Postingan

Menampilkan postingan dengan label Belanda

Belanda Kehilangan Identitas "Total Football"

Gambar
Penampilan Belanda selalu dinantikan di setiap turnamen Piala Dunia dan Piala Eropa. Semuanya bermula pada tahun 1974. Pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat, Belanda yang diarsiteki Rinus Michels dan dipimpin Johan Cryuff menampilkan permainan sepakbola super agresif yang sangat memukau penggemar sepakbola. Sayang di pertandingan final entah bagaimana mereka bisa kalah dari Jerman Barat dengan skor 1-2. Taktik yang kemudian terkenal dengan total football tersebut membawa The Orange melibas lawan-lawan kuat dengan permainan aktraktif yang tidak pernah dimainkan sebelumnya. Total football tak hanya menekankan soal kemenangan, tapi juga cara meraihnya. Cruyff tak ingin menang dengan cara biasa-biasa saja, melainkan ingin kemenangan dengan gaya bermain indah dan menghibur. Ia tak ingin menghianati penonton. Hal paling revolusioner dari pendekatan Cruyff adalah tak lagi mengandalkan pemain dengan postur tinggi dan kuat, tapi anak-anak muda dengan kecerdikan, teknik, dan kemampuan untu...

Palagan Louis van Gaal di Piala Dunia

Gambar
Aloyius Paulus Maria van Gaal, yang tenar dengan Louis van Gaal (dibaca van Haal), mungkin satu sosok yang paling pas untuk mewakili karakter orang Belanda yang fungsional dan konvensional untuk standar Eropa. Orang londo memang selalu cuek dengan penampilan, tidak penting, niet belangrijk. Mereka hanya antusias dengan sesuatu yang besar dan mencengangkan. Seperti yang dikutip majalah Kickers , van Gaal lahir di Amsterdam pada 1951, dan sejak umur 12 tahun, dia rajin menyambangi tempat latihan klub Ajax dan melihat bagaimana penemu total football , Rinus Michels, melatih tim kota kelahirannya tersebut. Sampai pada gilirannya, pada 1992, van Gaal-lah yang diberi kehormatan untuk melatih Ajax. Dari sini publik bola mulai memuji kejeniusannya. Ajax era van Gaal merupakan klub yang begitu dikenang karena idealisme, dengan merancang konsep sepak bola yang rapih dan sangat terukur. Kita tak pernah bisa lupa karya hebatnya pada musim 1994/1995, saat Ajax yang dihuni pemain muda yang ia didi...