Postingan

Menampilkan postingan dengan label Buku

Gramedia Jalma Bukan Toko Buku Biasa (4)

Gambar
Kami masih di Blok M . Salah satu alasan saya tertarik datang di kawasan ini karena sekalian bisa berkunjung ke Toko Buku Gramedia Jalma. Terletak di Jalan Melawai I, tepat di sebelah timur Blok M Square. Dari beberapa sumber media saya mendapatkan informasi bahwa Gramedia Jalma itu toko buku bukan sembarang toko buku Gramedia.  Sebagai orang yang sering membeli buku, saya tentu penarasan semenarik apakah Gramedia Jalma? Nama Jalma sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti manusia.  Rabu petang 15 Juli 2026 pada pukul 18.05 WIB saya tiba di Jalma yang merupakan gabungan dari tiga ruko ini. Begitu kita masuk, suasana dan vibes langsung terasa berbeda dari toko buku umumya. Hiruk pikuk kawasan Blok M seketika teredam saat kita berada di Jalma. Pencahayaan ruangan juga dibuat sangat baik. Toko buku ini benar-benar bertransformasi,  mengusung konsep baru sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. D ari hanya toko yang hanya menjual buku menjadi ruang baru yang me...

Manajemen Senyap Carlo Ancelotti

Gambar
Saya tumbuh menjadi penggemar sepak bola persis saat Carlo Ancelotti berhenti sebagai pemain dan beralih menjadi asisten pelatih Italia pada World Cup 1994. Itu Piala Dunia pertama yang saya nonton. Setelah itu saya mengikuti perjalanan karier kepelatihan Ancelotti sampai ia dinilai sebagai salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah.  Publik akan sangat mudah mengasosiasikan Ancelotti adalah pelatih AC Milan dan Madrid. Dua klub yang memberikan lima trofi Liga Champions bagi Ancelotti. Dari buku berjudul  Quiet Leadership: Winning Hearts, Minds and Matches  (2016)  kita ingin mengetahui kiat dan cerita-cerita di balik pencapaiannya  serta bagaimana ia menjalani hidup di luar sepak bola.  Ia berbagi kepada pembaca kenangan hebat dan masa sulitnya. Don Carlo menuangkan kumpulan refleksinya sebagai manajer sejak menjadi asisten pelatih Arrigo Sacchi di tim nasional Italia, kemudian debut di klub Reggiana, Parma, Juventus, AC Milan, Chelsea, PSG, dan Real...

The Inner Game of Tennis

Gambar
The Inner Game of Tennis  karya Timothy Gallwey, seorang pelatih tenis sukses yang berbasis di California, t elah menjadi buku tenis klasik sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1974.  Menurut Gallwey, setiap game tersusun dari dua bagian, permainan luar ( outer ) dan permainan di dalam ( inner ). O uter game  tentang bermain melawan musuh di seberang net, atau bagaimana memegang raket yang bagus, mengayun raket, memilih forehand atau backhand, serta  footwork , dan sebagainya. Inti outer game adalah berfokus pada cara meningkatkan teknik bermain. Berbeda dengan  inner game,  permainan yang terjadi di dalam pikiran pemain, tentang tantangan mengalahkan diri sendiri, mulai dari ragu-ragu, takut salah, konsentrasi buyar, gugup, dan sebagainya. Seringkali kita menang atau kalah sebelum bola dipukul, jadi tanpa inner skill performa maksimal akan mustahil terwujud. Implikasinya adalah, selain hal-hal teknis, pemain juga harus mengembangkan sisi psikolog...

Wenger: My Life and Lesson in Red and White

Gambar
Arsene Wenger adalah satu manajer sepak bola paling ikonik dan paling dihormati sepanjang sejarah, ia pemimpin yang inspiratif, inovatif, berwawasan luas, dan berwibawa.  Buku otobiografi Arsene berjudul  My Life in Red and White ( 2020)  menapak tilas hidupnya yang luar biasa.  Kariernya sangat spektakuler, kaya, dan penuh warna.  Wenger dikenal luas sebagai  manajer visioner yang memimpin Arsenal menjadi tim global dengan gaya permainan aktraktif, sekaligus merevolusi sepak bola Inggris.  Bab pembuka dikisahkan masa kecilnya yang cukup mengharukan di Desa Alsace  Duttlenheim Strasbourg, pinggiran Paris Perancis. Desa yang terkenal dengan pandai besi dan petani yang mengendarai kuda.  Wenger kecil terobesi dengan sepak bola. Ia bermain untuk tim desa, dan kemudian tim Strasbourg yang kelak ia pun sebagai pelatih. Waktu kecil ia mengenang menonton dari tv hitam-putih pertandingan final Piala Champions 1960 ketika Real Madrid mengala...

