Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Pengalaman Seru ke ArtSubs (4)

Gambar
Usai menikmati malam mingguan di kawasan  Jalan Tunjungan , pada Sabtu 10 Oktober 2026, Vera dan saya melanjutkan berkunjung ke ArtSub 2026, pameran seni rupa kontemporer terbesar di Surabaya.  Edisi ketiga ini digelar dengan tema Border , Threshold , and Beyond , pada 19 September-8 November 2026.  Kuratornya budayawan senior Nirwan Dewanto, yang m enghadirkan lebih dari 500 karya dari sekitar 120 seniman.  Beragam lukisan, patung, instalasi, fotografi, serta objek-objek baru dipajang secara elegan di ruang-ruang  Balai Pemuda Surabaya, gedung kolonial bergaya indische yang terletak di Jalan Gubernur Suryo Embong Kaliasin.  Kami tiba pada pukul 19.45 WIB, lalu membeli tiket seharga 100 ribu rupiah, dan memulai mengeskplore a rea pameran yang dibagi enam zona, dari ruang utama Balai Pemuda, gedung Dewan Kesenian Surabaya, hingga basement alun-alun. Butuh waktu dua jam untuk menyusuri rutenya yang  penuh kejutan-kejutan menyenangkan setiap berpindah r...

Menikmati Minggu Pagi di CFD Darmo (3)

Gambar
Jika ingin merasakan dan memahami karakter otentik suatu kota, datanglah ke Car Free Day (CFD). Di sana kita bisa merasakan langsung kebiasaan warga lokal, ragam ekspresi, dan sifat kebersamaan. Semua orang bisa berbaur membawa energi positif tanpa memandang status sosial. Pada Minggu 11 Oktober 2026  pukul 6.25 WIB,   Vera dan saya mulai mendatangi  CFD Jalan Raya Darmo.  Matahari sudah sangat tinggi, d i Surabaya matahari terbit sangat cepat, waktu salat Subuh hari itu pada pukul 03.53 WIB. Depan hotel kami menginap merupakan satu area kantong parkir menuju CFD.  Setiap hari Minggu pagi, jalan raya utama dan kawasan pemerintahan ini,  mulai dari depan Masjid Al-Falah hingga persimpangan Dr. Soetomo, dipadati ribuan warga untuk berolahraga, bersosialisasi, dan menikmati berbagai hiburan.  Rasanya luar biasa merasakan suasana yang kontras di jalan utama Surabaya. Kemarin pada siang dan malam kami melewati ruas jalan ini yang sangat sibuk dan pa...

Malam Minggu di Tunjungan (2)

Gambar
Kalau Bandung punya Braga , Jogja punya Malioboro , maka Surabaya punya Tunjungan. **** Vera dan saya menginap di Grand Swissbell Hotel di Jalan Bintoro kawasan Raya Darmo.  Kami mulai menjelajahi Surabaya pada sore sekitar pukul 15.30 WIB, tujuan pertama adalah makan siang sekaligus makan malam di Sego Sambel Mak Yeye .  Hanya 3 kilometer jaraknya dari hotel dan 10 menit jika naik Grab .  Ketika sampai di warung yang terletak di Jalan Jagir, kawasan Pasar Wonokromo, warung tersebut baru siap-siap buka, kami rupanya pelanggan pertama pada hari penjualan Sabtu 10 Oktober 2026. Ya warung ini melayani pelanggan dari sore hingga malam.  Saya memesan paket sego lele komplit, telur dadar, tempe, kerupuk kaleng, dan es jeruk, sedangkan Vera paket sego ikan pari. Makk nyuss . Usai menyantap dengan lahap menu spesial itu, rasanya kami siap melanjutkan akhir pekan di Surabaya. Menjelang waktu Magrib yang jatuh pada pukul 17.25 WIB, Vera dan saya memilih bermalam mingguan d...

Surabaya Pada Mulanya

Gambar
Bagi saya Surabaya adalah kota penghubung Makassar dengan Yogyakarta. Saya mengenalnya sebagai ibukota Jawa Timur, kota Pahlawan, kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, atau kota markas klub Persebaya yang merupakan rival klasik PSM Makassar, klub kebanggaan saya.  Surabaya pula kota pertama yang saya singgahi di Pulau Jawa.  Saya masih mengingatnya dengan baik, pada Selasa 15 Juli 1997, ketika itu saya meninggalkan Makassar dari Bandara Hasanuddin Mandai menumpamg pesawat Sempati Air tiba di Bandara Juanda Surabaya, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan bus PO Eka selama 7 jam menuju Jogja. Sejak tahun 1997 hingga 2008 saya menetap di Jogja untuk bersekolah. Setiap tahun sekali atau mungkin dua kali, saya mudik ke Makassar, dan kebanyakan perjalanan tersebut transitnya di Surabaya, baik menumpuang bus Eka , travel Rahmalia , atau naik kereta api. Dari Surabaya menuju Makassar ada dua moda yang saya pilih, kapal laut dan pesawat. Saya jadi akrab dengan...

