Postingan

Menampilkan postingan dengan label Film

Na Willa: Masa Kanak-kanak yang Dirindukan

Gambar
Sepertinya sudah menjadi tradisi, libur lebaran diisi pergi ke bioskop nonton bareng film keluarga. Setelah tahun lalu film Jumbo yang meledak, lebaran kali ini kita dihibur film berjudul Na Willa , yang juga dibuat sutradara Ryan Adriandhy dan rumah produksi Vinisinema. Na Willa didaptasi dari novel berjudul sama karya Reda Gaidiamo yang belum saya baca. Film ini berkisah kehidupan Na Willa (diperankan Luisa Adreena) anak perempuan 5 tahun, bersama keluarga dan kawan-kawannya di Gang Krembangan Surabaya pada akhir 1960-an. Ayah Willa bernama Paul (Junior Liem) dipanggil Pak, ia bekerja sebagai pelaut yang selalu berlayar berbulan-bulan meninggalkan rumah. Saking lamanya Willa sempat lupa wajah Pak ketika pulang. Jadilah Willa dalam pengasuhan penuh Mak, mama Marie (Irma Novita Rihi). Di rumah mereka juga tinggal mbok (Mbok Tun) yang sangat pandai memasak. Keseharian Willa juga menyenangkan karena punya tiga sahabat. Ada Farida (Freya Mikhaila) yang cadel yang punya 7 kakak, Dul (Aza...

Marty Supreme: Drama Petenis Meja Amerika

Gambar
Film ini dibuka pada suatu hari tahun 1952 di toko sepatu pinggiran New York yang sesak dan berantakan. Pegawai toko bernama Marty Mauser (diperankan Thimotee Chalamet), anak muda Yahudi, kurus, kacamata intelek, dan berkumis tipis. Ia kedatangan Rachel (Odessa A'zion), teman kecil sekaligus tetangganya yang sudah bersuami. Rachel berpura-pura menjadi pelanggan yang ingin mengambil sepatu, dan Marty pun membawa Rachel ke gudang dan mereka berhubungan seks kilat penuh gairah. Selanjutnya kredit film bergulir dengan grafik sekumpulan sperma yang menyerang sel telur,  diiring lagu Forever Young  dari Alphaville. Pengantar film klasik yang sungguh memikat. Marty sangat terobesi pada olahraga tenis meja. Dia melakukan segala cara untuk pergi ke London, ikut pertandingan tenis meja mewakili Amerika Serikat yang tidak menganggap pingpong sebagai sport . Federasi tenis meja AS hanya berjumlah dua orang dan tak punya kantor. Marty tidak serius bekerja di toko sepatu milik pamannya, Mu...

Leave the World Behind: Tanda Akhir Dunia

Gambar
Leave the World Behind  (2023)  film yang diproduksi Netflix disutradarai dan ditulis oleh Sam Esmail, adaptasi dari novel Rumaan Alam. Film tentang "kiamat", tentang apa yang kita pikir yang akan mengakhiri dunia. Julia Roberts dan Ethan Hawke berperan sebagai Amanda dan Clay Sandford. Amanda bekerja sebagai eksekutif periklanan, sedangkan Clay, suaminya, profesor studi bahasa Inggris dan menulis kolom untuk New York Times. Pasangan ini memiliki dua anak remaja, Archie dan Rose. Keluarga bahagia dari Brooklyn Heights, New York. Keluarga mereka pergi berlibur di sebuah rumah-villa di kawasan terpencil Long Island. Mereka mengistilahkan Island sebagai tempat yang sempurna untuk “meninggalkan dunia". Mereka berenang di villa, berjemur di pantai, minum kopi Starbucks sambil bekerja online atau sekadar santai menonton televisi bersama. Pada suatu malam dan terjadi pemadaman listrik di seantero kota, seroang ayah dan anak perempuan berkulit hitam, GH Washinton (Mahershala Al...

