Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perjalanan

Jalan-jalan Malam di Manahan (24)

Gambar
Saya tiba di Stasiun Balapan Solo menjelang azan Magrib pada Kamis 23 Juli 2026. Jika berjalan keluar stasiun, kita akan melewati koridor jendela kaca dan dapat melihat keindahan suasana kota dan kemegahan Masjid Sheihk Zayed, ikon baru Solo. Kesan pertama yang membuat kita akan menyukai kota ini. Jarak Stasiun Balapan ke hotel tempat saya menginap Sans Hotel Fourth Loft, di Jalan M.H Thamrin, Laweyan, sekitar 3,5 kilometer. Mengorder Grab cukup murah (Rp. 21.500), tapi jauh lebih murah tarif KRL yang mengantar saya dari Stasiun Lempuyangan Jogja ke Solo, hanya 8.000 rupiah saja pembayaran e-money. Saya sengaja memilih hotel area Manahan, karena ingin menyambangi Stadion Manahan yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Banjarsari, Surakarta. Sebagai penggemar sepak bola dan penikmat ruang publik seperti stadion, saya sudah me- list Manahan sebagai destinasi wajib jika berkunjung ke Solo. Usai mandi dan salat Magrib, saya bergegas pergi ke kompleks Manahan, yang jaraknya hanya 750 meter. ...

Angkringan Mas Yudi di Nitipuran (23)

Gambar
Penyair Joko Pinurbo menulis satu puisi yang terkenal, bahkan liriknya dimural sebagai spot foto  di Teras Malioboro 1. "Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan" Siapa pun yang pernah tinggal di Jogja bisa merasakan ikatan emosional dan kenangan menyantap makanan sederhana dalam suasana kehangatan di angkringan .  Tak afdal rasanya “pulang” ke Jogja tidak singgah di angkringan.  Suatu siang pada Rabu 22 Juli 2026, setelah berkeliling di kawasan selatan Jogja , saya sampai di Jalan Nitipuran, Ngestiharjo, dan memutuskan berhenti di satu angkringan di tepi jalan untuk makan siang. Angkringan yang sangat tradisional, terdiri dari gerobak tempat menjajakan menu-menu masakan kampung, dan gerobak sekaligus menjadi meja makan. Disedikan dua bangku kayu panjang, dan ditutupi terpal besar berwarna biru. Angkringan seperti ini hanya muat untuk enam pelanggan dalam waktu yang bersamaan. Ketika saya datang pukul 12.50 WIB, ada tiga orang yang sedang makan, dua di antaranya c...

Legenda Alkid dan Gudeg Mbok Lindu (22)

Gambar
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat punya dua Alun-alun. Pertama Alun-alun Utara (Lor), dan yang kedua Alun-alun Selatan (Kidul). Kali ini kita bahas Alun-Alun Kidul yang orang sering sebut "Alkid". Alkid merupakan salah satu ikon Jogja. Bagian dari kawasan "Sumbu Filosofis". Garis yang membentang lurus dari Tugu, Malioboro, dan Keraton, termasuk dua alun-alun. Telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan Warisan Dunia UNESCO. Alkid berlokasi di Jalan Patehan, di dalam benteng Keraton. Lapangan dengan permukaan pasir dan rumput berukuran 150 x 150 meter. Di sisi lapangan terdapat lima akses, yakni Jalan Langenastran Kidul, Jalan Langenastran Lor, Jalan Ngadisuryan, Jalan Patehan Lor, dan Jalan Gading. Kelima jalan tersebut menghubungkan Alkid dengan tempat-tempat terkenal seperti Taman Sari, Pasar Ngasem, Wijilan, hingga Alun-alun Utara. Saya ingat Alkid adalah kawasan yang saya akrabi sewaktu kuliah. Dari sekian rute alternatif perjalanan ke kampus dari kos di Jalan Gla...

Masjid Syuhada Kotabaru (21)

Gambar
Pada Selasa malam 21 Juli 2026 menjelang adzan salat Isya berkumandang di Jogja, saya sampai di kawasan Kotabaru, Jogja. Saya sudah berniat salat berjamaah di Masjid Syuhada yang berlokasi di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Di jalur pinggiran Kali Code. Kotabaru tidak seramai kawasan lain di kota Jogja, memang seperti demkian sejak lama, karena kawasan ini bukan jalan-jalan yang padat kendaraan lalu lintas meski berjalan lebar. Suasananya selalu bersih, tenang, dan adem. Rumah-rumah asri dengan pekarangan luas dinaungi pohon-pohon rindang, berderetan di Kotabaru. Aura hening jalan I Dewa Nyoman semakin terasa karena ada dua rumah ibadah berdiri megah saling berhadapan, yakni Gereja Katolik Santo Antonius dan Masjid Syuhada. Malam itu saya mencari spot yang paling pas untuk melihat seluruh bangunan Masjid Syuhada yang mencolok dengan kubah besar bergaya Persia. Cukup lama saya memaknai dan meresapi momen sentimental ini. Saya terharu pada kenangan saat pertama kali salat di masjid in...