Investasi Emas Tring! Pegadaian: Dari Sedikit Menjadi Bukit

Gambar
Menjajaki pengalaman baru dan bertemu orang baru selalu menarik bagi saya. Ketika Pegadaian yang bermitra dengan Kompasiana menggelar event literasi keuangan digital bertajuk  "Financial Literacy on the Way (FLOW)- Financial Mandiri Dimulai Hari ini"  di kota Makassar, saya tentu tidak ingin melewatkan kesempatan baik ini. Saya belum memahami dengan baik instrumen-instrumen dan layanan digital Pegadaian. Masih melekat pola pikir saya bahwa layanan pegadaian masih konvesional, yakni menerima gadai barang-barang fisik seperti emas, alat elektronik, dan perlengkapan rumah tangga. Dari pengalaman pribadi sewaktu zaman mahasiswa (2000-2005) beberapa kali saya menggadai televisi dan sepeda motor di Pegadaian Taman Siswa Wirogunan. Istilah populernya dulu di kalangan mahasiswa adalah "sekolah". Pengalaman yang membentuk kesan "negatif". Kita malu-malu jika ada teman atau tetangga yang mengetahui kita datang ke kantor pegadaian. Sudah terpatri di benak umum jika b...

Jalan-jalan Malam di Manahan (24)

Gambar
Saya tiba di Stasiun Balapan Solo menjelang azan Magrib pada Kamis 23 Juli 2026. Jika berjalan keluar stasiun, kita akan melewati koridor jendela kaca dan dapat melihat keindahan suasana kota dan kemegahan Masjid Sheihk Zayed, ikon baru Solo. Kesan pertama yang membuat kita akan menyukai kota ini. Jarak Stasiun Balapan ke hotel tempat saya menginap Sans Hotel Fourth Loft, di Jalan M.H Thamrin, Laweyan, sekitar 3,5 kilometer. Mengorder Grab cukup murah (Rp. 21.500), tapi jauh lebih murah tarif KRL yang mengantar saya dari Stasiun Lempuyangan Jogja ke Solo, hanya 8.000 rupiah saja pembayaran e-money. Saya sengaja memilih hotel area Manahan, karena ingin menyambangi Stadion Manahan yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Banjarsari, Surakarta. Sebagai penggemar sepak bola dan penikmat ruang publik seperti stadion, saya sudah me- list Manahan sebagai destinasi wajib jika berkunjung ke Solo. Usai mandi dan salat Magrib, saya bergegas pergi ke kompleks Manahan, yang jaraknya hanya 750 meter. ...

Angkringan Mas Yudi di Nitipuran (23)

Gambar
Penyair Joko Pinurbo menulis satu puisi yang terkenal, bahkan liriknya dimural sebagai spot foto  di Teras Malioboro 1. "Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan" Siapa pun yang pernah tinggal di Jogja bisa merasakan ikatan emosional dan kenangan menyantap makanan sederhana dalam suasana kehangatan di angkringan .  Tak afdal rasanya “pulang” ke Jogja tidak singgah di angkringan.  Suatu siang pada Rabu 22 Juli 2026, setelah berkeliling di kawasan selatan Jogja , saya sampai di Jalan Nitipuran, Ngestiharjo, dan memutuskan berhenti di satu angkringan di tepi jalan untuk makan siang. Angkringan yang sangat tradisional, terdiri dari gerobak tempat menjajakan menu-menu masakan kampung, dan gerobak sekaligus menjadi meja makan. Disedikan dua bangku kayu panjang, dan ditutupi terpal besar berwarna biru. Angkringan seperti ini hanya muat untuk enam pelanggan dalam waktu yang bersamaan. Ketika saya datang pukul 12.50 WIB, ada tiga orang yang sedang makan, dua di antaranya c...

Legenda Alkid dan Gudeg Mbok Lindu (22)

Gambar
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat punya dua Alun-alun. Pertama Alun-alun Utara (Lor), dan yang kedua Alun-alun Selatan (Kidul). Kali ini kita bahas Alun-Alun Kidul yang orang sering sebut "Alkid". Alkid merupakan salah satu ikon Jogja. Bagian dari kawasan "Sumbu Filosofis". Garis yang membentang lurus dari Tugu, Malioboro, dan Keraton, termasuk dua alun-alun. Telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan Warisan Dunia UNESCO. Alkid berlokasi di Jalan Patehan, di dalam benteng Keraton. Lapangan dengan permukaan pasir dan rumput berukuran 150 x 150 meter. Di sisi lapangan terdapat lima akses, yakni Jalan Langenastran Kidul, Jalan Langenastran Lor, Jalan Ngadisuryan, Jalan Patehan Lor, dan Jalan Gading. Kelima jalan tersebut menghubungkan Alkid dengan tempat-tempat terkenal seperti Taman Sari, Pasar Ngasem, Wijilan, hingga Alun-alun Utara. Saya ingat Alkid adalah kawasan yang saya akrabi sewaktu kuliah. Dari sekian rute alternatif perjalanan ke kampus dari kos di Jalan Gla...

