Postingan

Menampilkan postingan dengan label DPR

Wajah Baru dan Tantangan Lama DPR RI

Gambar
Pada Selasa 1 Oktober 2024 ini, 580 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk masa bakti 2024-2029. Mereka terpilih pada pemilihan umum mewakili 84 daerah pemilihan (dapil) di seluruh Indonesia. Parlemen DPR kali ini terdiri dari 8 Fraksi, masing-masing: Fraksi PDIP (110 kursi); Fraksi Golkar (102); Fraksi Gerindra (86); Fraksi Nasdem (69); Fraksi PKB (68); Fraksi PKS (53); Fraksi PAN (48) dan; Fraksi Demokrat (44). Sesuai Undang-undang No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), pimpinan DPR hasil pemilu 2019 terdiri atas 5 orang. Ketua DPR otomatis diisi oleh anggota DPR dari parpol pemenang pemilu, yakni PDIP, yang telah mendapuk Puan Maharani untuk menjabat DPR-1. Empat wakil ketua diisi dari Parpol yang memeroleh kursi terbanyak secara berurut, yakni diisi wakil dari Golkar, Gerindra, Nasdem, dan PKB. **** Kekuasaan DPR sangat besar, karena memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Tak mudah mencari legislator andal...

Wajah DPR 2019-2024

Gambar
Pada 1 Oktober 2019 tahun lalu, 575 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk masa bakti 2019-2024. Mereka terpilih pada pemilihan umum mewakili 80 daerah pemilihan (dapil) di seluruh Indonesia. Parlemen DPR kali ini terdiri dari 9 Fraksi, masing-masing: Fraksi PDIP (128 kursi); Fraksi Golkar (85); Fraksi Gerindra (78); Fraksi Nasdem (59); Fraksi PKB (58); Fraksi Demokrat (54); Fraksi PKS (50); Fraksi PAN (44) dan; Fraksi PPP (19). Sesuai Undang-undang No. 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3), pimpinan DPR hasil pemilu 2019 terdiri atas 5 orang. Ketua DPR otomatis diisi oleh anggota DPR dari parpol pemenang pemilu, yakni PDIP, yang telah mendapuk Puan Maharani untuk menjabat DPR-1. Empat wakil ketua diisi dari Parpol yang memeroleh kursi terbanyak secara berurut, yakni diisi wakil dari Golkar, Gerindra, Nasdem, dan PKB. **** Kekuasaan DPR sangat besar, karena memiliki fungsi legislasi, budgeting , dan pengawasan. Tak mudah mencar...

Kontroversi Marzuki Ali

Sebenarnya sejak lama saya termasuk orang yang cuek-cuek saja dengan omongan para politisi di media. Mereka adalah wakil rakyat atau pejabat publik yang memang senantiasa dimintai komentarnya tentang berbagai permasalahan yang berkembang di masyarakat. Dan biasanya komentar mereka seragam, klise. Namun entah kenapa saya selalu merasa sewot dan jengkel dengan segala komentar-komentar kontroversial yang diucapkan politisi dari partai Demokrat, Marzuki Ali. Marzuki memang baru kali ini menjadi anggota DPR, dan langsung menjadi Ketua. Jangan bandingkan dengan ketua DPR sebelumnya Agung Laksono, apalagi dengan Akbar Tanjung. Dia tidak memiliki mental kepemimpinan yang kuat mengingat pengalaman politik dan organisasinya yang memang tak mumpuni dan kurang terasah. Belum dua tahun menjabat di Senayan, paling tidak beberapa pernyataan dia yang membuat masyarakat geram, menunjukkan kedangkalan berpikir dan sikapnya. Tidak mencerminkan seorang pejabat yang berpihak kepada rakyat yang telah m...