Review Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas
Jika Anda ingin ketahui ada film Indonesia yang tak biasa dan benar-benar baru, tontonlah Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash). Selanjutnya akan ditulis Dendam-Rindu Disutradarai Edwin dari adaptasi novel populer berjudul sama karya Eka Kurniawan, penulis dan penyair Indonesia pertama yang dinominasikan untuk Man Booker International Prize pada 2016 , penghargaan prestisius yang konon berada hanya setingkat di bawah Hadiah Nobel Sastra. Edwin dan Eka sekaligus berduet menulis skenario. Film ini dibuat dengan pita seluloid 16 milimeter oleh sinematografi analog Akiko Ashizawa dari Jepang. Gambar-gambarnya pun magis, kuat, dan hangat. Dendam-Rindu membawa kita balik ke masa Indonesia periode 1980-an yang semuanya tentang esensi kedewasaan. Pada adegan pembuka kita menonton duel pemuda yang tak biasa pada 1989, di balapan dua motor tapi arah berlawanan siapa tercepat mengambil botol kaca sebagai target yang dipajang di tengah-tengah di jalan ...