Postingan

Menampilkan postingan dengan label Media

Menciptakan Ulang Identitas dan Mengejar Kenikmatan

Gambar
Ariel Heryanto, Professor Australian National University, menulis buku menarik berjudul Identitas dan Kenikmatan : Politik Budaya Layar Indonesia (2015). Hasil terjemahan Identity and Pleasure : The Politics of Indonesian Screen Culture , yang diterbitkan di Singapura pada tahun 2014. Fokus utama buku ini meneliti politik budaya kontemporer di Indonesia dengan fokus pada bagaimana budaya populer berperan dalam membentuk ulang dan mentransformasikan identitas sosial mereka di era pasca-Orde Baru, dengan menggunakan budaya layar: film, televisi, dan media sosial. Menurut Ariel, orang Indonesia hidup dalam lingkungan yang berkiblat pada komunikasi lisan, lebih mudah menerima pesona gambar bergerak dan lebih tanggap secara kreatif terhadap apa yang ditawarkan oleh kamera video, ketimbang kata-kata tertulis atau program komputer pengolah kata (hlm. 134). Ariel dengan asyik membawa kita ke suatu perjalanan visual sangat memikat, dengan lintas disiplin bidang yang cair, perspekti...

Pengalaman Menulis Surat Pembaca Surat Kabar

Gambar
Sebagai pembaca ( Kompas ) saya pernah menulis opini surat pembaca kepada redaksi surat kabar yang telah berusia 55 tahun ini sekitar dua tahun silam. Meskipun surat saya ini tidak bisa dimuat karena beberapa pertimbangan redaksi, saya cukup senang dan untuk selalu mengingatnya saya ingin mempublishnya di blog pribadi.  Saya menuliskan kembali surat pembaca tersebut secara otentik.  Tanggapan dan Klarifikasi Artikel "Mawar Merah di Hilir Sarmiento" Sangat menarik  dan menginspirasi menyimak perjalanan dan kiprah Jusuf Kalla sebagai wakil presiden dua kali dengan presiden yang berbeda (SBY dan Jokowi), dalam artikel Kompas  yang berjudul Mawar Merah di Hilir Sarmiento , pada Minggu 2 Desember 2018, pada halaman 2. Kompas menulis mengenai tautan dua peristiwa Jusuf Kalla di tahun terakhir periode pertama dan kedua saat beliau menjabat wakil presiden. Yakni, pada 2 Desember 20018 saat JK berlayar di Sungai Tiegre-Sarmiento, Buenos Aires, Argentina. Kemudian dihubungkan...

Skandal Gubernur Blago

Gambar
Serial dokumenter Trial by Media yang tayang di saluran Netflix meninjau kembali enam perkara hukum yang terkenal dan kontroversial dalam tiap episodenya yang berdurasi sekitar satu jam. Kita kemudian paham peliputan media Amerika Serikat dalam penanganan perkara hukum yang jauh lebih dalam sekaligus jauh lebih memusingkan karena kasus hukum menjadi berita sensasional yang laku dijual. Dengan begitu sulit menarik kesimpulan apakah media memainkan peran besar membantu dalam proses menemukan keadilan, atau apakah justru menjadi alat efektif untuk mengangkangi hukum. Salah satu serialnya berjudul Blago, nama akrab Rod Blagojevich, Gubernur Illinois periode 2003-2009. Blagojevich, politisi dari Partai Demokrat ditangkap dan diadili berdasarkan banyak kejahatan yang dituduhkan dalam pengaduan masa gubernurannya, seperti meminta sumbangan kampanye sebagai imbalan atas bantuan pemerintah. Namun tuduhan terakhir adalah yang paling mengejutkan. Tuntutan pidana menjelaskan dengan sangat terperi...

Pers dan Politik

Gambar
Zaman sekarang, hidup manusia banyak dipengaruhi oleh kualitas informasi yang diterimanya. Jika informasi yang didapat seseorang tidak berkualitas, maka pengetahuan yang dimilikinya juga kurang berkualitas. Sebaliknya individu yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan berkualitas, maka hal itu sebagai pencerminan bahwa informasi yang diterimanya memiliki bobot dan kualitas yang tinggi. Apa saja yang kita bicarakan, yang kita pertentangkan, dan segala yang kita diskusikan dalam kehidupan sehari-hari, dasarnya banyak bersumber dari media massa (Pers). Bahkan, Pers diyakini sebagai pilar kekuatan keempat dalam suatu tatanan negara dan berbangsa setelah Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Dalam negara demokratis, Pers berfungsi sebagai sumber informasi sebagai alat kontrol pemerintahan, sekaligus sebagai agen perubahan, reformasi, bahkan revolusi.  Sudah ada beberapa bukti dalam sejarah, di mana Pers bisa sangat berpengaruh terhadap tumbangnya rezim di suatu negara. Presiden Filipina...

