Postingan

Menampilkan postingan dengan label Esai

Perjalanan Seru dari Makassar ke Jogja

Gambar
Pada Sabtu 6 Juli 2024 lalu, kami sekeluarga melakukan perjalanan dari Makassar tujuan Jogja, mengisi liburan sekolah beberapa hari. Tiket penerbangan langsung dari Makassar ke Jogja harganya sudah sangat mahal, dan juga tak bisa mengejar untuk tiba di Jogja sebelum sore. Sehingga  paling memungkinkan adalah mengambil penerbangan paling awal ke Surabaya, dan kemudian melanjutkan dengan moda kereta api, dengan perkiraan tiba di Jogja sebelum siang. Di sela pertandingan perempat final Piala Eropa antara tuan rumah Jerman melawan Spanyol, pada pukul 01.30 kami meninggalkan rumah menuju Bandara Sultan Hasanuddin yang memiliki terminal baru menggantikan terminal lama yang sesak dan panas. Setelah melewati proses  check - in , pemeriksaan keamanan, dan  boarding  yang cukup ribet, akhirnya kami bisa menaiki pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QG-353 pada pukul 04.30 Wita. Menempuh perjalanan 70 menit, kami pun tiba di Juanda pukul 05.17 WIB. Usai menunggu bagasi dan ...

Kejutan Ulang Tahun di Prajabnas 2010

Gambar
Satu malam pada 2010 barangkali menjadi kenangan ulang tahun saya paling mengejutkan. Sebelas tahun sudah berlalu, namun hingga sekarang saya masih bahagia (suka senyum-senyum sendiri) mengingat setiap momen itu.  Biarkanlah saya menceritakannya di sini. Surat tugas mengikuti Diklat Prajabatan terbit, waktu itu kami yang masih berstatus CPNS tahun 2008 Kementerian Pendidikan Nasional, bersiap-siap mengikuti dengan jadwal pada 22 Februari - 7 Maret 2010 di LPMP Sulsel. Saya mungkin peserta terakhir yang masuk asrama untuk dikarantina selama dua pekan. Tak ikut gladi bersih, karena baru tiba beberapa menit sebelum upacara pembukaan.  Jumlah peserta sekitar 120 orang, gabungan dosen baru Unhas, UNM, Poltek, Politani, UIN, dan juga STAIN Palopo. Kampus negeri yang berlokasi di Sulsel. Suasana Prajabnas yang mengutamakan kebersamaan berjalan dinamis dan sangat kental unsur akademik, membuat wawasan semakin terbuka dan tercerahkan. Prajabnas juga mendidik kami bersikap disiplin dala...

Kopi Purnabakti Pak Laba

Gambar
Jika kita pernah menonton film  Pursuit Happynes , Chris Gardner yang diperankan Will Smith mengatakan bahwa mungkin kebahagiaan adalah sesuatu yang hanya bisa kita kejar, dan mungkin kita tak pernah mendapatkannya walau bagaimanapun. Kebahagiaan benar-benar menjadi tujuan hidup semua orang. Betapa banyak upaya untuk mencari kebahagiaan. Padahal semuanya tersedia dalam diri. Baru-baru saya membaca buku  The Choice  karya Edith Eger, bahwa semua makna hakiki hidup akan datang dari diri sendiri. Each moment is a choice , kita memiliki kapasitas untuk membenci dan kapasitas untuk mencintai. Yang mana yang kita pilih, terserah kita, karena kita selalu dapat memilih bagaimana kita merespons. Secara umum banyak elemen yang menggambarkan definisi kebahagiaan. Misalnya memiliki harta benda, kesehatan tubuh, sukses dalam karir, memiliki cinta kasih sayang, pemenuhan hobi, rasa syukur, solidaritas berbagi bersama, dan sebagainya. Bahkan menjadi penulis amatiran di blog juga termasu...