Home Sweet Loan: Impian Rumah Kelas Menengah

Gambar
Home Sweet Loan  (2024) adalah film drama keluarga yang disutradarai Sabrina Rochele Kalangi dan ditulis oleh Widya Arifianti dari adaptasi dari novel karya Amira Bastari berjudul sama. Mengisahkan perempuan muda bernama Kaluna (diperankan Yunita Siregar), yang bekerja kantoran di Jakarta dengan gaji bulanan sekitar 6 juta. Untuk menambah penghasilan ia berkerja free lance sebagai model lipstik. Kaluna masih tinggal bersama ayah dan ibu di rumah klasik sederhana warisan kakeknya. Tinggal juga dua kakaknya Kanendra (Ariyo Wahab) dan Kamala (Ayu Shita). Kanendra dan Kamala sudah menikah dan memiliki satu anak. Jadi rumah tersebut dihuni sembilan orang dari tiga  kepala keluarga. Kita bisa tandai dari ada tiga kulkas yang ada di dapur rumah tersebut, berdekatan dengan meja makan yang hanya ada empat kursi. Di rumah itulah pusat konflik bercampur dari semua tokoh. Sementara dua keluarga kakaknya yang hidup "seenaknya", Kaluna dan ibunya yang bertanggung jawab dalam rumah terseb...

Namanya Hidup Ada Tawa dan Ada Duka

Gambar
Suka Duka Tawa adalah film oke untuk memulai tahun 2026. Film bergenre drama komedi yang mengisahkan perjuangan seorang komika perempuan bernama Tawa, yang menjadikan aib keluarganya sebagai materi komedi di atas panggung, ia menertawakan masa silam yang kelam. Tawa adalah anak tunggal pasangan Keset dengan Cantik. Pada saat Tawa umur 6 tahun, Keset kabur meninggalkan Tawa dan Cantik, untuk mengejar karier sebagai pelawak grup klasik yang bermain sketsa komedi. Sulit untuk tidak mengingat gaya lawakan grup legendaris, Srimulat. Kepergian Keset tentu menciptakan luka dan trauma bagi Tawa dan ibunya yang harus berjuang mencari nafkah, berpindah-pindah kos kamar sempit. Tawa juga harus bekerja apa saja demi bertahan hidup di belantara ibu kota yang kejam, dari pegawai toko furniture yang dipecat sampai ia mencoba sebagai komika. Tawa bersama gengnya, memang sering mengunjungi suatu komunitas open mic . Pada suatu momen, Tawa naik ke panggung, ia membawakan materi berdasarkan kemarahan...

Ketika Pers Melawan Pemerintah yang Berbohong

Gambar
The Post adalah film sejarah jurnalistik yang disutradarai dan dibintangi tiga nama besar. Steven Spielberg, Tom Hanks, dan Meryl Streep.  Digarap dengan gaya konvensional tetapi tetap seru. Film ini mengangkat kisah nyata konflik redaksi surat kabar Washington Post pada tahun 1971 ketika menerbitkan dokumen rahasia Departemen Pertahanan yang kita kenal dengan "Pentagon Papers". Tom Hanks memainkan Ben Bradllee, editor  Post yang juga sahabat dan mantan penasehat mendiang Presiden Jhon Kennedy. Ia visioner dan sangat memegang teguh independensi pers. Ben tegas menolak mengganti reporter seperti yang dipesan Gedung Putih untuk meliput perkawinan putri Presiden Richard Nixon. Post adalah koran yang dimiliki keluarga Katherine "Kay" Graham yang diperankan Merryl Streep dengan cemerlang. Kay memimpin perusahaan secara mendadak sepeninggal suaminya Phil Graham yang bunuh diri pada 1963. Ia pewaris dan berkuasa di  Post , tapi tidak mencampuri kewenangan Ben di depar...

Avatar Fire and Ash: Durasi Terpanjang dan Ceritanya Mudah Ditebak

Gambar
Pada Boxing Day 26 Desember 2025, Vera, saya, Siti, dan Uswa, berangkat ke bioskop XXI Mall Ratu Indah. Kami akan menonton Avatar : Fire and Ash pada pukul 19.55 di Studio-1. Empat tahun silam kami juga menonton  Avatar-2   di teater ini. Babak ketiga Avatar ini memiliki elemen baru yakni api. Kembali mengisahkan konflik keluarga Jake Sully dan Neytiri yang masih berduka setelah Neteyam, anak sulung mereka, penerus pemimpin Sully, tewas dalam pertempuran  The Way of Water . Empat adik Neteyam: Lo'ak, Tuk, Kiri, dan Spider, mengambil peran lebih intens di keluarga Sully dalam sekuel ketiga ini. Terutama Spider yang merupakan anak angkat keluarga dan sering dipanggil bocah kera yang bisa bernapas normal di semesta pandora. Spider diburu "bangsa langit" untuk dijadikan objek riset, yang membuat keluarga Jake Sully kembali berperang. Kali ini bangsa Na'vi bertarung dengan kelompok penjajah manusia jahat. Kolonel Miles Quaritch musuh bebuyutan Jake yang juga menjel...

