Postingan

Menampilkan postingan dengan label Piala Dunia

Kisah Tanjung Verde Melawan Juara Dunia

Gambar
Tidak ada yang bisa menceritakan kisah sehebat seperti sepak bola di panggung Piala Dunia. Kita membahas Tanjung Verde.  Siapa mereka? Sebagian besar dari kita hampir tidak pernah mendengar negara ini satu bulan yang lalu. Negara kepulauan kecil di lepas pantai barat laut Afrika ini merdeka dari koloni Portugal pada tahun 1975. Memiliki penduduk  hanya 550.000 jiwa, menjadikannya salah satu negara terkecil yang bermain di Piala Dunia. Tanjung Verde "Hiu Biru" diasuh Pedro Leitao Brito, yang dikenal sebagai Bubista.  Mereka lolos kualifikasi mengugguli tim Kamerun yang langganan lolos ke Piala Dunia. Hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang solid dan terorganisir.  Hanya segelintir yang mengetahui skuad yang solid ini telah bersama selama hampir setengah dekade.  Mereka datang ke Amerika Utara sebagai  Peringkat 69 FIFA, dengan memboyong pemain-pemain diaspora terutama dari Rotterdam Belanda, daripada pemain dari ibu  kota Tanjung Verde, Pr...

Senegal Menantang Perancis dengan Memori Bersejarah 2002

Gambar
Salah satu kejutan terbesar pertandingan Piala Dunia sepanjang sejarah terjadi pada Jumat 31 Mei 2002 di Stadion Seoul Korea Selatan.  Senegal mendapat kehormatan menjadi penantang juara bertahan Perancis di laga perdana Piala Dunia 2002, yang digelar pertama kali di luar benua Eropa dan Amerika. Jika bukan Piala Dunia, seberapa banyak orang mengenal Senegal?  Senegal dipandang remeh di Grup A yang mengabungkan Perancis, Uruguay, dan Denmark. Sejarah telah tertulis, Senegal membungkam dan menjungkir balik semua prediksi para pengamat, media, dan rumah taruhan dengan menumbangkan Perancis yang saat itu berstatus sebagai Juara Dunia 1998 dan Juara Piala Eropa 2000. Gol tunggal Papa Diob ke gawang Fabien Barthez telah tercatat sebagai salah kejutan terbesar dalam sejarah pertandingan Piala Dunia . "Singa Teranga" melangkah jauh di Piala Dunia pertamanya, melebihi harapan siapa saja. Setelah lolos dari "grup neraka", di babak perdelapan final Senegal berhadapan dengan S...

Tidak Ada Italia di Piala Dunia

Gambar
Sepak bola Italia dibangun dari tradisi panjang dipadu ambisi besar membuat sepak bola Italia selalu diwarnai rivalitas yang penuh drama, banyak teka-teki, sarat tendensi, dan bahkan mafia. Di sana sepak bola adalah metafora kehidupan, sebuah permainan yang harus dituntut menang apa pun caranya. Setiap pemain memainkan perannya dengan "baik".  Ciri khas paling dikenal dari sepak bola Italia adalah kesederhanaan, yakni konservatif dalam bertahan. Pecinta sepakbola kemudian menyebut Cattenacio . Saya bagian generasi milenial, rasanya sulit meneriman fakta Italia tidak ikut Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun (2018, 2022, dan 2026).  Kita tumbuh dari tayangan Liga Italia di TVRI dan RCTI.  Lega Calcio  kompetisi  terbaik di Eropa kala itu. Kumpulan pemain terhebat dan termahal bersaing di klub Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.  Banyak yang bilang persaingan Seri-A jauh lebih sangar daripada persaingan di kompetisi Eropa. Rivalitas klub sekota AC M...

