Postingan

Menampilkan postingan dengan label Makassar

Selamat Ulang Tahun Kota Makassar ke-417

Gambar
Sejak lahir saya tinggal di kota. Maka saya tak pernah membayangkan bisa hidup selain di kota. Walaupun seringkali kehidupan metropolitan digambarkan sangat keras dan kejam. Sebuah kota bagi saya bukanlah tentang bangunan, tidak soal mall, bukan hotel, dan tidak pula mengenai gedung perkantoran. Kota adalah tentang manusia, tempat kita mengekspresikan cinta.  Ukuran kemajuan kota bukan dilihat dari tingkat ekonomi dan infrastruktur, melainkan dari seberapa bahagia masyarakatnya. Jika masyarakat bahagia maka akan menumbuhkan sikap positif dan dapat mengembangkan diri secara baik. Ahli perkotaan dari Jerman, Charles Landry mengatakan kota harus menjadi jangkar, seperti rumah yang memberi rasa stabil, ada tradisi yang dijaga dan berbeda satu sama lain.  Kota harus memiliki tujuan jelas akan menuju ke mana dan menjadi apa. Dengan kata lain harus memberi stimulasi, kegairahan, memiliki privasi tapi terkoneksi dengan mudah dengan dunia luar. Tantangannya adalah menciptakan kota yang...

Kapan Ada Kebun Binatang di Makassar?

Pembangunan dan industri di segala sektor terus digenjot oleh pemerintah Makassar demi mewujudkan tag line kota yang selama ini gencar dipromosikan “Makassar Great Expectation”. Makassar sepertinya semakin hari menjelma menjadi kota metropolitan yang super sibuk.  Namun bagi saya, pembangunan baru sebatas fisik dengan menyampingkan sisi humanis peradaban warganya. Ternyata, makin modern peradaban kota ini, semakin tidak manusiawi interaksi warga urban.  Kawasan kota hanya diperuntukkan untuk bangunan gedung berbeton yang sombong dan dingin, bukan memberikan manusianya ruang publik yang ramah,  teduh, nyaman dan penuh cinta.  Inikah wujud yang didamba manusia modern? Saya sama sekali tidak bangga, bahkan prihatin.  Saya baru akan merasa bangga jika pembangunan modern itu dilengkapi dengan hadirnya kebun binatang di kota tercinta ini. Sangat ironis, Provinsi Sulawesi Selatan dan Makassar sekitarnya, yang digadang-gadang kota maju, tapi tak memiliki satu wahana keb...

Budaya Kopi Orang Makassar

Gambar
Berbicara tentang kopi dan segala sesuatu di baliknya selalu menarik perhatian saya. Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Penggemar kopi sudah ada sejak dulu, dan terus ada hingga sekarang. Fenomena kopi sudah membudaya dan warisan turun temurun. Masyarakat pun semakin kreatif meracik varian kopi dengan cita rasa unik yang mengundang selera. Lebih jauh dari itu, nampaknya ngopi sudah menjadi gaya hidup dinamis. Masyarakat urban enteng saja menebus secangkir kopi dengan harga tinggi yang ditawarkan oleh gerai kopi impor berlisensi franchise . Padahal besar kemungkinan biji kopinya ditanam di tanah Indonesia yang subur, lalu di ekspor ke luar, diimpor kembali lalu dijual dengan harga yang melonjak. Begitu pula di kota Makassar. Rasa-rasanya, tak ada tempat mengobrol dan berbagi cerita senyaman di warung kopi. Dan ini salah satu alasan mengapa saya mencintai Makassar, kota kelahiran. Nyaris di setiap sudut kota Anging Mamiri , terdapat warkop lokal yang diasuh para peracik kopi d...

Dirgahayu Kota Makassar

Gambar
Dari arsip sejarah pada abad ke 15, Makassar menjadi salah satu kota paling berpengaruh di Nusantara, bahkan pertumbuhannya paling pesat di dunia dengan jumlah penduduk yang mencapai 150 ribu jiwa, bandingkan dengan kota Paris, Rotterdam, dan juga Istanbul yang hanya sekitar 100 ribu jiwa. Kala itu Makassar menjadi kota perdagangan. Posisinya strategis menjadi pintu masuk jalur perdagangan rempah ke wilayah Maluku. Benteng Somba Opu menjadi pusatnya. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Kerajaan Gowa serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya dari serangan Hindia Belanda (VOC) dan Portugis. Pada akhirnya menjadi warisan budaya Sulsel. Kota Makassar tumbuh pesat, sekaligus menjadi titik pertemuan beragam budaya. Berbagai simpul peradaban tertaut di kota yang berjuluk Anging Mammiri ini. Penduduk Makassar sejak awal dikenal ramah dan terbuka. Mampu menerima kultural secara kreatif, dan piawai dalam pergaulan antar budaya. **** Makassar dengan catatan panjang kejayaan di ma...

