Postingan

Menampilkan postingan dengan label Italia

Tidak Ada Italia di Piala Dunia

Gambar
Sepak bola Italia dibangun dari tradisi panjang dipadu ambisi besar membuat sepak bola Italia selalu diwarnai rivalitas yang penuh drama, banyak teka-teki, sarat tendensi, dan bahkan mafia. Di sana sepak bola adalah metafora kehidupan, sebuah permainan yang harus dituntut menang apa pun caranya. Setiap pemain memainkan perannya dengan "baik".  Ciri khas paling dikenal dari sepak bola Italia adalah kesederhanaan, yakni konservatif dalam bertahan. Pecinta sepakbola kemudian menyebut Cattenacio . Saya bagian generasi milenial, rasanya sulit meneriman fakta Italia tidak ikut Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun (2018, 2022, dan 2026).  Kita tumbuh dari tayangan Liga Italia di TVRI dan RCTI.  Lega Calcio  kompetisi  terbaik di Eropa kala itu. Kumpulan pemain terhebat dan termahal bersaing di klub Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.  Banyak yang bilang persaingan Seri-A jauh lebih sangar daripada persaingan di kompetisi Eropa. Rivalitas klub sekota AC M...

Hari Minggu Tak Lagi Sama, Baggio

Gambar
Kemarin Rabu 18 Februari 2027, timeline kanal informasi di media sosial memberitakan mantan pesepak bola Italia Roberto Baggio merayakan ulang tahun ke-59. Tanti auguri a Roberto. Ingat Baggio otomatis pikiran langsung terbayang Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, nyaris 32 tahun silam. Itu Piala Dunia pertama kali saya menonton secara intens.   Baggio adalah protagonista Italia paling dikenang. Baggio memainkan Piala Dunia yang luar biasa, membawa Italia ke final dengan gol-gol penentu melawan Nigeria, Spanyol, dan Bulgaria.  Pada pertandingan final melawan Brasil di Rose Bowl Pasadena, Los Angeles, untuk pertama kali juara dunia harus ditentukan melalui adu penalti. Dan seperti sejarah telah tercatat, tendangan penalti Baggio melambung tinggi di atas gawang Claudio Taffarel, memastikan kekalahan menyakitkan Italia. Ia menunduk meratapi nasib buruknya, foto yang ikonik dengan titel  "the man who died standing" Saya turut patah hati bersama Baggio dan Gli Azzu...

Drama Italia Vs Kroasia di Leipzig

Gambar
Di Piala Eropa Jerman 2024, dunia menyaksikan keindahan sepak bola yang luar biasa. Tekad, keyakinan, ambisi, dan pada akhirnya kepahlawanan dari pemain yang bertarung untuk negara. Bahkan sebelum turnamen memasuki babak gugur 16 besar pekan depan, telah menciptakan banyak pertandingan level tinggi dan dramatis. Seperti yang terjadi pada malam tadi, Senin 24 Juni 2024 pada laga penutup penyisihan di Grup B antara Italia berhadapan dengan Kroasia, di Stadion Zentral, Leipzig, Jerman. Pertandingan hidup dan mati kedua tim, apakah melaju pada fase knock out atau angkat koper lebih cepat meninggalkan Jerman yang masih dilanda demam Euro. Kroasia,  runner - up Piala Dunia 2018 dan semifinalis 2022, baru mendapatkan 1 poin dari dua pertandingan, setelah dihajar 0-3 oleh Spanyol di pertandingan pertama, kemudia bermain seri 1-1 kontra Albania di Hamburg. Tidak ada pilihan selain mengalahkan Italia, untuk bisa lolos sebagai peringkat dua  grup neraka ini. Italia adalah juara bertaha...

Final Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley

Gambar
Mungkin klise untuk ditulis, sejak melihat drawing babak gugur Piala Eropa 2020, saya berharap Inggris dan Italia bisa berjumpa di pertandingan final. Sejak mulai merasakan "demam bola" pada Piala Dunia 1994 dan Piala Eropa 1996, Italia dan Inggris merupakan jagoan saya setiap turnamen besar. Sederhana, karena saya tumbuh menjadi penggemar sepak bola dari siaran Liga Italia dan Liga Inggris sejak awal era 1990-an. Tekun menonton setiap akhir pekan Seri A dan Premiership mendoktrin saya seperti ungkapan "tak kenal maka tak sayang". **** Hari istimewa, dunia sepak bola menantikan dengan penuh semangat untuk menyaksikan final Piala Eropa 2020 atau edisi ke-16 yang bertepatan dengan perayaan 60 tahun UEFA, otoritas sepak bola Eropa menggelar turnamen paling prestisius, pertama kali dilaksanakan pada 1960. Italia atau Inggris akan mendapatkan "kehormatan" ketika salah satu finalis memenangkan gelar Euro 2020 di Stadion Wembley, London pada hari Minggu, 11 Juli ...

Bola Klasik: Pesta Gli Azzuri di Jerman 2006

Gambar
Berlin, 9 Juli 2006, hari ini tepat 14 tahun yang lalu, tim Italia, sukses menjuarai Piala Dunia setelah mengalahkan Perancis di pertandingan final yang diwarnai skandal Zinedine Zidane. Perjalanan Italia menjadi campeone del ondo  penuh liku, drama, kontroversi, serta ketangguhan mental pemain anak-anak asuh Marcello Lippi, ditengah hantaman badai skandal  calciopoli  di dalam negeri. Trofi emas keempat  Gli Azzuri  tersebut salah satu momen terindah saya sebagai penggemar sepak bola, sebagai penggemar fanatik kompetisi Serie-A sejak lama. Piala Dunia 2006 merupakan turnamen yang banyak sekali momen yang masih saya ingat dengan baik. Salah satu yang terbaik yang pernah diselenggarakan. Piala Dunia edisi ke-18 tersebut kembali berlangsung di benua biru, tepatnya Jerman. Piala Dunia bagi Jerman, seperti wahana untuk memamerkan tingginya standar mereka dalam mengurus sebuah ajang yang menjadi pusat perhatian global.  Kultur sepak bola, stadion representa...