Cerita dari Pasar Legi Kotagede (20)

Gambar
Ketika kawasan-kawasan di Jogja semakin modern. Kotagede berusaha tetap otentik. Saya pernah tinggal di Kotagede, ketika sekolah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang terletak di Jalan Mondorakan No. 51. Hampir setiap hari Minggu saya mengisi liburan pergi ke kawasan Pasar Legi Kotagede yang hanya berjarak 500 meter dari tempat kos saya di Gang Prenggan Mondorakan, berjalan kaki 10 menit sudah sampai. Hal pertama saya lakukan adalah menelpon ibu dan ayah di Makassar dari warung telepon (wartel) di Kantor Pos Kotagede, yang menurut perhitungan saya tarifnya lebih murah dibandingkan wartel di sekitarnya. Beberapa kali juga saya mengirim surat pakai perangko di Kantor Pos tersebut.  "Sekitar dua minggu kemungkinan suratnya tiba, mas ", ujar petugas loket, menjawab pertanyaan klasik pengirim surat. Urusan di kantor pos selesai, saya hanya menyeberang jalan menuju warung kecil yang menjual nasi rames. Saya lupa nama ibu penjual, tapi saya suka sekali makan di warung ini, paket nas...

Suatu Pagi di Mandala Krida (19)

Gambar
Pada hari Selasa 21 Juli 2026 pagi, untuk pertama kali saya bangun pagi setelah istirahat penuh tidur selama delapan jam yang berkualitas, karena tidak lagi terputus untuk menonton Piala Dunia. Tubuh jadi segar bugar, pikiran lebih jernih, dan suasana hati lebih baik. Membuat saya semakin bersemangat untuk berolahraga. Pagi itu mengendarai Honda Scoopy saya berangkat menuju Stadion Mandala Krida di kawasan Semaki. Saya tiba di kompleks Mandala Krida pada pukul 7.45 WIB, pengunjung umum masuk melalui pintu timur di Jalan Gondosuli. Area belakang tersebut juga digunakan sebagai lahan parkir dan tempat para pedagang berjualan. Ramai sekali pagi itu, meski bukan akhir pekan . Sambil jogging tiga putaran (2,4 kilometer), saya melihat ada yang senam, bersepeda, siswa sekolah pelajaran penjaskes, atau anak-anak bermain-main di area terbuka.  Dalam kompleks tersebut terdapat  gym , Garuda Store yang menjual merchandise resmi PSIM dan timnas. Di bagian selatan terdapat lapangan kera...

Kenangan di Prawirotaman (17)

Gambar
Jika sudah di Jogja saya selalu ingat sentimental journey dalam kisah novel  Yogya Yogya (2020) karya Herry Gendut Janarto. Seraya bercerita Herry mengingatkan kembali pada pembaca tempat-tempat klasik di Jogja, baik yang masih bertahan ataupun yang telah berganti fungsi. Oleh karena itu pulang ke Jogja pada kesempatan ini, saya ingin kembali menengok sebanyak mungkin tempat-tempat yang pernah familiar ketika saya tinggal di sini selama 10 tahun (1997-2008). Usai KA Bima tiba dari Jakarta pada Minggu 19 Juli 2026 pada pukul 23.30 WIB, driver Grab menjemput saya di Jalan Pasar Kembang, sebelah selatan Stasiun Tugu, kami menuju penginapan di Jalan Parangtritis Prawirotaman.   Perjalanan sejauh empat kilometer itu lancar di jalan yang lebih sepi dari biasanya. Saya ngobrol-ngobrol santai dengan mas Grab .  "Sejak tadi sepi, mas. Orang-orang pada bersiap nobar final",   kata mas Grab menyampaikan info terkini.  “Waktu musim liburan sangat ramai dan ma...

