Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bali

Suatu Minggu Pagi di Kuta (18- Selesai)

Gambar
Sampailah hari terakhir kami di Bali, pada Minggu 2 November 2025. Tak afdal rasanya jika belum berkunjung ke kawasan Kuta. Pantai ikonik dengan pasir putih, ombak gulung tebal, dan sinar matahari-nya yang sudah terkenal sejak lama. Dari tempat menginap, Yans House Hotel, di Jalan Kartika Plaza, Kuta, sebelum pukul 7.00 kami berjalan kaki menyusuri jalan-jalan menuju pantai, melewati Pasar Seni Kuta, dan hanya 10 menit sudah berada di pantai legendaris ini. Minggu pagi itu di Pantai Kuta sedang dilaksanakan upacara adat keagamaan Hindu, juga kegiatan aksi bersih-bersih limbah plastik oleh pemerintah Kecamatan Kuta dengan komunitas lokal. Di seberang pantai dilaksanakan event Rock and Run 2025 yang berpusat di Hard Rock Hotel. Kaki Siti dan Uswa akhirnya menginjak pasir pantai di Bali. Ombak dan pasir Kuta memang keren bagi penggemar selancar. Suasana Minggu pagi di Kuta bikin hari kita langsung cerah, semangat menjalani hidup. Setelah puas berjalan di bibir pantai sekitar 15 menit, ...

Terpukau Kemegahan GWK (17)

Gambar
Bulan Oktober berganti ke November 2025 ketika kami menginap di Askara Canggu Towhouse  yang villanya berdesain mezzanine . Usai melewatkan pagi dengan ngopi dan berberes-beres, pada pukul 11.00, Adi, driver mobil rental sudah menjemput kami untuk melanjutkan perjalanan menyusuri pulau Bali saat  weekend. Pemberhentian pertama adalah pasar Love Anchor Canggu , semacam pasar seni yang sedang populer. Kemudian makan siang di Bali Timbungan yang tertelak di Jalam Sunset Road. Usai puas menyantap, selanjutnya menuju Krisna By Pass .  Selesai urusan oleh-oleh pukul 16.20, kami melanjutkan perjalanan sore itu menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK), di Desa Ungasan. Dari Krisna berjarak 10 kilometer dan ditempuh selama 25 menit perjalanan lancar, hanya di Jimbaran sedikit macet menjelang Sabtu malam. Kami tiba di GWK sebelum pukul 17.00. Baru memasuki gerbang GWK sudah terasa kemegahan dan auranya yang kuat.  Dari gerbang kita diantar shuttle train  sebelum masuk ...

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)

Gambar
Masih di festival Ubud . Salah satu yang ditunggu event ini adalah nonton film bareng di Alang-Alang Stage, Taman Baca. Biasanya film underrated , kontroversial, dan kadang sengaja tidak diputar di bioskop-bioskop komersial. Lebih istimewa lagi, di Ubud kita menonton film bersama sutradaranya. Saya belum lupa momen pemutaran film Memories of My Body ( 2019 )   bersama Garin Nugroho, sutradara kaliber Indonesia. Edisi kali ini juga spesial, pada Jumat malam 31 Oktober 2025, film programme menayangkan  The Last Accord:  War, Apocalypse, and Peace in Aceh.  Film dokumenter ini disutradarai Arfan Sabran, sineas asal Makassar. Sebelumnya saya mengenal Arfan sebagai dosen jurusan Biologi di Universitas Hasanuddin. Arfan resign dari kampus, hengkang ke Jakarta, karena ia memilih fokus sebagai sutradara. Ketemulah kami di Ubud, momen  luar  biasa. **** Film dokumenter 75 menit ini menceritakan kisah luar biasa tentang bagaimana salah satu konflik terpanjang d...