Bola Klasik: PSM vs Bali United 2017

Gambar
Kehidupan selalu berubah, tak ada keraguan. Masih terasa euforia dirgahayu PSM ke-102 pada 2 November 2017. Perayaan meriah yang momennya bersamaan dengan harapan besar mendapatkan kado istimewa: Juara Liga-1 2017. Sudah 17 tahun kita menantikan itu. Pesta yang lebih besar nampaknya sudah disiapkan. Saya pun sudah membayangkan kota Makassar akan menjadi lautan manusia berbaju merah berpawai mengarak trofi, bakal lebih ramai dari parade saat PSM juara kompetisi kasta tertinggi pada 1992 dan 2000. PSM bagi kami warga Makassar, bukan hanya sekadar klub sepakbola. PSM adalah simbol pemersatu, sarana perjuangan, wadah sosial warga masyarakat meluapkan ekspresi guna mencari hiburan tanpa sekat. PSM adalah jeda sejenak dari kota yang bernafsu berlari kencang. Kita bisa saling tak mengenal tapi saat berbicara PSM mata kita semua berbinar.   Apa bukti? Jika PSM menang pada malam hari, besok paginya cobalah pergi menawar ikan di Pelelangan Ikan Paotere atau belanja sembako di Pasar Tero...

Cerita Suporter PSM Makassar (2)

Gambar
Kampiun di Milenium Baru Baru saat memasuki milenium, PSM kembali menjadi tim yang solid. Nurdin Halid balik kandang. Pemain asing dan pemain nasional terbaik dikontrak dan digaji tinggi. De Melo, Kurniawan ‘Kurus’, Bima Sakti, Miro Baldo Bento, dan Aji Santoso, adalah nama-nama terbaik saat itu. Pelatihnya pun tak tanggung-tanggung: Henk Wullems, Si- Menir dari Belanda. Pokoknya gelar juara harga mati, tak boleh lepas lagi, titik. Selain PSM, Persija dengan dana berlimpah juga difavoritkan. Dan setelah mengarungi penyisihan yang panjang, PSM dan Persija harus bertemu di semifinal, bukan di final yang lebih pas dan ideal. Untung saja ‘Ayam Jantan Timur’ bisa menang tipis atas ‘Macan Kemayoran’, berkat gol tunggal Baldo Bento. Musuh di final adalah Pupuk Kaltim, yang diperkuat pemain kawakan nasional, jenderal lapangan, Fachri Husaini. Hasil akhir PSM menang 3-2, dan akhirnya menjadi juara. Klub pertama di luar pulau Jawa yang sukses. Prestasi tertinggi PSM ini semakin mengilap dengan ...

Cerita Suporter PSM Makassar (1)

Gambar
Koran Kompas , pernah menulis cerita suporter fanatik PSM, Dg Uki, dengan judul: '(Nama) Anakku, Jayalah PSM Reski Ilahi’. **** Sebagai wujud cinta, bangga, dan penghormatan, kepada PSM Makassar, klub kebanggan yang telah berusia 105 tahun pada 2 November 2020, sudah lama saya ingin mengabadikan dengan menuliskan banyak kenangan selama menjadi suporter PSM. Meski harus saya akui, tak semilitan dan ‘segila’ beberapa suporter PSM lain. Ukuran ‘gila dan militan’ suporter PSM relatif mudah ditakar. Yakni mereka yang rajin mendukung langsung PSM, meski bermain tandang. Paling istimewa ketika PSM bertanding di GBK (Senayan) di babak akhir kompetisi, maka kelompok suporter fanatik PSM mengarungi lautan selama dua hari menuju ibukota. Sampai sekarang saya masih kerap 'iri' dengan barisan suporter semacam mereka. Menurut persepsi pribadi, hanya ada empat suporter klub sepak bola nasional paling fanatik, paling tradisional mengakar, dan paling ‘gila’. Yakni suporter klub PSMS Medan, ...