Kereta Malam Jakarta ke Jogja (16)

Gambar
"....Hampir malam di Jogja ketika keretaku tibaa..." Perjalanan kami di Bandung harus selesai pada Minggu 19 Juli 2026 pukul 11.00 WIB. Setelah menikmati suasana Minggu pagi di Siliwangi, Gasibu, dan Bubur DPR, kami kembali ke hotel, dan berkemas secepat mungkin. Vera dan saya harus segera balik ke Jakarta, karena sorenya Vera akan pulang ke Makassar dengan flight nomor GA-616 pada pukul 17.30 WIB. Sedangkan saya akan melanjutkan perjalanan ke Jogja dengan menumpang KA Bima dari Stasiun Gambir pada pukul 17.00 WIB. Saya hampir ketinggalan kereta. Usai mengantarkan Vera di Terminal 3 Cengkareng pukul 15.00 WIB, saya tegang dalam perjalanan ke Gambir, dengan berganti-ganti moda transportasi, pertama Skytrai n antarterminal, pindah kereta Bandara-Kota, dan lanjut Grab ke Stasiun. Baru tiba di Gambir pada pukul 16.45 WIB. Saya buru-buru ke Lt. 2, mencari tahu di jalur berapa kereta melaju.  "Keretanya sudah siap, 10 menit lagi berangkat", kata petugas di peron. Saya ...

Gasibu dan Bubur Bawah Pohon (15)

Gambar
Usai dari Stadion Siliwangi , saya melanjutkan olahraga di Lapangan Gasibu pada Minggu 19 Juli 2026 yang hanya berjarak 1,5 kilometer. Lapangan Gasibu lokasinya sangat strategis di Jalan Pangeran Diponegoro, berada persis di halaman depan Gedung Sate yang ikonik. Dulunya bagian dari gedung kolonial Belanda. Saat saya datang gerbang Gedung Sate sedang direnovasi sehingga halaman tidak dapat diakses. Saya tiba pukul 8.05 WIB, dan menyaksikan betapa ramainya Gasibu dikunjungi ribuan orang. Dari anak-anak sampai lansia, dari yang sendiri, berdua, berkelompok, atau bersama keluarga. Mereka datang sejak lapangan dibuka pada pukul 6.00 WIB. Saya menyempatkan jogging tiga putaran menjajal trek yang permukaannya dilapisi karpet sintesis yang enak ditapaki. Lintasan ini mengelilingi lapangan rumput yang terawat baik. Di beberapa tempat saya berhenti sejenak untuk mengambil foto merekam suasana Gasibu. Ada yang bermain bola, senam, bulutangkis, atau bermain-main bersama anak-anak. Gasibu dilengka...

Legenda Stadion Siliwangi (14)

Gambar
Sebagai penggemar sepak bola, saya selalu bersemangat datang ke stadion suatu kota. Jika tidak ada pertandingan, sekadar olahraga di stadion juga cukup menyenangkan. Bagi saya stadion itu ruang publik terbesar yang bisa menyatukan warganya untuk merasakan emosi yang sama. Salah satu klub yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter luas di Indonesia adalah Persib Bandung. Klub kebanggaan Bandung dan Jawa Barat memiliki fans yang terkenal disebut "bobotoh".  Persib sudah 10 kali menjuarai kompetisi tertinggi di Indonesia (5 kali Liga Perserikatan dan 5 kali Liga Indonesia), termasuk mengukir hatrick musim 2024, 2025, dan 2026. Jika kita berbicara Persib Bandung, kita tidak akan bisa memisahkannya dengan Stadion Siliwangi. Stadion tua yang bersejarah dengan masa-masa kejayaan dan tempat lahirnya legenda-legenda Persib, yakni Adjat Sudrajat, Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, sampai Sutino Lamso. Persib dengan Siliwangi ibarat satu paket yang sulit dibantah, meskipun Persib kini ...

Malam Minggu di Braga (13)

Gambar
Rasa-rasanya belum afdal ke Bandung sebelum jalan-jalan ke Braga yang legendaris. Vera dan saya datang pada Sabtu 18 Juli pukul 22.00 WIB setelah menyantap Mie Kocok Mang Dedeng di Jalan Ahmad Dahlan. Jalanan menuju Braga dipenuhi kendaraan yang berjalan merayap. Sulit memarkir mobil, sampai mendapatkan di bahu Jalan Banceuy, tidak jauh dari penjara Banceuy tempat Soekarno ditahan pada 1929. Kami mengawali menyusuri Jalan Asia-Afrika dari Simpang Lima hingga ruas Jalan Otista. Banyak bangunan bersejarah peninggalan kolonial yang masih dipertahankan dan ditetapkan sebagai cagar budaya. Yang bisa saya ingat Hotel Savoy Homan, kantor koran Pikiran Rakyat, Kantor Pos, Monumen Pers, Radio Dahlia FM, Gedung Merdeka, Jembatan KAA, Alun-Alun, Gedung BRI, dan Masjid Raya. Jalan Braga berada di sisi timur Jalan Asia Afrika. Bioskop De Majestic, Sarinah Store, kantor Antara, De Braga Hotel, Gedung Denis Bank BJB, termasuk bangunan-bangunan klasik yang berdiri di gerbang Braga. Di segala sisi dan ...