Wawasan Dunia Berbasis Fakta

Kita hidup dalam sebuah dunia yang sangat berbeda. Banyak orang terkesan memahami dunia secara sangat keliru. Tidak hanya keliru, tetapi secara sistematis salah. Ketidaktahuan tentang dunia ini begitu meluas dan begitu sulit diubah, begitu banyak orang bisa salah dalam begitu banyak hal.  Bagaimana para pelaku bisnis mampu membuat keputusan-keputusan yang masuk akal untuk organisasi-organisasi mereka apalbila pengetahuan mereka tentang dunia jungkir balik? Bagaimana tiap orang yang menjalani hidup mereka dapat mengetahui perkara-perkara yang akan membuat mereka tertekan dan cemas. Sesungguhnya mereka memiliki pengetahuan, tapi pengetahuan itu sudah ketinggalan, seringkali sampai berpuluh tahun. Wawasan dunia yang lama tertanam. Wawasan dunia yang terlalu dramatis, membuat stress dan menyesatkan, cara-cara orang salah menafsirkan fakta-fakta. Wawasan dunia yang dramatis begitu sulit digeser karena berasal dari cara kerja oral kita sendiri. Salahka naluri dramatis? Kita masih memerlu...

Pelayanan Prima di Ibukota

Gambar
Cerita ini tentang pengalaman kecil saya sebagai warga Makassar, menilai Jakarta ibukota negara tercinta.  Waktu itu sekitar tahun 2013 berada di Jakarta selama 10 hari, terpanjang. B iasanya paling tahan 3 hari di sana. Itu juga kali pertama  saya ke Jakarta berstatus sebagai suami sekaligus sebagai ayah. Jadi judulnya: perjalanan pertama kami  sebagai keluarga kecil. Singkat cerita, kami larut dalam hiruk pikuk kehidupan dinamis Jakarta. Setiap hari, karena banyaknya agenda yang sudah dibuat, kami tentu berangkat pagi-pagi dan akhirnya pulang ke rumah selalu di atas pukul 10 malam. Berulang terus hingga hari terakhir. Capek memang tapi juga senang. **** Bukan masalah kemacetan akut, bukan pula tentang melimpahnya jutaan manusia dan segala kesibukannya di Jakarta, yang ingin saya bahas di sini. Meski saya sempat berpikir bagaimana bisa Gubernur DKI (saat itu Joko Widodo) menata ibukota yang sudah sedemikian kompleks.  Bagaimana dan dari mana mereka memulainya saja, ...

Setelah Hujan Badai, Berharap Pelangi

Gambar
Dunia boleh modern dengan segala kemajuan pesatnya, tapi tak bisa lepas dari penyakit umum manusia: cemburu, iri, dengki, dan benci, karena tidak bisa menghargai prestasi serta kinerja orang lain. Penyakit tersebut didasari karena manusia kurang bersyukur.  Barangkali klise, tapi guru saya pernah menasehati, bahwa manusia yang beruntung adalah manusia yang pandai bersyukur. Manusia yang pandai bersyukur akan mampu menikmati hidupnya dengan baik. Bersyukur akan semakin meningkatkan arti dan kualitas kehidupan. Dengan bersyukur, kehidupan seseorang akan membawa manfaat bagi masyarakat luas.  Bersyukur terkadang mudah untuk diucapkan, tapi saya selalu juga mengalami betapa sulitnya bersyukur sepenuh hati. Namun saya tetap meyakini, penyakit umum manusia tersebut bukanlah suatu kodrat, takdir, apalagi kutukan yang tak bisa diubah.  Saya juga masih ingat salah satu kutipan ceramah AA Gym, tentang bagaimana mensyukuri nikmat Allah SWT, sekecil dan sesederhana apa pun. Kata AA G...

