Kisah Bapak Tua Penambal Ban
Ban belakang motor saya tiba-tiba gembos di pelataran parkir yang penuh kendaraan. Saya menarik napas sejenak untuk menata mental agar dapat menerima kejadian pahit ini. Bagaimana tidak, saya mengetahui tukang tambal ban dari lokasi saya sekarang cukup jauh, terlebih lagi waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, biasanya sudah banyak penambal ban telah tutup. Setelah cukup siap, saya mulai menuntun motor dengan harapan cepat menemui penambal ban sebagai penolong malam ini. Selama menyusuri jalan, saya membayangkan bahwa seharusnya waktu ini saya sudah berada di rumah untuk beristirahat setelah sepanjang hari letih dengan kegiatan. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk menemukan penambal ban. Ketika saya melihat dari kejauhan sebuah alat kompresor ukuran besar berwarna orange, seketika rasa letih saya nyaris hilang. Sesaat lagi rasa capek saya mendorong motor berakhir di sini. Saya tiba dan menghentikan motor tepat di dekat kompresor tersebut p...