Cerita dari Taman Baca Ubud (15)

Gambar
Saya senang menghadiri lagi  Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025, setelah terakhir pada edisi  2019 , walaupun saya datang hanya satu hari dari lima hari pelaksanana, pada hari ke-3, Jumat 31 Oktober 2025.  Hari itu itu saya berpisah tujuan dengan Vera, Siti, dan Uswa. Sementara saya sepanjang hari di venue UWRF, mereka bertiga memilih menjelajahi tempat-tempat menarik di Ubud  yang memiliki alam dan nuansa pedesaan, juga seni dan budaya yang sudah terkenal.  Begitu tiba di Taman Baca, lokasi utama UWRF, pada pukul 11.00, terlebih dulu saya jajan seporsi bakso Afung   di festival food.  Bakso daging sapi ini memang selalu membuat saya kenyang dan merasa puas menyantapnya. Saya pun siap bergabung dalam diskusi-diskusi panel dan program yang sudah terjadwal. UWRF adalah festival tahunan yang sudah  dilaksanakan sejak tahun 2004,  diinisiasi Janet DeNeefe dan diprakarsai Yayasan Mudra Swari Saraswati.  Ruang pertemuan para ...

Bermain dan Belajar di Marine Safari (14)

Gambar
Destinasi berikutnya pada Kamis 30 Oktober 2025 adalah wisata di Bali Safari and Marine Park. Dari 32Do jaraknya sekitar 30 kilo meter yang ditempuh 70 menit dalam situasi lalu lintas normal. Sebagai informasi, Bali pada bulan Oktober dan November belum peak season , jadi relatif lancar.  Kami juga ke Safari memilih bukan saat weekend. Vera, Siti, dan Uswa, banyak menghabiskan waktu perjalanan dengan tidur. Sedangkan saya ngobrol dengan driver Anggara sambil menyaksikan aktivitas-aktivitas menarik di rute yang dilewati. Saya juga menyempatkan membeli tiket Safari via aplikasi, mengantisipasi antrean panjang di konter.  Harga tiketnya 250 ribu rupiah untuk dewasa, dan 200 ribu untuk anak-anak. Untuk turis asing harganya dua kali lebih mahal (mengapa begitu?). Karena tidak mengerti detailnya, saya keliru membeli, yang saya order tiket Safari Adventure   Legend , padahal tujuan kami  Marine  Safari . Kami baru menyadari saat proses   wristband barcode ...

Suatu Pagi di Kafe 32Do yang Keren (13)

Gambar
Usai istirahat yang cukup memulihkan tenaga, dan melaundri express pakaian Vera dan saya di depan penginapan, pada hari Kamis pagi 30 Oktober 2025 kami sudah cekout dari Alron Hotel, karena malam ini kami akan pindah menginap di kawasan Ubud. Kamis itu kami rencanakan berkunjung ke Bali Safari and Marine Park yang terletak di Kabupaten Gianyar, searah dengan rute Ubud.  Kami menyewa mobil New Avanza di aplikasi Tiket seharga 425 ribu rupiah.  Driver yang mengantar kami berkeliling bernama Anggara, orang Jogja yang merantau ke Bali. Anggara sudah menjemput kami pada pukul 9.30.  Pemberhentian pertama kami adalah mencari makan, pilihan Siti dan Uswa adalah  32Do Bali , kafe yang katanya viral di TikTok.  Lokasinya di Jalan Lebak Sari Petitenget, Kerobokan. Butuh 30 menit sampai ke sini. Tepat di sampingnya ada Waroeng Kopi Klotok . Saya yang butuh nasi, mampir makan dulu di sini dengan nasi sayur lodeh, tempe garit, mendoan, pisang goreng, dan tentu saja k...

Perjalanan Seru Bertemu Siti dan Uswa di Bali (12)

Gambar
Di Dataran Merdeka yang historis, Vera dan saya mengakhiri perjalanan di negeri jiran selama 5 hari. Kami harus segera bergeser ke KL Sentral, menumpang bus, dan bertolak ke bandara KLIA Sepang . Kami akan meninggalkan Kuala Lumpur dengan pesawat Batik Air Malaysia tujuan Denpasar-Bali dengan flight number OD-177 pukul 16.45.  Yes , sebelum cuti selesai, kami melanjutkan perjalanan di Bali. Yang membuat lebih happy , k edua anak kami, Siti dan Uswa akan bergabung. Mereka berdua berangkat dari Makassar. Pada pukul 13.00 kami tiba di KL Sentral, langsung mendatangi konter untuk membeli tiket bus yang berangkat setiap 20 menit. Kursi bus pukul 13.20 dan pukul 13.40 habis terjual, sehingga kami baru bisa berangkat pada pukul 14.00. Waktu menunggu hampir satu jam kami isi dengan berkeliling di NU Sentral Mall dan ngopi di gerai Starbucks , sekaligus membereskan dan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Perjalanan ke bandara molor 10 menit. Kami baru tiba pada pukul 15.15, ham...

