Postingan

Menampilkan postingan dengan label Joker

Setelah Menonton Joker

Gambar
Film Joker , di Indonesia tayang perdana pada 2 Oktober 2019  telah menjadi perdebatan sengit. Tidak hanya di media sosial, media utama pun terbelah. Jarang sekali ada perbedaan tajam sinopsis film antara majalah Tempo (edisi 7-13 Oktober 2019) dan surat kabar Kompas (6 Oktober 2019). Barangkali bergantung pada selera dan pendekatannya. Leila S Chudori dari Tempo , tanpa basa-basi memuji tinggi Joker sebagai film berkelas, paling relevan tahun 2019. Sebaliknya Nawa Tunggal dan Sarie Febriane dari Kompas , berhati-hati, lebih konservatif, dan cenderung menggugat. Kompas mengutip Washington Post , bahwa Joker adalah film paling provokatif dan memecah belah. Masyarakat Amerika Serikat masih dilanda trauma, khawatir penayangan Joker akan membangkitkan memori beberapa penembakan massal yang sering terjadi di negeri "Paman Sam" satu dasawarsa terakhir. Mereka menggugat karakter Joker diglorifikasi dan memberi inspirasi orang dengan tekanan mental melakukan teror di kehidupan...