Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sepak bola

Manajemen Senyap Carlo Ancelotti

Gambar
Saya tumbuh menjadi penggemar sepak bola persis saat Carlo Ancelotti berhenti sebagai pemain dan beralih menjadi asisten pelatih Italia pada World Cup 1994. Itu Piala Dunia pertama yang saya nonton. Setelah itu saya mengikuti perjalanan karier kepelatihan Ancelotti sampai ia dinilai sebagai salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah.  Publik akan sangat mudah mengasosiasikan Ancelotti adalah pelatih AC Milan dan Madrid. Dua klub yang memberikan lima trofi Liga Champions bagi Ancelotti. Dari buku berjudul  Quiet Leadership: Winning Hearts, Minds and Matches  (2016)  kita ingin mengetahui kiat dan cerita-cerita di balik pencapaiannya  serta bagaimana ia menjalani hidup di luar sepak bola.  Ia berbagi kepada pembaca kenangan hebat dan masa sulitnya. Don Carlo menuangkan kumpulan refleksinya sebagai manajer sejak menjadi asisten pelatih Arrigo Sacchi di tim nasional Italia, kemudian debut di klub Reggiana, Parma, Juventus, AC Milan, Chelsea, PSG, dan Real...

Kejahatan FIFA Mengurus Sepak Bola

Gambar
Sepak bola semacam hasrat. Kita suka sepak bola sejak kecil dan seumur hidup. Akan lebih menyenangkan jika tak mengetahui semua kebusukan dalam sepak bola dan hanya menyukai permainannya serta mendukung tim nasional kita, karena rasa percaya dan cinta. Namun bersamaan merasa ada tak beres dalam pengelolaan sepak bola oleh Federasi. Kita tahu FIFA korup dan kita muak hal itu. Saya menjadi lebih paham setelah menyaksikan empat serie dokumenter Netflix, FIFA Uncovered yang diproduseri John Battsek dan disutradarai Daniel Gordon mengisahkan dengan gamblang bagaimana kejahatan korupsi sudah begitu mengakar di FIFA, organisasi yang mengatur sepak bola dunia.  Pada 1904, federasi FIFA dibentuk oleh 7 asosiasi sepak bola Eropa, semuanya amatir dan tidak ada uang bermain. Mereka menjaga nilai-nilai olahraga. Membuat panduan untuk menjaga sportivitas sepak bola, dan melindungi sepak bola dari politik dan propaganda. Dari situ muncul gagasan mempertandingkan sepak bola secara global, untuk m...

Magis Messi Akhiri Perlawanan Kebangkitan Kroasia

Gambar
Selalu ada sesuatu yang magis tentang sepak bola Argentina. Piala Dunia Qatar 2022 ini terasa seperti rangkaian festival spiritual kebangkitan Lionel Messi dan para pemujanya. Sejak debutnya melawan Serbia Montenegro pada Jerman 2006, Lionel Messi sudah 25 kali bertanding di Piala Dunia, dan akan menjadi 26 untuk melewati kapten legendaris Jerman Lothar Matthaus (25 game) dan pesepak bola manapun nantinya sebagai rekor abadi. Tak ada yang menyangka penampilan terbaik Messi dan Argentina di lima Piala Dunia adalah Qatar 2022, pada usia 35 tahun. Sejak kalah di pertandingan pembuka Grup C melawan Arab Saudi, mulai saat itu semua pertandingan adalah "final". Skuad ini membuktikan betapa kuatnya mereka, memainkan lima "final" melawan Meksiko, Polandia, Australia, Belanda, dan Kroasia, dan memenangkan semuanya. Argentina berhasil bangkit dari keterpurukan, lulus ujian berat. Terakhir pada pertandingan semifinal melawan Kroasia, finalis 2018 yang mengalahkan Brasil di per...

Didier Deschamps Ingin Menulis Sejarah Baru Perancis

Gambar
Jika berbicara sepak bola Perancis, barangkali ada dua sosok yang paling dikenal: Michel Platini dan Zinedine Zidane. Platini berjaya di era 1980-an dengan memimpin Perancis memenangkan trofi pertama, Piala Eropa 1984. Kiprahnya di tiga Piala Dunia (1978, 1982, 1986) juga cemerlang meskipun tak pernah kampiun, dua kali menembus semifinal. Pada 2007 sampai 2015 Platini menjabat Presiden UEFA, otoritas sepak bola benua Eropa. Ketika sebagai tuan rumah 1998, Perancis juara dunia pertama kali lewat aksi fenomenal Zidane. Perancis join  club 7 , negara yang pernah menjuarai Piala Dunia. Berlanjut menyandingkan gelar Piala Eropa dua tahun kemudian. Itulah sejarah terhebat sepak bola Perancis. Piala Dunia 1998 Barangkali banyak yang sudah lupa, orang Perancis pertama mengangkat trofi Piala Dunia mahakarya seniman Italia, Silvio Ganzzaniga, bukanlah Zizou-panggilan Zinedine Zidane, tetapi Didier Deschamps, sang kapten, pemimpin sejati  Les Bleus. Deschamps bertanding untuk Perancis 10...

