Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kompas

Koran Kompas 80 Tahun Indonesia Merdeka

Gambar
Koran Kompas edisi khusus 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, mengantar kita kembali menelusuri perjalanan bangsa Indonesia dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan melalui lensa jurnalisme yang jernih, reflektif, bermakna, dan menguggah. Bukan sekadar koran, edisi spesial ini terbit 80 halaman (sesuai ulang tahun RI) penuh sejarah dan reflektif dengan arsip visual yang menarik,  berisi banyak artikel-artikel klasik, baik dari editorial redaksi, maupun yang ditulis oleh para tokoh-tokoh bangsa dari berbagai bidang kehidupan masyararakat,  interview tokoh lintas generasi, serta cerita lembaga dan rakyat yang membentuk wajah Indonesia saat ini. Seperti berdialog dengan sejarah bangsa dan negara Indonesia melalui pemikiran founding fathers : Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka. Menariknya tiga dari keempat tokoh bangsa ini berasal dari Sumatera Barat. Bung Hatta sang proklamator, Tan Malaka sebagai konseptor negara Republik Indonesia; dan Sjahrir ahli dipl...

Koran Kompas Spesial Ulang Tahun ke-60

Gambar
Koran edisi khusus tiba di rumah pada pukul 22.00 tepat pada Sabtu 28 Juni 2025. Koran Edisi Khusus 60 tahun Harian Kompas  mengantar kita menyelami perjalanan Indonesia dan global selama 60 tahun,   melalui lensa jurnalisme Kompas yang menjadi saksi, perekam, sekaligus penunjuk arah selama enam dekade. M ulai dari kebijakan delapan presiden, perjalanan politik dan hukum, prestasi olahraga, perkembangan ekonomi, seni hingga teknologi dari masa ke masa. Edisi ini disajikan dalam 60 halaman,  menampilkan r efleksi editorial tentang peran jurnalisme Kompas dalam berbagai momen penting bangsa; d eretan headline bersejarah yang menggambarkan perubahan Indonesia dari masa ke masa; g aleri foto ikonik yang merekam berbagai peristiwa signifikan selama 60 tahun; i nvestigasi mendalam atas isu-isu strategis yang membentuk arah negara; profil tokoh inspiratif yang menjadi cendekiawan terpilih, s erta sederet sajian lainnya yang dikemas secara komprehensif, interaktif, dan me...

Obituari: Warisan Berharga Jakob Oetama

Gambar
Siapa tak kenal Jakob Oetama? Meskipun saya bukan karyawan Kompas Gramedia. Tak juga pernah bertemu langsung dengan sosoknya yang bersahaja dan sederhana. Namun Jakob Oetama  merupakan guru dan sumber inspirasi bagi banyak orang, termasuk saya secara tak langsung. Saya mengidolakan, mengagumi, dari banyak aspek kehidupan figur Jakob, pendiri (bersama P.K. Ojong) dan pemimpin umum Kompas Gramedia. Saya mulai membaca koran  Kompas  sejak 1989, sedikit-banyak nilai-nilai  Kompas  (Jakob) memengaruhi perjalanan hidup saya. Dari  Kompas  dan buku-bukunya, saya mencoba memahami pemikiran, prinsip, cara pandang, kepribadian, sikap, serta kebijakan Jakob.  Saya mencermati nilai-nilai yang ditanamkan dan disebarkannya, terutama soal kemanusiaan, pendidikan, kebudayaan, dan kecintaan terhadap negara Indonesia. Pikiran Jakob senantiasa jernih tanpa prasangka buruk dengan sikap hati yang santun. Jakob menempatkan lembaga media sebagai lembaga pendidikan bagi ...

Pengalaman Saya dengan Kompas (55 Tahun)

Gambar
Perkenalan saya dengan  Kompas  karena kebiasaan yang tertular dari ayah saya-pembaca setia koran  Kompas . Sudah lebih dari 30 tahun. Saya masih mengingat ayah berlangganan dua koran sekaligus. Satu koran lokal bernama  Pedoman Rakyat, s atu lagi koran nasional bernama  Kompas.   Pedoman Rakyat  bacaan ayah di pagi hari sebelum berangkat ke kampus, sedangkan  Kompas  baru bisa dilahap ayah di waktu sore hari, menunggu waktu sembahyang magrib selepas pulang kerja ( Kompas  baru diantar pada lewat tengah hari, karena harus menunggu percetakan dan pengiriman dari Jakarta). Hampir setiap hari--pagi dan sore, saya selalu menemani ayah membaca koran di teras rumah kami di kota Makassar (dulu Ujung Pandang), sambil disuguhi kudapan dari dapur ibu, biasanya teh hangat dan pisang goreng. Tidak sekadar menemani, namun saya mulai ikut membaca  Kompas.  Meski saya baca hanya rubrik olahraga. Saya sering memohon kepada ayah untuk membagi l...