Postingan

Sepuluh Putaran di Lapangan Thor (6)

Gambar
Ada kebiasaan baru saya, menjajal ruang publik yang dilengkapi venue olahraga, dan Lapangan Thor Surabaya sejauh ini yang terbaik. Awalnya saya ingin berolahraga di Tambak Sari, sekaligus menyamban gi Stadion Gelora 10 November,  markas lama klub Persebaya Surabaya.  Menumpang Grab motor dari Midwon Basuki Rahmat, saya tiba pukul 6.35 WIB di Lapangan Mundu, persis depan gerbang utama stadion. Saya langsung teringat pengalaman menonton "Derbi Jawa Timur", Persebaya Surabaya melawan Arema Malang pada Liga Indonesia 2007. Pertandingan sengit diwarnai keributan antarpemain dan teror pada skuad Arema usai hasil imbang 1-1. Sekitar 45 menit saya di Tambak Sari memotret dinamika Kampung Gayam yang berada di sekitar stadion. Kemudian saya memutuskan pindah  venue ke Lapangan Thor, satu kompleks dengan GOR Gelora Pancasila yang bersejarah  di Jalan Patmosusastro, Darmo.  Lapangan tertua di Surabaya, sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Nama "Thor" akronim dari ...

Wajah Baru Kota Lama Surabaya (5)

Gambar
Pada Minggu malam 11 Oktober 2026, usai Vera dan saya berkunjung ke Pakuwon Mall, saya masih melanjutkan city tour  sendirian ke kawasan Kota Lama Surabaya. Dari Midtown Hotel saya singgah terlebih dulu menyantap malam di Sate Klopo Ondomohen Bu Asih di kawasan Genteng, sate yang terkenal dengan ciri khas parutan kelapa dalam bumbu kacang, sangat nikmat. Menjelang pukul 21.00 WIB, saya kembali mengorder Grab untuk mengantar saya ke Kota Lama Surabaya. Jaraknya sekitar 5 kilometer dan ditempuh 15 menit saja di lalu lintas malam yang lancar.  Sepanjang perjalanan saya dapat menyaksikan dan merasakan suasana malam Surabaya dengan gemerlap lampu lampu kota dan taman-taman teduh, kotanya juga  sangat teratur dan rapih. Tidak terasa sudah tiba di titik pengantaran, Jalan Rajawali, yang dulu bernama hereenstrat, kawasan elite   tempat tinggal pejabat kolonial.   Inilah saya di Kota Lama, di jantung Kota Pahlawan.  Waktu itu pukul 21. 20 WIB, tidak begitu ram...

Pengalaman Seru ke ArtSubs (4)

Gambar
Usai menikmati malam mingguan di kawasan  Jalan Tunjungan , pada Sabtu 10 Oktober 2026, Vera dan saya melanjutkan berkunjung ke ArtSub 2026, pameran seni rupa kontemporer terbesar di Surabaya.  Edisi ketiga ini digelar dengan tema Border , Threshold , and Beyond , pada 19 September-8 November 2026.  Kuratornya budayawan senior Nirwan Dewanto, yang m enghadirkan lebih dari 500 karya dari sekitar 120 seniman.  Beragam lukisan, patung, instalasi, fotografi, serta objek-objek baru dipajang secara elegan di ruang-ruang  Balai Pemuda Surabaya, gedung kolonial bergaya indische yang terletak di Jalan Gubernur Suryo Embong Kaliasin.  Kami tiba pada pukul 19.45 WIB, lalu membeli tiket seharga 100 ribu rupiah, dan memulai mengeskplore a rea pameran yang dibagi enam zona, dari ruang utama Balai Pemuda, gedung Dewan Kesenian Surabaya, hingga basement alun-alun. Butuh waktu dua jam untuk menyusuri rutenya yang  penuh kejutan-kejutan menyenangkan setiap berpindah r...

Menikmati Minggu Pagi di CFD Darmo (3)

Gambar
Jika ingin merasakan dan memahami karakter otentik suatu kota, datanglah ke Car Free Day (CFD). Di sana kita bisa merasakan langsung kebiasaan warga lokal, ragam ekspresi, dan sifat kebersamaan. Semua orang bisa berbaur membawa energi positif tanpa memandang status sosial. Pada Minggu 11 Oktober 2026  pukul 6.25 WIB,   Vera dan saya mulai mendatangi  CFD Jalan Raya Darmo.  Matahari sudah sangat tinggi, d i Surabaya matahari terbit sangat cepat, waktu salat Subuh hari itu pada pukul 03.53 WIB. Depan hotel kami menginap merupakan satu area kantong parkir menuju CFD.  Setiap hari Minggu pagi, jalan raya utama dan kawasan pemerintahan ini,  mulai dari depan Masjid Al-Falah hingga persimpangan Dr. Soetomo, dipadati ribuan warga untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati berbagai hiburan.  Rasanya luar biasa merasakan suasana yang kontras di jalan utama Surabaya. Kemarin pada siang dan malam kami melewati ruas jalan ini yang sangat sibuk dan pa...

Malam Minggu di Tunjungan (2)

Gambar
Kalau Bandung punya Braga , Jogja punya Malioboro , maka Surabaya punya Tunjungan. **** Vera dan saya menginap di Grand Swissbell Hotel di Jalan Bintoro kawasan Raya Darmo.  Kami mulai menjelajahi Surabaya pada sore sekitar pukul 15.30 WIB, tujuan pertama adalah makan siang sekaligus makan malam di Sego Sambel Mak Yeye .  Hanya 3 kilometer jaraknya dari hotel dan 10 menit jika naik Grab .  Ketika sampai di warung yang terletak di Jalan Jagir, kawasan Pasar Wonokromo, warung tersebut baru siap-siap buka, kami rupanya pelanggan pertama pada hari penjualan Sabtu 10 Oktober 2026. Ya warung ini melayani pelanggan dari sore hingga malam.  Saya memesan paket sego lele komplit, telur dadar, tempe, kerupuk kaleng, dan es jeruk, sedangkan Vera paket sego ikan pari. Makk nyuss . Usai menyantap dengan lahap menu spesial itu, rasanya kami siap melanjutkan akhir pekan di Surabaya. Menjelang waktu Magrib yang jatuh pada pukul 17.25 WIB, Vera dan saya memilih bermalam mingguan d...