Indonesia Menjaga Harapan ke Piala Dunia 2026

Gambar
Indonesia mengalahkan Bahrain 1-0 pada pertandingan kedelapan Round - 3 Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa malam 25 Maret 2025. Laga yang disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto dan 70 ribu fans, tuan rumah mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut ketika Ole Romeny dari Oxford United menciptakan gol dari dalam kota penalti. Ole dengan dingin berhasil menaklukkan kiper Bahrain, Ebrahim Lutfalla pada menit ke-24 setelah menerima umpan terukur Marselino Ferdinan. Gol yang membuat GBK bergemuruh. Kemenangan ini datang di saat yang sangat dibutuhkan. Kemenangan ini tidak hanya mengembalikan optimisme Garuda setelah dihajar Australia 1-5 di Sydney lima hari yang lalu.  Dengan kemenangan krusial tadi malam, tim Garuda menjaga harapan untuk dapat tiket ke putaran final Piala Dunia 2026, setidaknya melalui putaran keempat, yang akan berlangsung pada Oktober 2025. Target paling realistis bagi skuad merah putih. Jay Idzes da...

Garuda Terjungkal di Tanah Australia

Gambar
Indonesia di bawah asuhan pelatih baru Patrick Kluivert menggantikan Shin Tae-yong, harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke kandang Australia dalam lanjutan pertandingan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026. Skuad Garuda yang pada awalnya sangat percaya diri menang atau setidaknya bisa mencuri satu poin krusial, harus mengakui keunggulan besar Australia 5-1, di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3) malam waktu setempat atau sore waktu tanah air. Timnas sebenarnya memiliki peluang emas untuk unggul lebih dulu di menit ke-8. Sayangnya, eksekusi penalti Kevin Diks gagal membuahkan gol, setelah sebelumnya Rafael Struick dijatuhkan Kye Rowles di kotak terlarang. Kesempatan yang terbuang itu langsung dihukum Australia. Tuan rumah mendapatkan penalti peninjauan VAR setelah Nathan Tjoe A On melanggar Lewis Miller. Tidak seperti Diks, Martin Boyle yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Maarten Paes, membawa Socceroos unggul 1-0 di menit ke-18. Tak butuh waktu lama, Australia mengg...

Pemain Terhebat Sepanjang Masa Memenangkan Final Piala Dunia Terbaik

Gambar
Kita merasakan seluruh emosi saat Argentina akhirnya mengalahkan juara bertahan Perancis di final Piala Dunia terbaik yang pernah terpentaskan. Pertandingan yang menghadirkan kegembiraan dan drama  thriller . Argentina memenangkan Piala Dunia ketiga mereka setelah pertama pada Piala Dunia 1978 di Argentina bersama skuad Mario Kempes, dan kedua pada Piala Dunia 1986 Meksiko yang fenomenal dari aksi Diego Maradona. Sesaat setelah penalti keren Gonzalo Montiel memastikan kemenangan bersejarah itu, skuad Argentina saling memeluk satu sama lain dalam campuran kegembiraan dan keharuan yang penuh air mata.   Lionel Messi kapten superstar merayakannya dengan emosional, air mata mengalir di tengah senyuman. Dia berlutut dan mengacungkan dua telunjuknya ke langit di lingkaran tengah, kemudian ia hilang oleh rekan satu tim yang saling berangkulan. Messi akhirnya mendapatkan medali pemenangnya, merengkuh dan mengangkat Piala Dunia, trofi yang sangat dia dambakan dalam upaya kelima dan mun...

Misteri Final Piala Dunia 2022

Gambar
Tak ada pesta yang tak berakhir. Piala Dunia Qatar 2022 yang  dimulai pada 20 November 2022 akan tuntas dalam hitungan jam ke depan. Kita sudah menyaksikan 63 pertandingan level tinggi di delapan stadion di lima kota besar di tanah Jazirah Qatar. Satu per satu negara peserta, baik mantan juara maupun tim "kuda hitam", mulai Jerman, Uruguay, Spanyol, Portugal, Belanda, Inggris, dan Kroasia telah berguguran. Al Rihla , bola resmi Piala Dunia Qatar, yang maknanya "perjalanan", akan bergulir untuk terakhir kalinya di Lhusail Iconic Stadium, stadion megah yang canggih berkapasitas 88 ribu penonton akan menjadi panggung dan saksi ajang paling prestius di dunia. Argentina dan Perancis akan mendapatkan "kehormatan" ketika salah satu finalis memenangkan gelar Piala Dunia 2022 di Stadion Lushail Iconic, Doha, pada hari Minggu, 18 Desember 2022. Argentina versus Perancis adalah final Piala Dunia ideal yang sangat dinanti-nantikan. Dua kutub sepak bola, Amerika Latin ...

