Postingan

Menampilkan postingan dengan label Piala Eropa

Jude dan Harry Menyelamatkan Inggris dari Kehancuran

Gambar
Inggris tertatih melewati penyisihan dan entah bagaimana finis sebagai pemimpin klasemen Grup C setelah menang atas Serbia (1-0), dan dua kali bermain imbang melawan Denmark (1-1) dan Slovenia (0-0). Pasukan mewah skuad Inggris belum menemukan performa terbaiknya sejauh ini. Pelatih Gareth Southgate tertekan menerima kritik dari media dan fans yang menuntut penampilan  Three   Lions  yang disegani. Sekarang Inggris melawan Slovakia di babak 16 besar, di Arena AufSchalke, Gelsenkirchen. Pemenang duel ini sudah ditunggu Swiss di babak quarterfinals yang akan berlangsung pada Sabtu di Esprit Arena, Dusseldorf. Meskipun sangat difavoritkan, tidak akan mudah bagi Inggris, karena Slovakia yang lolos ke babak gugur sebagai salah satu (dari empat) peringkat ketiga terbaik, adalah tim yang ulet, rapih, terlatih dengan baik dan sangat berpengalaman yang telah mengalahkan tim kuat Belgia Southgate hanya melakukan satu perubahan pada starting - XI ketika bertanding melawan Slovenia...

Piala Eropa 2024 Jerman yang Dinanti-nantikan Telah Tiba

Gambar
Piala Eropa 2024 yang kita nanti-nantikan akhirnya tiba. Ini Piala Eropa ke-8 yang saya ikuti sejak  Euro  1996 di Inggris. Dalam 31 hari kedepan, 24 negara peserta, 51 pertandingan akan digelar di 10 stadion megah di kota-kota Jerman.  Menjadi tuan rumah ajang akbar seperti Piala Eropa bagi Jerman, seperti etalase untuk memamerkan tingginya standar mereka menghelat ajang besar yang menjadi sorotan global. Budaya sepak bola, stadion representatif, sistem transportasi canggih, akomodasi dan fasilitas memadai membuat orang berdecak kagum. Jerman ingin mengulang kisah sukses menggelar World Cup 2006 yang luar biasa berkesan bagi pecinta sepak bola. **** Piala Eropa edisi ke-17 ini akan dibuka pertandingan menarik, tuan rumah Jerman melawan Skotlandia di Stadion Allianz Arena, Munchen. Jerman adalah negara tersukses di ajang Piala Eropa, tiga kali juara dan tiga kali finalis. Namun mereka terakhir juara 28 tahun silam, yakni Piala Eropa 1996 di Inggris. Ketika itu Jerm...

Final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley

Gambar
Mungkin klise untuk ditulis, sejak melihat drawing babak gugur Piala Eropa 2020, saya berharap Inggris dan Italia bisa berjumpa di pertandingan final. Sejak mulai merasakan "demam bola" pada Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 1996, Italia dan Inggris merupakan jagoan saya setiap turnamen besar. Sederhana, karena saya tumbuh menjadi penggemar sepak bola dari siaran Liga Italia dan Liga Inggris sejak awal era 1990-an. Tekun menonton setiap akhir pekan Seri A dan Premiership mendoktrin saya seperti ungkapan "tak kenal maka tak sayang". **** Hari istimewa, dunia sepak bola menantikan dengan penuh semangat untuk menyaksikan final Piala Eropa 2020 atau edisi ke-16 yang bertepatan dengan perayaan 60 tahun UEFA, otoritas sepak bola Eropa menggelar turnamen paling prestisius, pertama kali dilaksanakan pada 1960. Italia atau Inggris akan mendapatkan "kehormatan" ketika salah satu finalis memenangkan gelar Euro 2020 di Stadion Wembley, London pada hari Minggu, 11 Juli ...

Mitos Adu Pinalti Piala Eropa

Gambar
Awal-awal suka sepak bola, saya senang jika pertandingan sepak bola harus diselesaikan melalui adu pinalti. Seru, menegangkan, dan jantung rasanya mau copot. Barangkali semifinal Piala Eropa 1992, antara Belanda versus Denmark, merupakan pertama kali saya merasakan tegangnya proses adu pinalti di pertandingan yang sangat penting. Ketika itu Belanda sangat diunggulkan, ternyata ditahan imbang 2-2 oleh tim "dinamit" Denmark, sehingga harus ditentukan adu penalti. Striker utama Belanda, sekaligus pesepakbola terbaik dunia, Marco van Basten, harus menjadi pesakitan. Tendangan 'angsa putih" diblok oleh kiper Denmark, Peter Schmeichel. Denmark ke final dan menjadi Juara Eropa setelah mengalahkan Jerman. Momen ini yang meyakinkan saya Peter Schmeichel merupakan kiper terbaik dunia. Apalagi setelah melihat peran Schemeichel dari bagian dominasi Manchester United di Liga Inggris setelah musim 1993. Biarpun kiper-kiper sebelum dan sesudah era Schmeichel juga dianggap terhebat,...