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)

Gambar
Masih di festival Ubud . Salah satu yang ditunggu event ini adalah nonton film bareng di Alang-Alang Stage, Taman Baca. Biasanya film underrated , kontroversial, dan kadang sengaja tidak diputar di bioskop-bioskop komersial. Lebih istimewa lagi, di Ubud kita menonton film bersama sutradaranya. Saya belum lupa momen pemutaran film Memories of My Body ( 2019 )   bersama Garin Nugroho, sutradara kaliber Indonesia. Edisi kali ini juga spesial, pada Jumat malam 31 Oktober 2025, film programme menayangkan  The Last Accord:  War, Apocalypse, and Peace in Aceh.  Film dokumenter ini disutradarai Arfan Sabran, sineas asal Makassar. Sebelumnya saya mengenal Arfan sebagai dosen jurusan Biologi di Universitas Hasanuddin. Arfan resign dari kampus, hengkang ke Jakarta, karena ia memilih fokus sebagai sutradara. Ketemulah kami di Ubud, momen  luar  biasa. **** Film dokumenter 75 menit ini menceritakan kisah luar biasa tentang bagaimana salah satu konflik terpanjang d...

Drama Klasik Sidang Pengadilan

Gambar
Film Just Mercy dirilis pada akhir 2019, saya tidak mengetahuinya ketika itu, atau barangkali film ini tidak pernah beredar di bioskop-bioskop Makassar. Sampai saya menemukan dan menontonnya di kabin pesawat penerbangan nomor GA-980 rute Jakarta ke Jeddah pada 12 April 2025 silam. Just Mercy disutradarai Destin Daniel Cretton diadaptasi dari  buku laris tahun 2014 karya Bryan Stephenson, pengacara muda dan aktivis hak-hak sipil,  salah satu pendiri Equal Justice Initiative (EJI) di Montgomery, Alabama.  Didedikasikan untuk membela orang miskin, mereka yang dipenjara, dan mereka yang dihukum secara tidak manusiawi. Seperti memoarnya, film ini berfokus pada Bryan Stephenson, yang diperankan oleh Michael B. Jordan,  berjuang untuk membantu orang yang butuh bantuan hukum.  Awalnya niat mulia Bryan tidak direstui ibunya yang sudah membiayai mahal kuliah Bryan di Harvard dan membayangkan keselamatan Bryan. Cerita dibuka pada 1987 di pedalaman Alabama, pengusaha...

Jumbo: Dongeng Kesatria dari Kampung Seruni

Gambar
Pada Sabtu sore, 5 April 2025, mengisi libur lebaran, ramai-ramai kami pergi ke bioskop XXI Mall Ratu Indah, untuk menonton Jumbo , film animasi karya sutradara muda Ryan Adriandhy dari rumah produksi Vinisinema. Ketika film dibuka dengan dongeng berjudul "Kesatria Pemberani di Pulau Gelembung" yang dibacakan ayah (pengisi suara oleh Ariel Noah) dan ibu (Bunga Citra Lestari) kepada sang anak, Don (Prince Poetiray dan Den Bagus Sasono), saya langsung yakin film ini sangat bagus. Akhirnya bisa merasakan sensasi menonton film animasi dengan bahasa Indonesia dengan subtitle  bahasa Inggris.  Jumbo mengisahkan kehidupan dan petualang anak bernama Don yang hidup bersama Oma (Ratna Riantiarno), setelah orangtuanya meninggal dunia, mewariskan buku dongeng berjudul "Pulau Gelembung" yang sangat dijaga oleh Don.  Don tinggal di Desa Kampung Seruni, bersahabat akrab dengan Nurman (Yusuf Ozkan), dan Mae (Graciella Abigail). Mereka rajin pergi ke lapangan kampung untuk bermain ...