Legenda Stadion Mattoanging

Gambar
Hari ini, Rabu, 21 Oktober 2020, Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, home base klub kebanggan PSM Makassar, resmi dirobohkan untuk kemudian direnovasi sebagai stadion modern yang berstandar internasional. Ada perasaan yang bercampur jika menyangkut pembangunan baru stadion keramat ini. Mattoanging dan PSM adalah satu paket. Melihat stadion Mattoanging pasti akan mengingat jejak sejarah PSM. Dari Mattoanging lah, Juku Eja berangkat hingga saat ini dianggap sebagai kekuatan tradisional sepak bola nasional. Sangat disegani. Harus diakui, kondisi stadion berkapasitas 15 ribu penonton yang berlokasi di jantung kota ini memang sudah lapuk. Dibangun pada masa Presiden Soekarno untuk penyelenggaran PON IV tahun 1957. Sepanjang lebih 63 tahun, nyaris tak pernah direnovasi untuk mengantisipasi perkembangan sepak bola, terutama animo penggemar PSM semakin menebal. Lebih dari sekadar fasilitas olahraga, Stadion Mattoanging dan PSM merupakan ruang publik bagi warga Makassar dan Sulsel dari segal...

Pilkada Makassar 2020 yang Unik

Gambar
Pertarungan dimulai.   Empat calon pasangan Walikota/Wakil Walikota Makassar periode 2020-2025 telah resmi ditetapkan oleh KPU Makassar, pada Rabu 23 September 2020. Mereka adalah sesuai dengan nomor urut di kertas suara:  Moh. Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, usungan Partai Nasdem dan Partai Gerindra, dengan jumlah 11 kursi;  Munafri Arifuddin-Abd. Rahman Bando, diajukan koalisi Partai Demokrat, PPP, dan Perindo, dengan jumlah 13 kursi;   Syamsu Rizal-Fadli Ananda, diusung PDIP, Hanura, dan PKB, dengan jumlah 10 kursi; dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Armin Nurdin Halid, yang usulkan gabungan Partai Golkar, PKS, dan PAN, dengan jumlah 15 kursi. Bagaimana kita memahami dan menimbang-nimbang keempat pasangan calon ini? Apakah para calon yang diajukan sudah memenuhi ekspektasi masyarakat? Masyarakat pemilih senantiasa diharapkan cerdas dan teliti untuk memilih pemimpin. Untuk mendapatkan pemimpin yang berkualitas, kita seharusnya memperhatikan dan mempelajari jej...

Makassar Adalah Jangkar Mengekspresikan Cinta

Gambar
Sejak lahir saya tinggal di kota. Maka saya tak pernah membayangkan bisa hidup selain di kota. Walaupun seringkali kehidupan metropolitan digambarkan sangat keras dan kejam. Sebuah kota bagi saya bukanlah tentang bangunan, tidak soal mal, bukan hotel, dan tidak pula mengenai gedung perkantoran. Kota adalah tentang manusia, tempat kita mengekspresikan cinta.  Ukuran kemajuan kota bukan dilihat dari tingkat ekonomi dan infrastruktur, melainkan dari seberapa bahagia masyarakatnya. Jika masyarakat bahagia maka akan menumbuhkan sikap positif dan dapat mengembangkan diri secara baik. Ahli perkotaan dari Jerman, Charles Landry mengatakan kota harus menjadi jangkar, seperti rumah yang memberi rasa stabil, ada tradisi yang dijaga dan berbeda satu sama lain.  Kota harus memiliki tujuan jelas akan menuju ke mana dan menjadi apa. Dengan kata lain harus memberi stimulasi, kegairahan, memiliki privasi tapi terkoneksi dengan mudah dengan dunia luar. Tantangannya adalah menciptakan kota yang ...

