Postingan

Menampilkan postingan dengan label Olahraga

Usain Bolt 9,58 Detik dan Batas Kemampuan Manusia

Gambar
Nama Usain Bolt dari Jamaika melejit bak roket pada Olimpiade Beijing 2008 ketika meraih emas double sprint nomor prestise individual, 100 meter dan 200 meter, lengkap dengan torehan rekor terbaik dunia di Bird Nest Stadium, Beijing.  Bolt berlari 100 meter hanya ditempuh dalam 9,69 detik!!, memperbaiki catatan 9,72 detik miliknya sendiri. Berselang dua hari kemudian pada nomor 200 meter, waktu terbaik 19,32 detik milik sprinter legendaris AS, Michael Johnson, yang telah bertahan 12 tahun, tumbang oleh kilatan kaki Bolt dengan catatan 19,30 detik.  Dunia olahraga dibuat tercengang bagaimana bisa seorang Bolt berlari begitu cepat jauh meninggalkan rivalnya. Euforia, kehebohan, serta puja-puji mengalir kepadanya. Namun dunia ini tidak indah jika setiap orang memiliki asumsi seragam.  Tidak sedikit meyakini apa yang diperoleh Bolt adalah sebuah konspirasi, atau menggunakan zat terlarang untuk menunjang daya dorong tubuhnya secara kejap mata. Atau apalah caranya. Bolt didakw...

Atlet Legenda: Yelena Isinbayewa dan Liu Xiang

Gambar
Terlepas kita semua sudah berusaha dan bekerja semampu yang bisa kita lakukan. Bahwa hidup itu seperti roda, kadang berada di atas dan kemudian berputar ke bawah, memang benar adanya.  Hukum alam ini menimpa siapa saja tepat pada waktunya yang kita sendiri tidak mengetahui pastinya, dan itulah dinamikanya yang membuat kehidupan ini terdapat banyak cerita yang layak dikenang sekaligus dijadikan inspirasi.  Kali ini saya (kita) dapat belajar banyak hal dari dua sosok atlet Olimpiade legendaris di cabang olahraga Atletik, pelompat galah putri Russia, Yelena Isinbayeva, dan sprinter lari gawang 100 meter asal China, Liu Xiang.  Pada tiga olimpiade terakhir penampilannya, Athena 2004, Beijing 2008, dan London 2012, bagi keduanya menujukkan bahwa kesuksesan dan kegagalan dalam satu persaingan di dunia olahraga adalah hal biasa, hampir tidak ada jarak. Saya penggemar berat Yelena Isinbayeva sejak tahun 2004. Isinbayeva berbeda dengan atlet lain di tiga Stadion Utama Olimpiade, ...

Sport Klasik: Andy Murray Juara Wimbledon 2013

Gambar
Menanggung sejarah panjang yang maha berat, untuk menjadi orang Inggris Raya pertama yang menjadi juara Grand Slam prestisius Wimbledon setelah 77 tahun.  Dan ketika di partai final tunggal putra, pada 7 Juli 2013, musuh abadinya, Novak Djokovic gagal menyeberangkan bola, sejarah tenis terlama telah berakhir di Centre Court. Andy menang tiga set, 6-5, 7-5, 6-4. Itu adegan yang tak akan dilupakan oleh orang Inggris, yang bahkan banyak di antara mereka belum lahir 77 tahun lalu. Andy sang pahlawan sangat emosional di upacara penyerahan trofi yang tradisional itu.  Setahun mundur, pada final tahun 2012, di rumput sama yang dipijak, dia berurai air mata pedih saat dikalahkan Maestro Swiss, Roger Federer. Andy dan publik Inggris belum bisa berpesta kala itu. Pemenang yang Menanti Giliran , --tulis beberapa surat kabar setempat, merespon kegagalan Andy. Betul saja, beberapa bulan kemudian dia meraih emas Olimpiade London 2012, Grand Slam pertama AS Open 2012, dan berpuncak menjadi j...

Bola Klasik: Final Sea Games 2011 Indonesia vs Malaysia

Gambar
Satu pertandingan timnas Indonesia yang menyesakkan dada, sungguh sulit untuk menerimanya. Ferdinad Sinaga meletakkan si kulit bundar di titik putih yang berjarak 11 meter dari garis gawang yang dikawal Kiper Malaysia, Khairul Fahmi. Seketika, anak muda plontos berdarah Batak itu sedikit mengambil ancang-ancang kemudian menyepak dengan kaki kiri. Sayang tendangannya bergerak ke arah yang sama dengan lompatan sang kiper. Laju bola yang tidak cepat memudahkan Fahmi untuk menepisnya.  Tibalah algojo ke-5 Malaysia yang diemban sang kapten, Badroll Bachtiar. Bola ditendangnya ke arah tengah gawang Kurnia Meiga, sempat membentur kaki Meiga, dan bergulir pelan melewati garis, lucky ball . Malaysia menang adu penalti 4-3 sekaligus meraih medali emas paling bergensi di ajang Sea Games 2011.  80.000 penonton yang memenuhi GBK dan lebih 200 juta doa masyarakat Indonesia ternyata belum cukup untuk merebut medali emas dari negara tetangga sekaligus rival tersebut.  Road to f...