Tiga Jiwa yang Sepi Menemukan Keluarga

Gambar
Setelah sekian lama, pada weekend lalu, saya bersama Vera kembali pergi ke Teater XXI Trans Studio Mall, untuk menonton film layar lebar berjudul The Holdovers . The Holdovers berlatar pada Desember 1970 di sekolah asrama putra Barton, New England, AS. Alexander Payne menyutradarai film ini berdasarkan naskah yang ditulis David Hemingson. Dirilis pada akhir 2023 lalu, yang sejatinya film menyambut Natal. Alur cerita fokus pada tiga karakter. Pertama, seorang guru pelajaran sejarah kuno bernama Paul Hunham (diperankan dengan baik Paul Giamatti). Paul telah menerima kekecewaan dan frustrasi sebagai bagian dari kehidupan kerja guru, ia tipikal guru klasik, keras kepala, sangat teguh pada disiplin dan standar akademis. Paul banyak dibenci di sekolah terutama Hardy Woodrup, yang sangat marah karena Paul tidak meluluskan siswa anak dari donatur besar Barton. Paul guru tua yang belum kawin dan punya masalah bau badan yang membuatnya makin dimusuhi oleh siswa-siswanya. Karakter kedua adala...

Jersey Girl: Inspirasi Menjadi Ayah yang Lebih Baik

Gambar
Pada 16 Januari 2024 bertepatan dengan ulang tahun ke-8 anak saya Uswatun, saya menonton film klasik berjudul  Jersey   Girl  yang rilis pada 2004. Film ini ditulis dan disutradarai Kevin Smith, dan dibintangi Ben Affleck, Liv Taylor, Jennifer Lopez, dan Raquel Castro. Berkisah tentang perjuangan seorang ayah yang sukses dalam profesinya di kota megapolitan New York, tiba-tiba harus meninggalkan kariernya demi mengasuh bayi perempuannya. Cerita dimulai di ruang kelas 1 sekolah dasar. Guru mempersilahkan semua siswa membacakan secara singkat tugas esai tentang arti keluarga buat mereka. Satu per satu siswa maju dan tampil menceritakan profesi orang tua dan kebiasaan mereka di rumah. Kita pun tertawa mendengar kisah-kisah lucu dan menggemaskan, mulai dari selera makan, kehidupan religius ayahnya, kebiasaan buruk kakaknya, hingga kampanye Presiden George W Bush. Sampai kemudian giliran siswa bernama Gertie Trinki bercerita sekaligus memberitahu kita plot film dalam durasi 10...

Kisah Guru BP Melawan Netizen

Gambar
Pada Rabu 2 November 2023, saya nonton pada kesempatan pertama penayangan film Budi Pekerti di bioskop. Ditulis dan disutradarai Wregas Bhanuteja, film ini kembali menyampaikan pesan kuat bagaimana kita harus berpikir jernih dan bersikap bijaksana menghadapi orang-orang angkuh di dunia media sosial. Mengambil latar Yogya yang guyub pada masa pandemi, Budi Pekerti berkisah tentang keluarga Prani Siswoyo (Sha Ine Febriyanti), guru bimbingan penyuluh (BP) SMP Pengemban Utama, yang begitu dekat dan hangat dengan siswanya.  Prani punya salam khas dan pendekatan yang ia istilahkan dengan 'refleksi' kala memberikan sanksi pada siswa indisipliner. Prani juga sedang berkampanye untuk dipromosikan sebagai wakil kepala sekolah bidang kemahasiswaan. Prani adalah istri Didit Wibowo (Dwi Sasono), pengusaha yang menderita depresi karena usaha yang dirintis seperti budidaya ikan cupang dan bisnis batu akik terpuruk karena pandemi Covid - 19 . Pasangan ini memiliki sepasang anak. Si sulung ...

Sherina dan Sadam Setelah 23 Tahun

Gambar
Ya, setelah 23 tahun Sherina Darmawan dan Sadam Ardiwilaga kembali menghibur kita pecinta sinema tanah air. Saya masih ingat menonton  Petualangan Sherina pada 2000 di Bioskop Mataram Yogyakarta. Jika tidak lupa harga tiketnya empat ribu rupiah. Saya sedang berkuliah semester awal kala itu diajak nobar oleh ibu kos. Momen itu adalah pengalaman menyenangkan. 23 tahun adalah waktu yang lama sekali. Banyak fase perjalanan hidup pada rentang itu, kuliah selesai, bekerja, menikah, dan bertumbuh bersama anak-anak, yang kami ajak untuk nonton sekuel Petualangan Sherina . Petualangan Sherina  barangkali film Indonesia pertama yang saya tonton di bioskop. Film istimewa karena berhasil membangkitkan dunia perfilman yang lama mati suri karena masyarakat Indonesia saat itu mulai mengakses stasiun televisi swasta dilanda euforia sinetron layar kaca. Orang berpikir seribu kali mengeluarkan uang untuk membayar tiket bioskop. Ceritanya sederhana, tapi film ini digarap dengan sangat baik,...