Investasi Emas Tring! Pegadaian: Dari Sedikit Menjadi Bukit
Menjajaki pengalaman baru dan bertemu orang baru selalu menarik bagi saya.
Ketika Pegadaian yang bermitra dengan Kompasiana menggelar event literasi keuangan digital bertajuk "Financial Literacy on the Way (FLOW)- Financial Mandiri Dimulai Hari ini" di kota Makassar, saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan baik ini.
Saya belum memahami dengan baik instrumen-instrumen dan layanan digital Pegadaian. Masih melekat pola pikir saya bahwa layanan pegadaian masih konvesional, yakni menerima gadai barang-barang fisik seperti emas, alat elektronik, dan perlengkapan rumah tangga.
Dari pengalaman pribadi sewaktu zaman mahasiswa (2000-2005) beberapa kali saya menggadai televisi dan sepeda motor di Pegadaian Taman Siswa Wirogunan. Istilah populernya dulu di kalangan mahasiswa adalah "sekolah".
Pengalaman yang membentuk kesan "negatif". Kita malu-malu jika ada teman atau tetangga yang mengetahui kita datang ke kantor pegadaian. Sudah terpatri di benak umum jika berurusan dengan Pegadaian maka yang bersangkutan sedang mengalami masalah keuangan.
Satu hal lain jika kita berbicara Pegadaian adalah slogan "Menyelesaikan masalah tanpa masalah" sangat terkenal sampai sekarang, sudah menjadi idiom sosial yang selalu diucapkan masyarakat dalam penyelesaian masalah apa pun.
****
Usai mengajukan pendaftaran melalui link, saya senang sekali menerima informasi bahwa saya terpilih sebagai salah satu peserta yang dibatasi hanya 20 kuota. Sejak itu saya mengatur beberapa jadwal kegiatan supaya tidak berbenturan dengan event tersebut.
Singkat cerita, pada Kamis 17 September 2026 pagi, setelah mengantar istri ke kantor dan anak ke sekolah, saya meluncur menuju kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) di Tamalanrea, Makassar.
Peserta mendapatkan goodie bag lucu termasuk kartu BCA-Flazz edisi khusus Kompasiana, pada saat registrasi. Kemudian diarahkan masuk ke The Gade Creative Lounge Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), ruangan dengan nuansa hijau pastel warna khas Pegadaian, tempat acara dilaksanakan.
Rangkaian acara dimulai penampilan tari empat mahasiswa FEB Unhas. Selanjutnya acara ini dibuka Musran Minisu, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni FEB Unhas, dan menghadirkan tiga narasumber, yakni Inci M Darmawan, Asisten Manajer Madya OJK Sulawesi Selatan; Deddy Suryadi, Kepala Deputi Bisnis Support Kanwil VI Makassar PT Pegadaian; dan Nurbaety Samsul, Penyuluh Antikorupsi PT Pegadaian.
Talkshow berjalan menarik dan seru karena dipandu begitu baik oleh Nurulloh, Head Kompasiana. Nurulloh banyak menanyakan hal subtstansial yang informatif dan bermanfaat bagi peserta yang belum familiar dengan istilah dan mekanisme investasi digital.
Inci Darmawan memaparkan terkait peran dan fungsi OJK dalam mengawasi dan mengedukasi masyarakat supaya bersikap cerdas pada tawaran-tawaran transaksi keuangan digital. Inci merujuk laporan terbaru Indonesia Anti Scam Center (IASC) yang menghitung kerugian akibat kejahatan digital mencapai sekitar Rp. 9,1 triliun berdasarkan dalam kurun waktu 22 November 2024 sampai Agustus 2026.
Sedangkan Deddy menjelaskan bahwa investasi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama generasi muda Gen Z. Dedi menguraikan tujuh belanja konsumsi Gen Z yang membuat sulit berinvestasi, dari belanja online yang masif, tergiur diskon, gaya hidup urban, hingga subscribe aplikasi yang tidak perlu. Jika ongkos-ongkos tersebut digunakan membeli intrumen investasi maka hasilnya berdampak besar pada tahun-tahun mendatang.
Menurut Deddy, investasi adalah tentang mindset, jadi pola pikir harus diubah. Caranya mulai sisihkan 5-10 persen penghasilan untuk menabung di awal, dan sisanya dipakai untuk keperluan hidup. Bukan sebaliknya akan menabung jika ada sisa belanja keperluan bulanan. Kebiasaan menabung dan investasi harus dibangun secepat mungkin.
Untuk itulah Pegadaian memfasilitasi masyarakat untuk berinvestasi emas secara ringan, mudah, dan aman melalui aplikasi Tring!. Aplikasi modern ini dirancang untuk segala layanan mulai dari menabung emas, cicil, jual, gadai, hingga konversi emas fisik. Sebuah transformasi inovatif untuk mengembangkan bisnis investasi emas, yang dikenal sebagai instrumen investasi yang mampu memberikan perlindungan nilai terhadap inflasi hingga fluktuasi nilai tukar mata uang.
Ketika saya diberi kesempatan di forum, saya menanyakan terkait sistem keamanan melakukan transaksi digital, apakakah aplikasi Tring! memiliki sistem teknologi keamanan maksimal yang terus diperkuat, Deddy menjawab bahwa Pegadaian menjamin semaksimal mungkin keamanan itu, salah satunya mereka memiliki Divisi khusus IT Security yang mengawasi dan mengembangkan aplikasi (sendiri) supaya sangat sulit diretas oleh hacker dan mengantisipasi berbagai ancaman cyber crime.
Banyak hal positif usai mengikuti talkshow ini. Satu yang pasti saya kini sudah punya akun Tring! untuk mulai menabung dan investasi emas yang selama ini selalu tertunda. Mulai hari ini dan semoga saya bisa konsisten. Dari sedikit nanti menjadi bukit.
Salam Tring!


Komentar
Posting Komentar