Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ubud

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)

Gambar
Masih di festival Ubud . Salah satu yang ditunggu event ini adalah nonton film bareng di Alang-Alang Stage, Taman Baca. Biasanya film underrated , kontroversial, dan kadang sengaja tidak diputar di bioskop-bioskop komersial. Lebih istimewa lagi, di Ubud kita menonton film bersama sutradaranya. Saya belum lupa momen pemutaran film Memories of My Body ( 2019 )   bersama Garin Nugroho, sutradara kaliber Indonesia. Edisi kali ini juga spesial, pada Jumat malam 31 Oktober 2025, film programme menayangkan  The Last Accord:  War, Apocalypse, and Peace in Aceh.  Film dokumenter ini disutradarai Arfan Sabran, sineas asal Makassar. Sebelumnya saya mengenal Arfan sebagai dosen jurusan Biologi di Universitas Hasanuddin. Arfan resign dari kampus, hengkang ke Jakarta, karena ia memilih fokus sebagai sutradara. Ketemulah kami di Ubud, momen  luar  biasa. **** Film dokumenter 75 menit ini menceritakan kisah luar biasa tentang bagaimana salah satu konflik terpanjang d...

Cerita dari Taman Baca Ubud (15)

Gambar
Saya senang menghadiri lagi  Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025, setelah terakhir pada edisi  2019 , walaupun saya datang hanya satu hari dari lima hari pelaksanana, pada hari ke-3, Jumat 31 Oktober 2025.  Hari itu itu saya berpisah tujuan dengan Vera, Siti, dan Uswa. Sementara saya sepanjang hari di venue UWRF, mereka bertiga memilih menjelajahi tempat-tempat menarik di Ubud  yang memiliki alam dan nuansa pedesaan, juga seni dan budaya yang sudah terkenal.  Begitu tiba di Taman Baca, lokasi utama UWRF, pada pukul 11.00, terlebih dulu saya jajan seporsi bakso Afung   di festival food.  Bakso daging sapi ini memang selalu membuat saya kenyang dan merasa puas menyantapnya. Saya pun siap bergabung dalam diskusi-diskusi panel dan program yang sudah terjadwal. UWRF adalah festival tahunan yang sudah  dilaksanakan sejak tahun 2004,  diinisiasi Janet DeNeefe dan diprakarsai Yayasan Mudra Swari Saraswati.  Ruang pertemuan para ...

Pengalaman Manis di Ubud Writers & Readers Festival

Gambar
Sebagai ajang perdana saya, wajar saja ada hal yang merisaukan karena belum mengenal 'medan' sama sekali. Namun kegelisahan lenyap seketika saat saya membaur dengan ratusan peserta, didominasi warga negara asing, yang hadir di sesi pertama pada hari pembukaan  Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)  2019 di Museum Neka, Ubud, Bali, pada Kamis pagi, 24 Oktober 2019. Atmosfer festival sungguh berbeda, begitu hidup dan hangat satu sama lain. Tak ada sekat, tak ada jarak sosial di  venue-venue festival . Setiap orang datang berhak berekspresi tanpa takut terintimidasi dan stigma macam-macam.  Pantas kiranya menilai UWRF bukan hanya tempat bagi penulis dan para  speaker  pemikir besar untuk bersinar, namun juga tempat bagi para pembaca untuk bisa mendapatkan sorotan yang sama. Pembaca diberi tempat yang spesial, bahkan ada kata  'readers'  di nama Festival ini.   UWRF adalah sebuah ruang pertemuan, bukan hanya pertemuan antar manusia, t...

Tenang dan Damai di Desa Nyuh Kuning Ubud

Gambar
Ketika menghadiri  Ubud Writers and Readers  (UWRF) 2019 akhir Oktober tahun lalu, tanpa sengaja (reservasi acak via  online ) saya menginap di Desa Nyuh Kuning, yang berjarak 5 kilometer dari  venue-venue  UWRF.  Desa wisata ini berada di Ubud, Gianyar, kawasan yang terkenal memiliki alam dan nuansa pedesaan, juga seni dan budayanya yang sudah kondang. Paling mudah mengingat lokasi Nyuh Kuning tepat berada di sebelah selatan hutan lindung wisata Monkey Forest. Berlabel desa adat, juga desa wisata, alam yang asri lengkap dengan hamparan sawah, hutan, membuat Nyuh Kuning Ubud menjadi tujuan primadona bagi wisatawan mancanegara. Suasananya yang tenteram merupakan lokasi yang tepat untuk menenangkan diri dan mencari inspirasi. Kegiatan menyenangkan di Desa Nyuh Kuning mulai pagi hari, dengan berjalan kaki ataupun berkendara mengelilingi desa. Jalanan desa sangat bersih, tertata rapih menyatu dengan cara hidup penduduknya. Di kanan dan kiri tumbuh pe...