Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bola Basket

New York Knicks Juara NBA Setelah 53 Tahun

Gambar
Saya pertama kali menonton final NBA pada tahun 1994, ketika itu Houston Rockets dilatih Rudi Tomjanovic dengan megabintang Hakeem Olajuwon berhasil mengalahkan New York Knick yang diarsiteki Pat Riley dan mengandalkan Patrick Ewing dengan skor 4-3. Knicks kembali lolos ke final pada 1999 setelah era Jordan Chicago Bulls berakhir. Namun lagi-lagi Knicks takluk di final, kali ini mereka dikalahkan San Antonio Spurs dengan telak 1-4. Spurs sangat mendominasi serie final karena punya dua pemain kunci David Robinson dan Tim Duncan yang dijuluki "Twin Tower".  Setelah itu pencapaian Knicks stagnan paling banter lolos ke playoff . Butuh waktu 27 tahun bagi Knicks untuk bisa menembus grand final. Yang menarik lawannya sama dengan 1999: San Antonio Spurs. Spurs kini punya pemain NBA paling ditakuti pada "Alien" Victor Wembayana. Final 2026 membuat saya lebih antusias daripada final-final sebelumnya. Tak pernah saya lewatkan lima game yang terjadi pada edisi ini. New York Kn...

Malam Kemenangan Dallas Mavericks

Gambar
Hari ini saya ingin mengenang satu malam luar biasa sebagai penggemar bola basket yang ikut merayakan pesta kemenangan Dallas Mavericks menjuarai NBA 2011, kompetisi paling prestise sejagad. Tepat hari ini sembilan tahun yang lalu. *** Sudah lama sekali saya tidak bermain Basket, tapi saya tak pernah berhenti mengikuti perkembangan olahraga populer di Amerika Serikat, negara Paman Sam ini. Masa sekolah saya, seragam putih biru dan putih abu-abu, hampir mustahil menandingi popularitas permainan basket saat itu. Sekolah kita dianggap ketinggalan jika tidak mengirim tim bertanding di turnamen antarsekolah. Saat ini, mungkin sejak berganti milenium, basket mulai tersaingi dengan fenomena futsal,  urban sport. Kadar kegemaran terhadap basket saat itu tidak sekadar bermain, kami semua sudah memiliki tim jagoan di NBA, kompetisi impian pebasket dari segala penjuru dunia. Saya masih ingat  ngefans  dengan klub Orlando Magic yang diperkuat duet  news...

Tarian Terakhir Sang Maestro

Gambar
Penayangan sepuluh seri The Last Dance , film dokumenter di saluran digital Netflix mengenai perjalanan karir Michael Jordan membangun dinasti kejayaan Chicago Bulls, mengingatkan lagi saya masa-masa menjadi penggemar bola basket. Masa hegemoni Jordan cs, dapat dibagi menjadi dua babak dengan masing-masing mengukir hatrick . Periode emas pertama terjadi pada 1991-1993, dilanjutkan masa gemilang kedua terukir pada 1996-1998. Saya belum sempat menyaksikan pada hatrick pertama Jordan dan Bulls, hanya mengetahui samar-samar dari program televisi yang masih terbatas dan koran cetak konvensional. Termasuk saat mega bintang Jordan memutuskan mundur (sabatikal) pada akhir musim 1993. Sesuatu yang membingungkan saya pada masa itu.  Pada 1993 saya masuk SMP, dan untuk pertama kali bisa bermain basket di lapangan standar walaupun tergopoh-gopoh dengan ukuran besarnya bola dengan postur tubuh. Singkat cerita, saya tertarik pada cabang populer di sekolah-sekolah itu, bahkan saya terpili...