Era Kejayaan Inggris

Gambar
Inggris kembali bertanding di Stadion Wembley, “Katedral sepak bola”, untuk menghadapi Denmark di semifinal Piala Eropa 2020. Membahas kekuatan faktual dari sisi teknis tentu sudah banyak dibedah karena bisa diukur dari beberapa pertandingan yang telah dijalani. Barangkali lebih menarik perhatian saya adalah sejarah sepak bola, dan juga persepsi tentang tim Inggris. Negara yang didukung banyak hal, sejarah panjang, kumpulan pemain kelas dunia, pelatih hebat, dan sebagainya. **** Sesuatu yang istimewa sedang terjadi pada tim Inggris. Saat ini "Three Lions" penuh dengan karakter hebat, pemain bagus, dan pemimpin berpengalaman. Manajer Gareth Southgate menghadirkan gairah dan suasana baru. Tim yang terorganisasi dengan baik dan menunjukkan semangat bertarung, dan punya ambisi juara yang sangat luar biasa. Southgate adalah pelatih hebat, tidak hanya urusan dalam meracik teknik, namun juga bagaimana cara pendekatan terhadap para pemainnya. Menanamkan fokus, kerja keras, konsiste...

Wajah Semifinalis Piala Eropa 2020

Gambar
Sejak laga pembuka Italia vs Turki di Roma pada Jumat 11 Juni 2021, tercatat 48 pertandingan sepak bola berkelas telah dipertunjukkan di 11 kota di 11 negara. Dari Kopenhagen di Eropa Utara hingga Sevilla di Eropa Selatan; Dari Glasgow di Eropa Barat ke Bucharest dan Budapest di Eropa Tengah, hingga St Pettersburg dan Baku di bagian Eropa Timur. Total 135 gol telah tercipta dari seluruh tim (24) atau rata-rata 2,82 gol per pertandingan, dan 20 negara peserta telah tersingkir dari turnamen paling prestise di benua Eropa ini. Kita sudah mendekati pengujung lomba. Tentunya semakin menyita perhatian menantikan serunya tiga laga pamungkas yang pada Minggu depan akan menghasilkan juara Piala Eropa 2020. Turnamen edisi ke-16 yang sangat spesial, perayaan sejarah 60 tahun turnamen ini, dan masih di tengah pandemi Covid-19 yang membuat tertunda setahun dari jadwal awal. Tersisa empat negara yang memiliki peluang itu, yakni Spanyol, Italia, Denmark, dan Inggris. Dari keempat kandidat, berdasark...

Menanti Kejayaan Inggris di Wembley

Gambar
Rupanya sudah seperempat abad drama sepak bola yang terkenal itu. Sejak dipastikan Jerman bakal berhadapan dengan Inggris pada babak- 16 besar Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, pada Selasa 29 Juni 2021, pikiran saya mengerucut pada sosok Gareth Southgate, manager Inggris. Setiap berbicara Southgate, bagi saya, waktu seolah terlipat kembali menuju 25 tahun lalu. Yes, turnamen Piala Eropa 1996, yang berlangsung di Inggris merupakan sedikit turnamen sepak bola yang saya ingat detail momen-momen terbaiknya. Satu paling melekat tentu saja perjalanan dan ambisi tim Inggris menjuarai Piala Eropa untuk pertama kali. Tim 'Tiga Singa" dilatih Terry Venables dengan skuad mentereng: David Seaman, Tony Adams, Stuart Pearce, duo Paul (Ince dan Gascoigne), dan duet predator yang terkenal dengan "SAS" (Alan Shearer dan Teddy Sheringham). Southgate barangkali anggota tim termuda kala itu, usia 25. Inggris bermain spektakuler dengan kemenangan meyakinkan atas Skotlandia 2-0, dan me...

Turnamen Favorit: Piala Eropa 1996

Gambar
Seandainya kita menjalani kehidupan normal tanpa pandemi korona, seharusnya malam nanti kita akan menyaksikan pertandingan pembuka Piala Eropa 2020 antara Italia melawan Turki di stadion Olimpico, Roma, Italia.  Sebulan penuh pusat perhatian pecinta bola akan tertuju di 12 kota dari 12 negara di Eropa, dan mencapai puncaknya pada 11 Juli mendatang di pertandingan final yang mentas di stadion magis, Wembley, London.  Eropa merupakan kiblat sepak bola modern. Tak heran bila turnamen antarnegara empat tahunan benua biru menjadi ajang paling dinanti-nantikan setelah Piala Dunia.  Euro  boleh disebut pamornya hanya kalah dengan Piala Dunia. Namun dalam beberapa variabel, banyak pemerhati sepak bola (saya termasuk) menilai kualitas (pertandingan) Euro lebih kompetitif dibandingkan World Cup. Apa pasal? Kualitas 16 negara peserta dalam empat grup sangat rata. Secara teknis perbedaan semakin kecil bahkan nyaris tak kelihatan. Begitu sulit meraih satu kemenangan, kare...

Tujuh Pertandingan Terbaik Sepak Bola Modern

Gambar
Sepak bola tidak sekadar olahraga yang dimainkan oleh 22 orang di atas lapangan rumput. Percayalah lebih daripada itu, sepak bola sudah menjadi alat pemersatu seluruh bangsa dan negara di seluruh dunia. Mau bukti? Organisasi FIFA yang merupakan otoritas sepak bola dunia mempunyai jumlah anggota 208 negara, bandingkan dengan organisasi PBB, yang hanya beranggotakan 193 negara. Betapa sepak bola telah menjadi bahasa universal yang begitu diterima oleh semua kalangan. Tidak ada batasan dari berbagai latar belakang untuk dapat menikmati cabang olahraga ini. Karena itulah, sepak bola banyak memunculkan cerita dan kisah menarik. Tak bisa dihitung lagi sudah berapa banyak orang bergembira dan menangis haru karena sepak bola, tapi secara bersamaan orang-orang juga harus kecewa, sedih, bahkan menitikkan airmatanya setelah menerima hasil pertandingan sepak bola. Di balik sepak bola yang sebenarnya sangat sederhana, ternyata dapat begitu dramatis dan tak jarang menampakkan keajaibannya...