Minimarket dan Toko Kelontong

Gambar
Pada satu malam, saya tiba-tiba ingin sekali makan martabak telur. Lansung saja saya ambil sepeda untuk pergi membeli di pedagang langganan yang berjarak 200 meter dari rumah.  Betapa kagetnya saya ketika sampai tujuan, tak lagi ada gerobak besar menjajakan martabak dan terang bulan yang biasanya berjejer dengan gerobak gorengan, sate ayam, dsb.  Di tempat tersebut telah berdiri minimarket, yang semakin lama semakin menjamur di kota ini. Semakin masuk ke pemukikan perumahan masyarakat. Di Makassar gerai ritel sudah melewati angka 1.000 unit minimarket dan diyakini akan terus bertambah izin yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.  Fenomena ini membuat pedagang kelontong di kawasan penduduk cemas. Mereka khawatir lahan pencarian nafkah mereka akan mati dijajah oleh retail. Dari dulu pemerintah kita memang tak pernah memihak golongan masyarakat marjinal yang seharusnya mendapat bantuan.  Semestinya pemerintah secara tegas menolak berbagai tawaran inve...

Kisah Ajaib 33 Petambang Chile

Gambar
Jika berbicara tambang, saya selalu ingat kisah heroik 33 petambang negara Chile pada 2010. Kala itu mereka terperangkap selama 69 hari di perut bumi sedalam hampir 700 meter di bawah permukaan tanah, akibat terowongan di sekitar tambang emas tersebut tiba-tiba runtuh. Itu bencana dunia pertambangan yang pada akhirnya berganti menjadi suka cita manakala aksi penyelamatan yang mengagumkan dan mengharukan, sukses dilakukan oleh Pemerintah Chile di bawah Presiden yang sangat dicintai rakyatnya, Sebastian Pinera.  Pinera dipuji seantero dunia karena pendekatannya dalam menghadapi bencana. Dia tak melihat bencana dari kecil atau besarnya jumlah korban, tapi dari sisi kemanusiaan dan peduli kepada semua rakyatnya. **** Lantas bagaimana peran pemimpin (Pemerintah) kita terhadap dunia pertambangan. Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, yang akan sangat berguna untuk kemandirian bangsa jika diolah dengan baik. Rumusnya semakin kaya SDA yang dimiliki suatu negara, semesti...

Membenahi Program Televisi

Gambar
"Saya saat berkeluarga nanti dan jika siaran televisi kita belum juga berubah atau lebih buruk, lebih baik saya membawa keluarga dan anak-anak saya pulang kampung dan tinggal di pedalaman dimana tidak tercemar dengan siaran-siaran ‘sampah’ yang ada di televisi Indonesia. Benar saya sudah muak.” Kalimat di atas merupakan kutipan seseorang yang terdapat dalam Buku Kick Andy. Mungkin apa yang dirasakan orang tersebut juga dialami oleh beberapa masyarakat Indonesia. Mungkin juga sebagian orang menilai pernyataan tersebut terlampau ekstrem dan berlebihan. Jika kita berpikir secara rasional, pernyataan tersebut masih bisa diterima. Memang benar, tontonan yang ditampilkan oleh stasiun-stasiun TV merupakan acara murahan, tidak ada unsur mendidik, dan hanya mengajarkan manusia untuk bermimpi tanpa harus bekerja keras. Bahkan lebih parah lagi beberapa tayangan TV telah melakukan pembohongan publik secara nyata. Hampir semua stasiun TV bergerak ke satu arah menjadi menjadi karakter homogen, ...

