Dinasti Politik Atas Nama Demokrasi
Pengujung tahun 2020 merupakan momen pesta demokrasi, termasuk di Sulawesi Selatan. Akan berlangsung nyaris serentak di beberapa Kabupaten/Kota untuk mencari pemimpin pengganti Bupati atau Walikota yang tidak dapat mencalonkan lagi karena masa jabatan yang telah dua periode. Para suksesor yang digadang-gadang untuk mengisi posisi-posisi strategis tersebut memang telah lama muncul di media-media lokal kemudian terjun ke masyarakat konstituen untuk mensosialisasikan dirinya masing-masing, kalau tidak ingin dikatakan aksi mereka sebagai pencitraan. Hal yang lumrah dalam dinamika politik. Mereka dengan percaya diri telah mengaklamasikan siap untuk maju dan mewakafkan dirinya sebagai bentuk pengabdian yang tulus. Itu oke. Ada fenomena menarik melihat mereka yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah tersebut, ternyata merupakan orang dekat secara langsung dengan Bupati petahana. Berpotensi mensuburkan politik kerabat atau dinasti politik. Tidak harus anak kandu...