Mengagumi Masjid Al Markas Al Islami

Gambar
Bagi warga Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya, mungkin sudah mengenal sejarah Al-Markas Al Islami. Namun bagi para rekan-rekan yang belum sempat ke kota Makassar, tulisan ini bisa sedikit memberikan informasi jika kelak mengunjungi kota Anging Mamiri dan hendak berwisata religi di keagungan Masjid tersebut. Masjid yang dibangun pada tahun 1994 di atas area 10 hektar, bekas kampus Unhas lama, bukan sekadar bangunan yang digunakan umat muslim menunaikan shalat lima waktu. Masjid ini punya multi peran. Tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. Pantas memang, dengan bentuk bangunan fisik yang demikian megah, masyarakat Makassar pun begitu bangga dengannya. Betapa tidak, ini merupakan bagian dari identitas umat muslim setempat. Nilai-nilai keislaman, warisan budaya lokal, dan kemodernan melebur menjadi satu dengan sosok bangunan yang begitu mengagumkan.  Masjid ini dapat berdiri berkat inisiatif Jenderal M Jusuf--mantan Pangl...

Hidup di Kota Makassar

Gambar
Menetap di kota ini memberikan saya banyak pelajaran hidup yang bermakna, bahwa rasa mencintai dan membencinya adalah suatu keniscayaan. Semakin kabur. Semakin tipis. Itu hukum jamak rasa dan logika terhadap sesuatu yang melekat dalam kehidupan kita.  Semakin modern peradaban kota ini, ternyata semakin tidak manusiawi kehidupannya. Setiap komponen di dalamnya berlaku layaknya serigala yang memangsa serigala lainnya. Hampir tak ada lagi ruang untuk menerima dan memaafkan kesalahan. Kemanusiaan semakin nihil kita jumpai di kota yang katanya menganut prinsip  “Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebbi”. Semoga saya salah berasumsi, kota ini hanya nyaman terasa ketika kita sudah berada di rumah, bersama dengan orang-orang tercinta. Begitu kita beranjak keluar dari kawasan nyaman tersebut, bersiaplah menghadapi tekanan-tekanan yang mungkin lebih banyak diperoleh dari eksternal diri. Kita akan menjumpai dan beriteraksi dengan banyak orang yang tentunya relatif merespon. Hubungan terseb...

Suku Bugis dan Makassar itu Berbeda

Gambar
Empat kelompok suku terbesar di Provinsi Sulawesi Selatan adalah: Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Namun acap kali orang luar atau pendatang tidak dapat membedakan antara orang Bugis dan orang Makassar. Sangat sering, kata ‘Bugis’ dan ‘Makassar’ disandingkan, sehingga banyak yang menilai kata ‘Bugis’ dan ‘Makassar’ adalah sinonim. Bahkan orang Bugis dan orang Makasaar yang bersangkutan, juga para ilmuwan setempat sendiri turut berperan menghilangkan perbedaan kedua suku tersebut dengan melafal dan menuliskan kedua istilah tersebut menjadi kesatuan : ‘Bugis-Makassar’ Kecenderungan ini memang berdasarkan atas beragamnya kesamaan identitas mereka sebagai dua suku bertetangga yang mengatasi perbedaan suku dan bahasa mereka. Mereka, mungkin, dua suku di nusantara yang sistem hierarkinya paling kaku dan rumit. Sangat hitam putih. Proses similasi dan alkulturasi di segala aspek kehidupan, termasuk dalam seni sastra, menciptakan berbagai kesamaan budaya antara kedua suku tersebut. Faktor p...

Membenahi Lalu Lintas Kota Makassar

Gambar
Kota Makassar tidak pernah berhenti berbenah. Pemerintah masih terus bekerja menata kota yang menurut sensus terakhir dihuni hampir 1,7 Juta jiwa dan memiliki luas sekitar 175,77 Km2. Sebagai kota metropolitan sekaligus pusat ekonomi kawasan Indonesia timur, pembangunan kota Makassar mendapatkan banyak tantangan dari berbagai sektor. Salah satu sektor yang harus mendapat perhatian serius adalah bagaimana memecahkan persoalan transportasi yang semakin lama semakin rumit. Kota Makassar terancam akan bahaya kemacetan yang memang merupakan tipikal kota metropolitan. Sangat sulit mengurainya tanpa kebijakan visioner pemerintah. Menurut data Kantor Samsat Makassar jumlah kendaraan yang lalu lalang di kota Makassar sampai akhir Desember 2010 mencapai 824.326 unit, dengan rincian sepeda motor 665.183 unit dan mobil 159.143 unit. Belum lagi jumlah kendaraan yang berasal dari daerah penyangga kota Makassar seperti Maros, Gowa, dan Takalar. Seperti yang sering diinfokan, pertumbuhan kenda...