Pembuktian Terbalik untuk Memberantas Kejahatan Korupsi

Gambar
Saya baru saja menyelesaikan buku berjudul  Argumen Pembalikan Pembuktian, sebagai Metode Prioritas dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang.  Sebuah karya ilmiah yang disadur dari disertasi hukum Suhartoyo di Universitas Jayabaya pada 2014. Saat ini Suhartoyo dipercaya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi RI. Persoalan hukum pada era sekarang menekankan pembaruan terhadap substansi hukum yang mengarah kepada pendekatan kemasyarakatan, bukan lagi pada sisi legalistik semata.  Sangat menarik pemikiran dan gagasan yang ditawarkan Suhartoyo, bahwa negara mesti mengubah pendekatan dan implementasi dalam memberantas kejahatan korupsi dan juga pencucian uang.  Kita semua paham bahwa t indak pidana korupsi (TPK) dipandang sebagai kejahatan luar biasa ( extraordinary crime ), dan kejahatan transnasional dan cross border, bahkan kejahatan kemanusiaan ( againts humanity ) Suhartoyo mengutip William J Chamblissn dan Robert B. Sedman menggambar...

Betapa Mahal Harga Kegagalan Berkomunikasi

Gambar
Jadi kita tidak punya pilihan. Kita harus berbicara dengan orang tak dikenal, terutama dalam dunia modern kita yang tak terbatas. Lalu apa yang terjadi ketika seseorang tidak tahu cara berbicara dengan orang tak dikenal? Bisa sampai kematian seseorang, seperti tragedi Sandra Bland dan banyak korban dalam kisah-kisah yang didokumentasikan dan dituturka oleh Malcom Gladwell, dalam buku  Talking to Strangers: What We Should Know About the People We Don't Know. Gladwell membuka dan menutup bukunya dengan contoh kesalahpahaman skala kecil yang memiliki konsekuensi tragis. Pada Juli 2015, Sandra Bland, seorang perempuan muda Afrika-Amerika, ditilang oleh seorang polisi bernama Brian Encinia di dekat kampus Texas, karena Sandra mengemudi tidak menyalakan lampu sen ketika berganti lajur. Lantas terjadi pembicaraan intens dan semakin agresif, menciptakan bara pemusuhan bagi mereka. Sang polisi menyuruh Sandra mematikan rokok yang ia sulut di dalam mobilnya sendiri. Encinia juga lepas kontro...

Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Gambar
Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat  dalah karya Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA. Guru Besar Sosiologi Fisipol UGM, yang pertama kali diterbitkan pada November 1998, sesaat setelah Indonesia menjalani reformasi. Buku ini menyoroti tiga dasawarsa terakhir rezim Soeharto yang mengklaim sebagai "Bapak Pembangunan". Ironisnya pembangunan yang berlangsung panjang tidak menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Rezim Soeharto dinilai berlaku tidak adil, dan tentu saja tidak demokratis. Sunyoto menyusun bukunya dalam empat bagian. Pertama, tranformasi sosial dan pemberdayaan masyarkat. Kedua, problem masyarakat modern. Ketiga, Islam dan perubahan sosial. Keempat, modernisasi dan masalah lingkungan hidup. Dari empat bagian besar tersebut diulas 25 isu penting, dari globalisasi, masyarakat desa, demokrasi, integrasi nasional, permasalahan perkotaan, nilai-nilai Islam dalam sosial politik, hingga lingkungan hidup berkelanjutan. Sesuatu yang baru dan terbuka untuk...

Let Them: Biarkan Mereka dan Biarkan Aku

Gambar
Mel Robbins adalah penulis dan podcaster populer, menulis  The Let Them Theori, buku yang m embimbing kita mengaplikasikan "Biarkan Mereka..." dan "Biarkan Aku...". Dua kata sederhana sebagai cara ampuh menghadapi hidup yang penuh tekanan, kelelahan mental, dan banyak menimbulkan stress. Mel sebenarnya bukan  ahli kesehatan mental, tapi ia menulis penuh dengan penelitian ahli, bukti, dan kisah-kisah menarik tentang cara  melindungi waktu dan energi kita yang berharga, serta berfokus pada apa yang benar-benar berarti untuk dijalani. Buku ini dibuka dengan kisah pribadi Mel dan keluarga yang bangkit dari keterpurukan. Ia awalnya tak mengerti cara memulai kembali, sampai ia teringat acara hitung mundur peluncuran roket NASA: 5-4-3-2-1. Sejak itu setiap yang akan dilakukan Mel semua dihitung mundur. "Aturan 5 Detik" ia rasakan punya kekuatan magis, membantunya  menghadapi ketakutan, keraguan, atau kebiasaan menunda. Jika sudah mengatakan 5-4-3-2-1, maka tak a...

