Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jepang

Jepang Patah Hati Lagi di Texas

Gambar
Saya merasa pertandingan Jepang melawan Brasil akan menjadi pertandingan paling menarik di  Round of 32 karena banyak alasan. Brasil adalah negara tradisi sepakbola yang kuat dengan kehebatan individu pemain kelas dunia seperti Vinicius Jr, Neymar, Casemiro, Marquinos, yang baru pertama kali dilatih pelatih non Brasil, yakni Carlo Ancelotti dari Italia. Mereka berpeluang menjadi juara Piala Dunia untuk keenam kali. Sementara Jepang menegaskan dirinya sebagai tim terkuat di Asia dan telah selevel dengan para raksasa sepakbola dunia. Skuad Jepang kali ini dianggap sebagai skuad terkuat sepanjang masa, meski mereka kehilangan beberapa pilar. Mereka sangat fasih bermain tiki-taka untuk menembus pertahanan terkuat sekalipun.  Jepang menunjukkan ketahanan yang sama beberapa hari lalu, ketika mereka dua kali tertinggal dari Belanda dan dua kali pula berhasil menyamakan kedudukan. Mereka tak terkalahkan di turnamen ini. Jika pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia pada 2006, Bras...

Perjuangan Gigih Samurai Biru

Gambar
Selalu ada yang pertama dalam hidup ini. Ketika nanti sejarah baru sepak bola tercipta, bahwa ada negara juara Piala Dunia dari benua ketiga selain negara Eropa dan Amerika, maka saya meyakini negara itu adalah Jepang. Pasukan "Samurai Biru". **** Masyarakat Jepang terkenal ulet, kemauan kuat untuk bertarung, dan mampu bangkit dalam waktu tidak lama. Karakter yang telah mengakar kuat.  Kondisi sosial masayarakat yang ulet dan agresif ini tidak saja muncul ketika Jepang kalah dalam Perang Dunia II, tetapi watak tersebut sudah ada pada masa pemerintahan Tokugawa Bafuku (1603-1867) yang lebih dikenal Zaman Edo. Kemudian lebih dimatangkan saat Restorasi Meiji pada 1868. Jepang kini adalah negara modern, bangsa yang penduduknya punya kedisiplinan tinggi, maju, dan kaya. Negara Timur yang dapat disejajarkan  dengan negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat.  Kemajuan Jepang dalam berbagai aspek sangat mencengangkan dunia. Dalam tempo yang singkat setelah kalah dalam Perang ...

Kilas Balik Piala Dunia 2002, Fenomena Korea Selatan dan Penebusan Ronaldo

Gambar
Inilah Piala Dunia pertama di abad-21, pertama kali diselenggarakan di benua Asia dengan dua tuan rumah bersama: Korea Selatan dan Jepang. Satu hal yang saya sukai Piala Dunia ini adalah dapat menyaksikan pertandingan di siang hari, waktu petang, dan awal malam. Pertandingan pertama dimulai pukul 12.00 WIB. Jadi kita penduduk Indonesia tak perlu begadang. Sesuatu yang baru, selama ini kita hanya bisa menyaksikan sepak bola kelas dunia pada jauh-malam hingga dinihari karena digelar di Eropa dan Amerika. Sekarang gantian, masyarakat Eropa dan Amerika yang mesti begadang. Dengan pertandingan berlangsung di tengah jam kerja masyarakat Indonesia, nuansa Piala Dunia Korea-Jepang benar-benar berbeda. Diberitakan beberapa agenda dan rapat-rapat rutin, baik pemerintah maupun swasta yang sudah terjadwal, mesti ditunda dulu jika berbarengan dengan pertandingan Piala Dunia yang melibatkan negara-negara favorit. Piala Dunia 2002 juga bertepatan dengan agenda ujian final semester bagi mahasiswa, ter...

Olimpiade Tokyo 2020 dalam Kenangan

Gambar
Pada pukul 10 malam, 8 Agustus 2021, Presiden IOC Thomas Bach menutup secara resmi Olimpiade Tokyo 2020. Rentang 16 hari, sejak dibuka pada 23 Juli, lebih dari 11.000 atlet dari 206 negara bertanding di 33 cabang olahraga untuk memenangkan 330 set medali, telah membuat kagum milyaran penduduk bumi melalui siaran televisi. Deklarasi Bach, diiringi tarian dan cahaya kembang api, kemudian kita bisa membaca kata "Arigato", yang berarti terima kasih, terpampang pada layar LED di Stadion Nasional Tokyo, dengan font sama yang digunakan untuk melafal " Sayonara ", yang berarti selamat tinggal, pada upacara penutupan Olimpiade Tokyo 1964. Meskipun telah berakhir, namun Olimpade Tokyo 2020 benar-benar layak dikisahkan dan diwariskan dengan indah. "Malam ini api Olimpiade yang telah menerangi Tokyo padam dengan tenang. Tapi harapan yang telah menyala di sini tidak akan pernah padam," kata Ketua Panitia Olimpiade Tokyo 2020, Seiko Hashimoto, yang berdiri di podium ber...