Malam Minggu Bersejarah di Tanjung Bira dengan Api Asian Games

Gambar
Tiap pesta olahraga (Sea Games, Asian Games, dan Olimpiade) menjelang, selalu mengingatkan masa-masa kecil saya yang bercita-cita kelak menjadi atlet nasional, dengan penuh kebanggaan mewakili Indonesia, negara tercinta. Dunia olahraga memang passion saya sejak kecil. Prestasi akademik standar saja, tidak pernah mencapai juara kelas. Namun nilai mata pelajaran olahraga selalu mendapatkan nilai delapan, bahkan sembilan. Pengetahuan saya seputar dunia olahraga memang luas. Saya belum lupa saat Pak Suardi, guru olahraga menguji kami siswa SD, siapa pemegang rekor Asia lari 100 meter putra? Teman-teman menjawab dengan yakin: Mardi Lestari dari Indonesia, catatan waktu 10,20 detik. Jawaban mereka dibenarkan, sedangkan jawaban saya (Talal Mansoor) dinilai salah. Guru dan teman-teman belum tahu bahwa rekor Mardi sudah diperbarui oleh Talal Mansoor, Sprinter Qatar, dengan catatan waktu 10,14 detik. Rupanya sang guru tidak up to date dengan dunia olahraga, sedangkan saya selalu mencari tahu p...

Schumacer, Terhebat Sepanjang Masa

Gambar
Dia pernah berujar bahwa dirinya sempat berhasrat menjadi pesepakbola dan memperkuat tim nasional negaranya, Der Panzer Jerman. Menilik usianya, mungkin dia akan bermain dengan pesepakbola seangkatan Jurgen Klinsmann, Rudi Voller, Mattias Sammer, Jurgen Kohler, Oliver Khan, dan sebagainya.  Namun pria kelahiran Nordrhein-Westfalen, Jerman ini mencetak prestasi fenomenal bukan di lapangan rumput, tapi di sirkuit balap mobil Formula-1. Atlet sejati itu bernama lengkap Michael Schumacher. Pebalap Formula 1 paling sukses di dunia. Dia memenangkan total tujuh gelar dunia, lima di antaranya berturut-turut bersama Ferrari. Schumacher telah berlomba pada lebih 300 Grand Prix (GP) sejak tahu 1991 di 20 negara tuan rumah, dengan 91 kali di antaranya tampil sebagai pemenang lomba, yang didapatnya dengan empat tim konstruktor: Jordan, Bennetton, Ferrari, dan Mercedez.  Rekor individu dan konstruktor bersama Bennetton dan Kuda Jingkrak Scuderia Ferrari, yang diciptakannya membuat saya sa...

Gegap Gempita Festival Asian Games di GBK

Gambar
Perasaan saya campur aduk. Yang pasti, ada rasa kehilangan Asian Games Jakarta-Palembang 2018 telah selesai. Saya sudah terlanjur gembira sekali selama 16 hari penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan bangsa Asia ini.  Saya merasa sudah mendapatkan makna sesungguhnya kutipan yang terpahat di monumen Presiden Soekarno yang berdiri tegak di Stadion GBK, bahwa Asian Games melampuai soal pertandingan olahraga saja, tapi juga mengusung harga diri bangsa. Asian Games 2018, benar-benar menjadi oase bagi bangsa kita, menyatukan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat. Hampir tiap hari saya mengunjungi arena-arena Asian Games di Jakarta, terutama di GBK. Atmosfer di GBK dan venue, sangatlah menyenangkan, seperti masuk ke dunia baru yang tak pernah ditemukan dan dirasakan, tidak hanya buat saya tentunya. Mengunjungi dan berbaur di kompleks GBK menciptakan kegembiraan luar biasa. Hadir di sana, tak ada sekat perbedaan, tak ada rasa curiga. Kita semua antusias, bersatu, berbagi, bergembir...

Menikmati Tiga Arena Kelas Dunia (Asian Games -3)

Gambar
Kompleks Gelora Bung Karno telah sukses menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 yang baik. Dan sebagaimana perhelatan Asian Games 1962, Asian Games 2018 telah meninggalkan warisan tak ternilai, salah satunya adalah arena dan sarana infrastruktur olahraga kelas dunia. Masa dua pekan berlangsungnya Asian Games, hampir setiap hari saya berkeliling dari satu arena ke arena lain di Jakarta. Paling rutin tentu saja datang ke kompleks GBK; kemudian ke Ji-Expo Kemayoran, dan sekali bertandang ke kompleks olahraga Rawamangun. Setidaknya saya berkesempatan menikmati atmosfer luar biasa hebat di tiga  venue  yang diyakini berkelas dunia, yang setelah direnovasi berstandar tinggi dan diganjar dengan sertifikat internasional oleh masing-masing federasi olahraga. 1. Istora GBK Bagi penggemar dunia olahraga khususnya bulutangkis, Istora merupakan tempat sakral yang sudah sangat menancap. Istora adalah tempat keramat bagi lawan-lawan dari negara luar. Menjadi saksi sejarah kejayaan dunia ol...

Pengalaman Menonton Panahan (Asian Games - 2)

Gambar
Tanpa bermaksud menyampingkan cabang olahraga lain, panahan, tidak bisa dimungkiri, punya kenangan hebat dalam sejarah olahraga Indonesia. Dari cabang olahraga panahan, kontingen Indonesia mendapatkan medali pertama (perak), dan mengibarkan bendera merah-putih di podium juara pada ajang Olimpiade Seoul 1988. Penantian panjang selama 36 tahun sejak keikutsertaan Indonesia di Olimpiade Helsinki 1952. Peristiwa bersejarah tersebut bertempat di lapangan Hwarang, Seoul, pada 1 Oktober 1988, saat tiga srikandi Indonesia, yaitu Nurfitriyana Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani, di nomor beregu putri berhasil mengalahkan trio pemanah Amerika Serikat, dan memboyong medali perak ke Indonesia. Ketiganya disambut pahlawan karena telah mengharumkan Indonesia di tingkat elite dunia sebagai negara peraih medali di ajang tertinggi, Olimpiade. Tujuh tahun usia saya saat itu, belum memahami benar prestasi luar biasa tersebut. Supaya bisa menembus ruang dan waktu merasakan atmosfer hampir tiga ...