Membenahi Program Televisi

Gambar
"Saya saat berkeluarga nanti dan jika siaran televisi kita belum juga berubah atau lebih buruk, lebih baik saya membawa keluarga dan anak-anak saya pulang kampung dan tinggal di pedalaman dimana tidak tercemar dengan siaran-siaran ‘sampah’ yang ada di televisi Indonesia. Benar saya sudah muak.” Kalimat di atas merupakan kutipan seseorang yang terdapat dalam Buku Kick Andy. Mungkin apa yang dirasakan orang tersebut juga dialami oleh beberapa masyarakat Indonesia. Mungkin juga sebagian orang menilai pernyataan tersebut terlampau ekstrem dan berlebihan. Jika kita berpikir secara rasional, pernyataan tersebut masih bisa diterima. Memang benar, tontonan yang ditampilkan oleh stasiun-stasiun TV merupakan acara murahan, tidak ada unsur mendidik, dan hanya mengajarkan manusia untuk bermimpi tanpa harus bekerja keras. Bahkan lebih parah lagi beberapa tayangan TV telah melakukan pembohongan publik secara nyata. Hampir semua stasiun TV bergerak ke satu arah menjadi menjadi karakter homogen, ...

Obituari: Warisan Berharga Jakob Oetama

Gambar
Siapa tak kenal Jakob Oetama? Meskipun saya bukan karyawan Kompas Gramedia. Tak juga pernah bertemu langsung dengan sosoknya yang bersahaja dan sederhana. Namun Jakob Oetama  merupakan guru dan sumber inspirasi bagi banyak orang, termasuk saya secara tak langsung. Saya mengidolakan, mengagumi, dari banyak aspek kehidupan figur Jakob, pendiri (bersama P.K. Ojong) dan pemimpin umum Kompas Gramedia. Saya mulai membaca koran  Kompas  sejak 1989, sedikit-banyak nilai-nilai  Kompas  (Jakob) memengaruhi perjalanan hidup saya. Dari  Kompas  dan buku-bukunya, saya mencoba memahami pemikiran, prinsip, cara pandang, kepribadian, sikap, serta kebijakan Jakob.  Saya mencermati nilai-nilai yang ditanamkan dan disebarkannya, terutama soal kemanusiaan, pendidikan, kebudayaan, dan kecintaan terhadap negara Indonesia. Pikiran Jakob senantiasa jernih tanpa prasangka buruk dengan sikap hati yang santun. Jakob menempatkan lembaga media sebagai lembaga pendidikan bagi ...

Media dan Popularitas

Gambar
Diana Frances Spencer, Guru TK yang sederhana dan bersahaja. Tak pernah bermimpi menjadi permaisuri Pangeran Charles, pewaris tahta Kerajaan Inggris. Pernikahan mereka pada 29 Juli 1981 ibarat kisah dongeng abad modern.  Seketika hidupnya berubah, tak lagi bisa bersahaja.  Seluruh tingkah lakunya di mana pun akan tertangkap kamera, wajahnya yang memang sudah bercahaya dipenuhi kilatan  blitz . Apa saja yang dia lakukan, menarik dijadikan berita.  Kehadiran  paparazzi  yang selalu membuntutinya untuk difoto paling eksklusif dengan imbalan honor tinggi dari media yang bersedia membelinya. Tampak jelas dari wajahnya, Diana merasa tak nyaman. Diana tak cukup siap dengan perubahan ini, begitu pun ketika pernikahan itu kandas pada 28 Agustus 1996.  Tercatat sampai lima kali Diana mencoba bunuh diri seperti dalam biografi yang ditulis Andrew Morton. Puncak kejahatan  paparazzi  terjadi pada 31 Agustus 1997. Diana dengan kekasihnya Doddy Fayed tewas ...

