Rihi). Di rumah mereka juga tinggal mbok (Mbok Tun) yang sangat pandai memasak. Keseharian Willa juga menyenangkan karena punya tiga sahabat. Ada Farida (Freya Mikhaila) yang cadel yang punya 7 kakak, Dul (Aza...