Misbehaving: Terbentuknya Perilaku Ekonomi Sehari-hari

Gambar
Richard Thaler adalah profesor intelektual internasional. Pada 2008 ia bersama Cass Sunstein, menulis buku populer dan sangat laris Nudge . Karyanya pada ilmu ekonomi perilaku telah memengaruhi kebijakan publik di Inggris dan juga di Amerika Serikat. Thaler mengaku orang pemalas, sering menunda-nunda pekerjaan, namun ia telah menghabiskan 40 tahun untuk mempelajari ilmu ekonomi perilaku. Ia bahkan mendirikan dan menjalankan "Tim Wawasan Perilaku" di Downing Street London. Menurut Thaler ekonomi perilaku merupakan ilmu yang tidak suram. Lebih asyik dan menarik daripada ekonomi biasa, menjelajahi cara-cara memadukan dan memodifikasi psikologi dan ekonomi untuk menjelaskan temuan terbaru dalam ekonomi perilaku.  Dalam buku Misbehaving: The Making of Behavioral Economics,  Thaler membuka dengan mengutip ujaran Vilfredo Pareto pada 1906, bahwa dasar-dasar ekonomi politik, dan semua ilmu sosial secara umum, rupanya adalah psikologi. Boleh jadi akan ada ...

Review Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer

Gambar
Pada suatu hari tahun 2000, Pramoedya Ananta Toer berangkat ke Jepang untuk menerima "The Fukuoka Asian Culture Prize" ke-11. Penghargaan untuk orang yang telah memberikan sumbangan besar bagi ilmu pengetahuan, seni, dan budaya Asia.   Kunjungan ke Jepang itulah yang menyebabkan Pramoedya teringat pada naskah Perawan Remaja yang ia selesaikan pada 14 Juni 1979 di Pulau Buru. Naskah itu kemudian direstorasi dan diketik ulang sampai terbit sebuah buku berjudul Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (2001). Buku tentang kisah nyata perawan-perawan remaja Indonesia yang dijadikan budak seks ( Jugun Ianfu ) oleh pasukan militer Jepang pada masa pendudukan Jepang periode Maret 1942-Agustus 1945. Pramoedya menguak kebiadaban militer Jepang terhadap ratusan perawan remaja yang tak mengerti apa-apa, dari kesaksian beberapa tapol, wawancara dengan korban dan keluarga, serta penelusuran puluhan korban yang menetap di Pulau Buru jauh setelah Jepang menyerah pada 1945. Dengan geti...

Melatih Tubuh dan Otak Mencapai Kesadaran

Gambar
Apa itu politik tubuh? Dari mana datangnya? Buku Memo Tentang Politik Tubuh adalah kumpulan refleksi Bre Redana, mantan wartawan Kompas , yang menjelaskan bahwa tubuh kita bukan sekadar jasad. Bukan seonggok daging semata. Tubuh juga memiliki memori dan memunculkan kecerdasan Bre menyusun buku ini dalam dua bagian. Bagian pertama  Memo tentang Politik Tubuh, berisi catatan hasil latihan  kegiatan silat di Persatian Gerak Bandan (PGB) Bangau Putih di Cisarua, di bawah asuhan Guru Besar Gunawan Rahardja.  Bre adalah murid sekaligus Sekretaris Dewan Guru PGB.  Pada bagian kedua diberi judul  Dari Tubuh Sampai Waktu. Terdiri dari 25 esai kolom Bre di rubrik  Udar Rasa surat kabar Kompas edisi Minggu.  Dari ratusan tulisannya, Bre memilih 25 esai--yang terbit pada 2012 hingga 2014-- yang paling kuat hubungannya dengan tema buku, yaitu politik tubuh.  Isitilah "politik tubuh" di sini bukan seperti politik dalam konteks memperebutkan kekuasaan. Bre ...