Janji Joni dan Para Politisi

Gambar
Masih ingat dengan film Janji Joni?  Ini film Indonesia yang unik, dan saya menggemarinya.  Tokoh Joni diperankan oleh aktor bertalenta Indonesia, Nicholas Saputra. Sesuai judul, Joni yang berprofesi sebagai pengantar rol film antar bioskop di kota Jakarta, memiliki track record yang baik selama menjalankan tugasnya, dia tak sekali pun terlambat untuk menyerahkan sambungan film, yang bisa dibayangkan jika memang itu terlambat. Pada satu hari yang sangat penting dalam hidupnya, Joni secara eksplisit berjanji kepada perempuan cantik yang ingin menonton satu film, untuk terus menjaga rekor bersih itu. Bagi Joni ini hal yang mudah untuk dilakukan. Namun hari itu mungkin seluruh isi alam berkonspirasi menjegal upaya Joni menunaikan amanah, justru pada saat yang paling penting dalam karir dan hidupnya. Singkat cerita, Joni gagal memenuhi janji “mudahnya”. Namun hampir tak ada orang yang setuju bila Joni adalah orang yang suka berbohong. Penonton dan perempuan cantik itu memaafkanny...

Kelelawar Sayapnya Hitam

Gambar
Saya teringat satu dongeng guru semasa sekolah. Tentang dunia fauna. Alkisah, di satu zaman,  dunia fauna dikuasai oleh dua bangsa binatang yang saling bermusuhan, bangsa Mamalia dan satu lagi bangsa Burung.  Dikisahkan hiduplah sejenis binatang bernama Kelelawar yang mengaku kepada bangsa Mamalia bahwa dia juga termasuk anggota Mamalia dengan alasan memiliki taring, melahirkan, dan juga menyusui.  Di lain tempat dan lain waktu, bangsa Kelelawar juga mengaku sebagai bangsa Burung karena miliki sayap dan dapat terbang.  Dari kisah itu, guruku memberi nasihat: jangan jadi Kelelawar karena tidak memiliki prinsip, integritas, karakter, dan berkeribadian ganda.

Makassar Adalah Jangkar Mengekspresikan Cinta

Gambar
Sejak lahir saya tinggal di kota. Maka saya tak pernah membayangkan bisa hidup selain di kota. Walaupun seringkali kehidupan metropolitan digambarkan sangat keras dan kejam. Sebuah kota bagi saya bukanlah tentang bangunan, tidak soal mal, bukan hotel, dan tidak pula mengenai gedung perkantoran. Kota adalah tentang manusia, tempat kita mengekspresikan cinta.  Ukuran kemajuan kota bukan dilihat dari tingkat ekonomi dan infrastruktur, melainkan dari seberapa bahagia masyarakatnya. Jika masyarakat bahagia maka akan menumbuhkan sikap positif dan dapat mengembangkan diri secara baik. Ahli perkotaan dari Jerman, Charles Landry mengatakan kota harus menjadi jangkar, seperti rumah yang memberi rasa stabil, ada tradisi yang dijaga dan berbeda satu sama lain.  Kota harus memiliki tujuan jelas akan menuju ke mana dan menjadi apa. Dengan kata lain harus memberi stimulasi, kegairahan, memiliki privasi tapi terkoneksi dengan mudah dengan dunia luar. Tantangannya adalah menciptakan kota yang ...

Solusi Adil Perselisihan dengan Bank

Gambar
Artikel ini saya buat karena merasa kecewa, kesal, bahkan sedikit emosi berkonflik dengan lembaga perbankan yang katanya terpercaya. Sekaligus sebagai pelajaran teman-teman untuk lebih berhati-hati menjalin kerja sama dengan lembaga bank yang secara psikologis dan ekonomi, kedudukannya sangat kuat dibandingkan dengan kita sebagai debitur yang lemah. Maka, biarkanlah saya mengisahkan di ruang ini. Tempo hari kami sepakat dengan sebuah bank plat merah untuk melaksanakan perikatan perjanjian kredit guna memodali kami membangun usaha rumah kos. Tentu saja agunannya adalah sertifikat (SHM) atas tanah tersebut dijadikan Hak Tanggungan melalui BPN melalui Notaris yang ditunjuk bank bersangkutan. Setelah pengecekan lapangan, SHM dinyatakan bersih, akhirnya dana cair dan kami langsung manfaatkan dana tersebut sesuai peruntukan. Kontrak kerja borongan tukang sudah diteken. Bahan material bangunan juga mulai masuk.  Segalanya seperti berjalan sesuai rencana yang telah kami susun, sampai akhir...