Tanggung Jawab Pers dalam Membangun Demokrasi

Gambar
Manusia baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial senantiasa membutuhkan informasi. Kebutuhan manusia akan informasi sudah menjadi hal yang mutlak dalam kehidupannya, selain untuk memenuhi rasa ingin tahu, manusia juga memerlukan informasi untuk bersikap dan bertindak. Informasi memang acap menjadi acuan dalam pengambilan keputusan. Saking pentingnya informasi bagi peradaban manusia, PBB mendeklarasikan hak untuk mendapatkan informasi ( right to know)  dan hak untuk menyampaikan informasi ( right to expression ) sebagai salah satu bentuk pelaksanaan HAM yang dicanangkan pada tahun 1948 melalui Declaration of Human Right. Era globalisasi yang bergulir cepat membuat kualitas hidup manusia banyak dipengaruhi oleh kualitas informasi yang diterimanya. Jika informasi yang didapat seseoang tidak berkualitas maka pengetahuan yang dimilikinya juga kurang berkualitas. Sebaliknya individu yang memiliki pengetahuan yang tinggi dan berkualitas maka hal itu sebagai pencerminan...

Membaca dan Menulis di Era Digital

Gambar
Sudah lama rasanya kita semua dibombardir informasi dari sumber yang berbeda pada waktu yang sama. Akses informasi melimpah tak tertahankan. Segala sesuatu yang terjadi di bumi diperbarui melalui sumber-sumber online atau offline, nyata atau maya, lewat jejaring Facebook, Twitter, WhatsApp, dan segala perangkat media lain. Tentu dengan derajat informasi yang berbeda. Ada informasi tidak penting, kurang penting, dan juga pasti ada informasi yang penting. Satu persoalan serius di zaman informasi saat ini adalah justru karena begitu melimpahnya informasi itu sendiri. Informasi dan berita kita terima setiap saat dari media apa saja dengan begitu cepat tanpa terkendali. Aneka ragam kualitas informasi dengan sendirinya menimbulkan pula kesulitan mengukur dan menilai informasi mana yang layak dipercaya dan informasi mana yang hendak kita sampingkan ? Semua diserahkan pada setiap individu. Satu hal lagi, bahwa melimpahnya informasi ternyata tidak sebanding dengan pertanggung jawaban kepada mas...

Pengalaman Saya dengan Kompas (55 Tahun)

Gambar
Perkenalan saya dengan  Kompas  karena kebiasaan yang tertular dari ayah saya-pembaca setia koran  Kompas . Sudah lebih dari 30 tahun. Saya masih mengingat ayah berlangganan dua koran sekaligus. Satu koran lokal bernama  Pedoman Rakyat, s atu lagi koran nasional bernama  Kompas.   Pedoman Rakyat  bacaan ayah di pagi hari sebelum berangkat ke kampus, sedangkan  Kompas  baru bisa dilahap ayah di waktu sore hari, menunggu waktu sembahyang magrib selepas pulang kerja ( Kompas  baru diantar pada lewat tengah hari, karena harus menunggu percetakan dan pengiriman dari Jakarta). Hampir setiap hari--pagi dan sore, saya selalu menemani ayah membaca koran di teras rumah kami di kota Makassar (dulu Ujung Pandang), sambil disuguhi kudapan dari dapur ibu, biasanya teh hangat dan pisang goreng. Tidak sekadar menemani, namun saya mulai ikut membaca  Kompas.  Meski saya baca hanya rubrik olahraga. Saya sering memohon kepada ayah untuk membagi l...

Trial By Media: Persidangan Pembunuhan Acara Talkshow

Gambar
Begitu menarik menyimak serial dokumenter  Trial by Media  yang mulai tayang pada 11 Mei 2020 silam di saluran Netflix. Trial by Media  meninjau kembali enam perkara hukum yang terkenal dan kontroversial dalam tiap episodenya yang berdurasi sekitar satu jam, di mana media memainkan peran besar membantu dalam proses menemukan keadilan, atau juga justru menjadi alat efektif untuk mengangkangi hukum. Penonton kemudian akan membuat tafsian beragam setelah mendapatkan penjelasan yang utuh dan meyakinkan mengenai sejarah peliputan media Amerika Serikat dalam penanganan perkara hukum yang jauh lebih dalam sekaligus jauh lebih memusingkan karena kasus hukum menjadi berita sensasional yang laku dijual. Episode pertama berjudul  Talk Show Murder . Peristiwa pembunuhan paling membingungkan yang pernah terjadi. Pada 9 Maret 1995, Jonathan Schmitz, pemuda dari Michigan, menembak dan membunuh Scott Amedure, teman barunya, karena merasa dilecehkan dan dipermalukan saat syuting acar...