Karena Hidup Tidak Seperti Pasar Malam

Gambar
Semalam saya baru menyelesaikan  Bukan Pasar Malam, roman klasik karya Pramoedya Ananta Toer yang pertama kali diterbitkan Balai Pustaka pada 1951. Sudah 75 tahun tapi tetap relevan. Oleh rezim Orde Baru novel ini dilarang edar sejak 1965. Mengisahkan seorang anak revolusi, pekerja Balai Pustaka di Jakarta menerima sepucuk surat dari Blora, kampung halaman, pada suatu hari bulan Desember 1949. Ia diminta pulang karena sang ayahanda sakit keras.  Ayahnya seorang guru, juga pengawas sekolah penuh bakti angkatan Belanda, yang ingin disebut nasionalis dan bukan ulama.  Berbekal uang hutang kawan, sang anak sulung tujuh bersaudara yang dikarakterkan "Aku" bersama istri mudik dengan menumpang kereta api.  Rute sepur itu  diceritakan Pramoedya sebagai perjalanan nostalgia dari stasiun ke stasiun dengan lanskap Jawa yang subur dan permai. Situasi  Gambir, Cakung, Kranji, Tambun, Cikarang, Semarang, Rembang dengan hutan, sawah, hingga k ebun karet terasa begitu nyat...

Jerusalem: Kota Suci dan Kota Konflik

Gambar
Buku yang ditulis dengan gaya jurnalistik selalu menarik untuk dibaca, kita seperti diajak melakukan perjalanan bersama sang penulis. Seperti buku berjudul Jerusalem, Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir,  karya Trias Kuncahyono, mantan wartawan surat kabar Kompas   bidang hukum, politik, dan internasional. Saat ini Trias ditugaskan sebagai Duta Besar untuk Takhta Suci Vatikan. **** Siapa tak kenal dengan kota Jerusalem? Telah tercatat sejak 5.000 tahun lalu bahwa kota ini  dinilai sebagai kota suci bagi tiga agama, yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam. Sebagai umat muslim, khususnya, Jerusalem adalah kota suci ketiga, setelah Mekkah dan Madinah.  Dulu Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malamnya dari Mekkah ke Jerusalem, yang kita kenal sebagai Isra Mi’raj ke Sidratul Al Muntaha. Jerusalem menjadi tempat seluruh umat beriman, condominium besar bagi budaya dan moralitas.  Selama ribuan tahun, Jerusalem merupakan kota ziarah tiga agama samawi.  Mereka berz...

Review Jalan Raya Pos, Jalan Daendels

Gambar
Buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels , karya Pramoedya Ananta Toer, menghidupkan kembali peristiwa kolonialisasi di Indonesia. Mengisahkan pembangunan Jalan Raya Pos ( Grote Postweg ) yang membentang sejauh 1.000 kilo meter dari Anyer, Banten, sampai Panarukan, Jawa Timur. Jalan raya ini dibangun hanya dalam waktu setahun pada 1808-1809, di bawah perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Williams Daendels, yang sangat berambisi menguasai Jawa. Pramoedya merekonstruksi sejarah penindasan Daendels dengan menuturkan sisi paling kelam dari genosida pembangunan jalan. Ia mengistilahkan ruas-ruas jalan raya ini beraspalkan darah dan air mata. Pekerja dipaksa rodi, banyak mati karena keletihan, kelaparan, atau terserang penyakit malaria dan yang lain. Ratusan mayat berceceran tak diurus selama masa pembangunan. Jalan Raya Pos telah menjadi infrastruktur penting sejak digunakan pada 1809. Tak salah jika disebut jalan yang menjadi penentu kehidupan pulau Jawa. Jalanan ini berukur...

Review Berebut Jiwa Bangsa: Dialog, Perdamaian, dan Persaudaraan

Gambar
Franz Magniz-Suseno adalah seorang rohaniwan, filusf, aktivitis, budayawan, intelektual kelahiran Jerman, ia kemudian terpaksa menjadi pengungsi perang, dan sampai ke Indonesia sejak 1962, memilih menjadi WNI, dan mencintai sepenuh hati Indonesia. Sejak tinggal di sini, Franz sangat peduli sekaligus prihatin terhadap persoalan-persoalan bangsa. Ia pun menuliskan dan menerbitkan banyak artikel, esai, opini, dan sejumlah buku untuk menawarkan solusi bijaksana. Gagasan dan argumentasinya melampaui ruang dan zaman. Salah satu bukunya yang diterbitkan pada November 2006 berjudul Berebut Jiwa Bangsa : Dialog , Perdamaian , dan Persaudaraan , ternyata semakin relevan ketika kita membacanya dua dekade berselang. Mengajarkan kita etika, kebaikan, kejujuran, tanggung jawab sebagai manusia. Bagaimana manusia harus hidup, bertindak dan membangun hubungan di antaranya agar sesuai dengan martabat manusia. Cinta kasih lebih kuat daripada kebencian, kerendahan hati lebih ampuh daripada kesombongan,...