Hari Pertama di Jogja

Gambar
Pagi itu, sekitar 23 tahun yang lalu. Tepatnya pada Selasa 15 Juli 1997. Penanggalan itu memang selalu melekat sebagai salah satu momen yang akan membawa perjalanan hidup saya hingga kini, dan masa depan yang masih panjang (Insha Allah). Setelah pamitan kebada ibu dan saudara-saudara terkasih, saya meninggalkan rumah baru kami yang masih bau cat, menuju kota tujuan, Yogyakarta. Saya akan menetap di kota Jogja sebagai siswa pindahan kelas II SMA, sekaligus menjadi anak kos yang mencoba mandiri dengan kehidupan sehari-sehari. Paling tidak, impian menjadi anak kos kota Jogja seperti beberapa teman, sedikit lagi akan tercapai. Dari Makassar (dulu Ujung Pandang), butuh waktu sekitar 10 jam hingga sampai di Jogja. Masih ingat itu kali pertama pengalaman saya melakukan perjalanan dengan Pesawat. Pesawat hanya tiba di Surabaya, kemudian melanjutkan tujuh jam perjanan darat, via Bus Patas, yang nama operatornya pun, saya masih ingat: EKA. Bus berangkat dari terminal Bungur Asih atau beken diken...

Selalu ada Rezeki Bagi Orang yang Bekeja

Gambar
Kisah ini tentang pengalaman kuliner yang menarik. Dulu waktu sekolah di Jogja, salah satu tempat favorit makan malam saya adalah Bakmi Kadin. Disebut Bakmi Kadin, karena tepat berada di depan kantor KADIN DIY, Bintaran, kawasan Pakualaman.    Entah sudah berapa generasi warung bakmi legendaris ini dikelola hingga tetap bertahan dengan menjaga kualitas rasa. Hampir tak ada orang Jogja yang tidak mengenal Bakmi Kadin. Konon, Presiden Soeharto juga pelanggan lama bakmi yang digodok memakai arang ini. Menyantap seporsi bakmi dilengkapi minuman hangat dan diiringi musisi jalanan Jogja, membuat Anda ingin kembali ke kedai tersebut.    Yang juga jadi perhatian say, di dekat Bakmi Kadin yang telah kesohor namanya, ada warung Bakmi juga berdiri. Warungnya terlihat sangat kecil dibandingkan dengan Bakmi Kadin. Banyak orang yang skeptis terhadap keberanian pemilik menjual bakmi di dekat Bakmi Kadin, termasuk saya. Teman saya sempat berucap “Gila, ya itu warung, berani-beranin...

Media dan Popularitas

Gambar
Diana Frances Spencer, Guru TK yang sederhana dan bersahaja. Tak pernah bermimpi menjadi permaisuri Pangeran Charles, pewaris tahta Kerajaan Inggris. Pernikahan mereka pada 29 Juli 1981 ibarat kisah dongeng abad modern.  Seketika hidupnya berubah, tak lagi bisa bersahaja.  Seluruh tingkah lakunya di mana pun akan tertangkap kamera, wajahnya yang memang sudah bercahaya dipenuhi kilatan  blitz . Apa saja yang dia lakukan, menarik dijadikan berita.  Kehadiran  paparazzi  yang selalu membuntutinya untuk difoto paling eksklusif dengan imbalan honor tinggi dari media yang bersedia membelinya. Tampak jelas dari wajahnya, Diana merasa tak nyaman. Diana tak cukup siap dengan perubahan ini, begitu pun ketika pernikahan itu kandas pada 28 Agustus 1996.  Tercatat sampai lima kali Diana mencoba bunuh diri seperti dalam biografi yang ditulis Andrew Morton. Puncak kejahatan  paparazzi  terjadi pada 31 Agustus 1997. Diana dengan kekasihnya Doddy Fayed tewas ...