Kami Hidup Bersama Kami Mati Bersama, Itulah Semboyan Perancis

Gambar
Kemampuan sebuah bangsa bangkit dari keterpurukan tidak bisa dilepaskan dari sejarah bangsa itu sendiri. Semakin panjang sejarah yang dialami, semakin banyak pelajaran yang bisa dipetik untuk keluar dari krisis. Sama halnya dengan negara besar Eropa lainnya, Perancis yang kini menjadi rumah impian semua orang, pernah pula mengalami masa kegelapan. Revolusi Perancis (1789-1799) menjadi titik balik sejarah. Perancis menjadi negara terbuka, berpikiran luas, menjadi tempat banyak orang selain mengadu nasib, juga untuk menimba ilmu. Semangat keterbukaan dan semangat menaklukkan kolonialisme masa lalu menjadi kekuatan Perancis di semua sendi kehidupan. Tak ada negara yang memiliki warna sekaya Perancis. Dengan sejarah panjang itu, tidak usah heran tim sepak bola Perancis selalu bisa bangkit dari keterpurukan. Bahkan lebih dari itu, mereka seperti lebih bergairah dan memiliki rasa percaya diri tinggi. **** Pahamilah sejarah tim Perancis dalam lima Piala Dunia terakhir. Les Bleus  sejak me...

Magis Messi Akhiri Perlawanan Kebangkitan Kroasia

Gambar
Selalu ada sesuatu yang magis tentang sepak bola Argentina. Piala Dunia Qatar 2022 ini terasa seperti rangkaian festival spiritual kebangkitan Lionel Messi dan para pemujanya. Sejak debutnya melawan Serbia Montenegro pada Jerman 2006, Lionel Messi sudah 25 kali bertanding di Piala Dunia, dan akan menjadi 26 untuk melewati kapten legendaris Jerman Lothar Matthaus (25 game) dan pesepak bola manapun nantinya sebagai rekor abadi. Tak ada yang menyangka penampilan terbaik Messi dan Argentina di lima Piala Dunia adalah Qatar 2022, pada usia 35 tahun. Sejak kalah di pertandingan pembuka Grup C melawan Arab Saudi, mulai saat itu semua pertandingan adalah "final". Skuad ini membuktikan betapa kuatnya mereka, memainkan lima "final" melawan Meksiko, Polandia, Australia, Belanda, dan Kroasia, dan memenangkan semuanya. Argentina berhasil bangkit dari keterpurukan, lulus ujian berat. Terakhir pada pertandingan semifinal melawan Kroasia, finalis 2018 yang mengalahkan Brasil di per...

Didier Deschamps Ingin Menulis Sejarah Baru Perancis

Gambar
Jika berbicara sepak bola Perancis, barangkali ada dua sosok yang paling dikenal: Michel Platini dan Zinedine Zidane. Platini berjaya di era 1980-an dengan memimpin Perancis memenangkan trofi pertama, Piala Eropa 1984. Kiprahnya di tiga Piala Dunia (1978, 1982, 1986) juga cemerlang meskipun tak pernah kampiun, dua kali menembus semifinal. Pada 2007 sampai 2015 Platini menjabat Presiden UEFA, otoritas sepak bola benua Eropa. Ketika sebagai tuan rumah 1998, Perancis juara dunia pertama kali lewat aksi fenomenal Zidane. Perancis join  club 7 , negara yang pernah menjuarai Piala Dunia. Berlanjut menyandingkan gelar Piala Eropa dua tahun kemudian. Itulah sejarah terhebat sepak bola Perancis. Piala Dunia 1998 Barangkali banyak yang sudah lupa, orang Perancis pertama mengangkat trofi Piala Dunia mahakarya seniman Italia, Silvio Ganzzaniga, bukanlah Zizou-panggilan Zinedine Zidane, tetapi Didier Deschamps, sang kapten, pemimpin sejati  Les Bleus. Deschamps bertanding untuk Perancis 10...