Masjid Syuhada Kotabaru (21)

Gambar
Pada Selasa malam 21 Juli 2026 menjelang adzan salat Isya berkumandang di Jogja, saya sampai di kawasan Kotabaru, Jogja. Saya sudah berniat salat berjamaah di Masjid Syuhada yang berlokasi di Jalan I Dewa Nyoman Oka, Kotabaru. Di jalur pinggiran Kali Code. Kotabaru tidak seramai kawasan lain di kota Jogja, memang seperti demkian sejak lama, karena kawasan ini bukan jalan-jalan yang padat kendaraan lalu lintas meski berjalan lebar. Suasananya selalu bersih, tenang, dan adem. Rumah-rumah asri dengan pekarangan luas dinaungi pohon-pohon rindang, berderetan di Kotabaru. Aura hening jalan I Dewa Nyoman semakin terasa karena ada dua rumah ibadah berdiri megah saling berhadapan, yakni Gereja Katolik Santo Antonius dan Masjid Syuhada. Malam itu saya mencari spot yang paling pas untuk melihat seluruh bangunan Masjid Syuhada yang mencolok dengan kubah besar bergaya Persia. Cukup lama saya memaknai dan meresapi momen sentimental ini. Saya terharu pada kenangan saat pertama kali salat di masjid in...

Cerita dari Pasar Legi Kotagede (20)

Gambar
Ketika kawasan-kawasan di Jogja semakin modern. Kotagede berusaha tetap otentik. Saya pernah tinggal di Kotagede, ketika sekolah di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta yang terletak di Jalan Mondorakan No. 51. Hampir setiap hari Minggu saya mengisi liburan pergi ke kawasan Pasar Legi Kotagede yang hanya berjarak 500 meter dari tempat kos saya di Gang Prenggan Mondorakan, berjalan kaki 10 menit sudah sampai. Hal pertama saya lakukan adalah menelpon ibu dan ayah di Makassar dari warung telepon (wartel) di Kantor Pos Kotagede, yang menurut perhitungan saya tarifnya lebih murah dibandingkan wartel di sekitarnya. Beberapa kali juga saya mengirim surat pakai perangko di Kantor Pos tersebut.  "Sekitar dua minggu kemungkinan suratnya tiba, mas ", ujar petugas loket, menjawab pertanyaan klasik pengirim surat. Urusan di kantor pos selesai, saya hanya menyeberang jalan menuju warung kecil yang menjual nasi rames. Saya lupa nama ibu penjual, tapi saya suka sekali makan di warung ini, paket nas...

Suatu Pagi di Mandala Krida (19)

Gambar
Pada hari Selasa 21 Juli 2026 pagi, untuk pertama kali saya bangun pagi setelah istirahat penuh tidur selama delapan jam yang berkualitas, karena tidak lagi terputus untuk menonton Piala Dunia. Tubuh jadi segar bugar, pikiran lebih jernih, dan suasana hati lebih baik. Membuat saya semakin bersemangat untuk berolahraga. Pagi itu mengendarai Honda Scoopy saya berangkat menuju Stadion Mandala Krida di kawasan Semaki. Saya tiba di kompleks Mandala Krida pada pukul 7.45 WIB, pengunjung umum masuk melalui pintu timur di Jalan Gondosuli. Area belakang tersebut juga digunakan sebagai lahan parkir dan tempat para pedagang berjualan. Ramai sekali pagi itu, meski bukan akhir pekan . Sambil jogging tiga putaran (2,4 kilometer), saya melihat ada yang senam, bersepeda, siswa sekolah pelajaran penjaskes, atau anak-anak bermain-main di area terbuka.  Dalam kompleks tersebut terdapat  gym , Garuda Store yang menjual merchandise resmi PSIM dan timnas. Di bagian selatan terdapat lapangan kera...

Ada Apa di ArtJog (18)

Gambar
Artjog diselenggarakan sejak tahun 2008 ketika masih menjadi bagian dari Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), diprakarsai seniman Heri Pamad. Pada tahun 2009 berpisah dari FKY dan menjadi independen. Menyusul pada tahun 2010 ditetapkannya nama baru ArtJog. Baru di Artjog 2026 untuk pertama kalinya saya datang menghadiri festival dan pameran seni rupa kontemporer yang diadakan tahunan dan berskala internasional ini. Banyak yang mengatakan event Artjog adalah “Lebaran Seni”, semakin menegaskan identitas Yogyakarta sebagai kota ekosistem seni yang kuat dan kreatif. Artjog 2026 digelar pada 19 Juni sampai 30 Agustus di Jogja National Museum (JNM) Blok di Pakuncen, Wirobrajan. Tepatnya di sebelah timur SMA 1 Teladan Yogyakarta. Sore itu pada Senin 20 Juli 2026, saya sudah sampai di JNM Block pukul 15.00 WIB, usai makan siang menu soto ayam dan minum teh panas di angkringan sudut Wirobrajan. Cuaca panas tiba-tiba berganti adem ketika memasuki kawasan JNM yang memiliki halaman luas yang asri d...