Perjalanan Darat dan Laut dari Bali ke Surabaya

Gambar
Satu hari setelah ajang MotoGP Mandalika, Lombok, NTB, Pada Senin 21 Maret 2022, Vera dan saya sudah harus terbang ke Bali, sesuai tiket yang sudah dipesan jauh sebelumnya. Padahal bisa saja kami tetap stay  menikmati Lombok beberapa hari ke depan.  Di Bandara Praya pada Senin siang itu penuh oleh penumpang efek perhelatan MotoGP yang menjadi pusat perhatian publik balapan global. Saya bertemu dengan beberapa kru tim yang juga hendak meninggalkan Lombok dan bersiap untuk balapan selanjutnya, MotoGP serie Argentina. Kami belum punya tiket kepulangan. Sepekan sebelum dan sesudah ajang MotoGP, tiket pesawat dari dan menuju Lombok maupun Bali meroket berkali lipat. Tiket Bali ke Makassar sulit didapat, kalau pun tersedia harganya sudah hampir 2 juta, dari harga normal 700 ribu. Sebagai bandingan harga tiket keberangkatan dari Makassar-Bali-Lombok kami beruntung dapat seharga 1 juta rupiah. Kami tiba Bandara Ngurah Rai menjelang sore dilanjutkan ke hotel Lloyd's Inn di kawasan Semi...

Merayakan Literasi di Ubud

Gambar
Ini pengalaman saat bersenang-senang merayakan literasi di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) pada 2019, tepat setahun yang lalu. UWRF diinisiasi Janet DeNeefe dan diprakarsai Yayasan Mudra Swari Saraswati. Gagasan dari Janet DeNeefe, perempuan kelahiran Australia, UWRF muncul terinspirasi dari proyek pemulihan batin sebagai respon atas pemboman Bali pada 12 Oktober 2002.  Janet DeNeefe yang sudah lama menetap di Ubud, ingin dunia luar melihat bahwa Bali bisa bangkit dan tidak takut pada teroris.  Pertama kali digelar kecil-kecilan pada 2004, kini festival telah berkembang menjadi salah satu acara kesenian dan sastra yang paling terkenal di dunia. Surat kabar berpengaruh Inggris The Telegraph tanpa ragu mendapuk UWRF sebagai salah satu dari lima festival sastra terbaik di dunia. UWRF 2019 merayakan tahun ke-16 penyelenggaraan pada 23-27 Oktober 2019 di pusat kota Ubud. Edisi tahun 2019 mengambil tema  " Karma", berdasarkan pada filosofi Hindu di mana setiap ...

Mengunjungi Markas Bali United Juara Liga-1 2019

Gambar
Pada akhir tahun lalu, tepatnya pada Minggu, 27 Oktober 2019, saat berada di Pulau Bali selama sepekan, saya berkesempatan menyaksikan satu pertandingan kompetisi Liga-1, antara tuan rumah Bali United FC melawan Barito Putra, di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar. Saat itu, meski masih menyisakan 11 laga lagi, saya sudah meyakini Bali United akan memenangkan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2019, hanya menunggu waktu untuk mengunci gelar juara. Posisi Bali United di puncak klasemen, hampir mustahil dikejar oleh pesaing terdekatnya, karena selisih poin sudah dua digit. Sebagai penggemar sepak bola, saya menganggap kesempatan waktu itu sebagai wisata sepak bola, menyambangi dan menyaksikan langsung laga-laga seru, apalagi tim kandidat juara, di markasnya sendiri. Jadwal duel Bali United versus Barito Putra baru digelar malam pukul 19.30, namun saya yang mengendarai motor dari kawasan Ubud yang berjarak 15 kilo meter, sudah tiba di Stadion pukul 16.30, tiga...