Master-master Sepak Bola dari Balkan

Gambar
Dalam dunia bola, apa yang dulu tidak mungkin, kini menjadi kenyataan. Sepak bola telah mengangkat derajat bangsa Kroasia setelah Piala Dunia 1998. Piala Eropa 1996 di Inggris merupakan awal Kroasia menapak ke persaingan sepak bola Eropa dan Dunia. Kroasia, negara pecahan Yugoslavia, menampilkan sepak bola menawan dengan gerakan-gerakan seperti menari balet dari Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, dan tentu saja Davor Suker.  Puncak generasi emas pertama Kroasia, negara debutan mengguncang Piala Dunia 1998 Perancis.  The Vatreni , tanpa diduga berhasil meraih medali perunggu dan Suker sukses top skor turnamen. Salah satu gol Suker kembali diciptakan ke gawang Jerman yang saat itu mereka hantam tiga gol tanpa balas di kota Lyon. Mereka hanya bisa dijinakkan di semifinal oleh tuan rumah Perancis yang kemudian menjadi juara. Kemenangan negara kecil atas raksasa dunia, Jerman, di kota Lyon itu menjadi satu malam bersejarah bagi Kroasia. Merupakan tonggak menyongsong masa depan yang...

Tradisi dan Darah Panas Pemain Inggris

Gambar
Sejak juara Piala Dunia 1966 di negeri sendiri, Inggris di Piala Dunia senantiasa ditandai petualangan dramatis. Selalu saja ada drama dan insiden menyertai kegagalan  Three Lions  di turnamen akbar. Adu penalti melekat pada begitu banyak momen kekalahan Piala Dunia yang memilukan. Membuat fans atau  hooligans  kecewa dan frustrasi dalam waktu yang lama. Bagi Inggris, yang mengklaim sebagai negara penemu sepak bola modern, penantian 56 tahun bagaikan hidup pada masa kegelapan. Pada Piala Dunia 1986 Inggris kalah di perempat final oleh Argentina lewat dua gol ajaib Diego "Dewa" Maradona, dalam duel yang diberi tajuk sebagai laga abad ke-20. Empat tahun kemudian pada Piala Dunia Italia 1990, Inggris yang dilatih manager karismatik Bobby Robson disingkirkan Jerman Barat di semifinal melalui laga brutal adu penalti yang sangat kejam.  Pemain muda Paul Gascoigne menangisi kekalahan Inggris di Turin. Air mata Gascoigne semacam momen penting dalam sepak bola Inggris, y...

Pertandingan Klasik Perempat Final Piala Dunia

Gambar
Jangan selalu mengira pertandingan paling menarik tiap Piala Dunia adalah pertandingan final. Tak jarang justru babak perempat final yang menampilkan match of the turnament , laga yang disertai klimaks, dramatis, kontroversial, bahkan mencengangkan dunia. Tengoklah kembali sejarah duel Argentina melawan Inggris di perempat final Piala Dunia 1986, sampai sekarang lebih heboh dikenang, daripada finalnya sendiri di mana Diego Maradona bersama Argentina mengalahkan Jerman 3-2. Ketika "Dewa" Maradona menghebohkan dunia, saya masih bocah berumur lima tahun, tentu belum menyaksikan duel yang digadang-gadang merupakan laga sepak bola abad ke-20 tersebut. **** Saya sudah menonton sejak Piala Dunia 1994 di USA, masih bisa merekam sejumlah pertandingan babak perempat final legendaris yang sarat sejarah. Maka izinkanlah saya menuliskan memori tersebut di forum ini. Duel terbaik di Piala Dunia 1994 adalah pertemuan klasik Brasil melawan Belanda di perempat final. Dua gaya sepak bola agres...

Drama Adu Penalti Piala Dunia

Gambar
Dua tim yang tampil bagus di fase penyisihan Grup E yang disebut "grup neraka", Jepang dan Spanyol tersingkir di babak 16 besar, dengan cara yang sama: adu penalti. Jepang menyerah dari Kroasia 1-3, sedangkan Spanyol takluk dari Maroko 0-3. Jepang mengulang kekalahan yang sama saat dikalahkan Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2010. Spanyol lebih menderita. Kekalahan pahit ini merupakan yang ketiga melalui tos - tos dalam tiga turnamen akbar beruntun. Pada Piala Dunia 2018 La Roja disingkirkan tuan rumah Russia di babak 16 besar. Kemudian Spanyol juga takluk dari Italia di semifinal Piala Eropa 2020 tahun lalu. Kekalahan melalui adu penalti sangat menyakitkan. Kita sudah sering menyaksikan pemain bercucuran air mata akibat kalah adu penalti yang dianggap terlalu kejam untuk menentukan kegagalan dalam turnamen seperti Piala Dunia. Adu penalti jelas tidak menggambarkan potensi sebuah tim sesungguhnya. Sejak pertama kali dilaksanakan pada Piala Dunia 1982 pertandingan Jerma...

Catatan Putaran Grup Piala Dunia 2022

Gambar
Pertandingan babak penyisihan Piala Dunia Qatar 2022 telah berakhir pada Jumat 2 Desember 2022. 32 negara dalam delapan grup menyelesaikan 48 pertandingan, dan telah mendapatkan 16 tim berhasil maju ke babak gugur. 16 negara lain tersisih, termasuk Qatar, pencapaian tuan rumah terburuk dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Komposisinya sebagai berikut: 8 negara Eropa, 3 negara Asia-Pasifik, 2 wakil Conmebol, 2 Afrika, dan 1 dari Concacaf. Zona Asia paling meningkat jika melihat hasil Piala Dunia sebelumnya. Dari delapan grup, ada yang sesuai prediksi, tapi lebih banyak menghasilkan kejutan besar. Deretan pertandingan membuktikan bahwa ini adalah Piala Dunia paling menghebohkan dengan kejutan-kejutan ajaibnya. Kita pun semakin paham, sepak bola bukan permainan yang sepenuhnya rasional dan matematis. Reputasi sebuah tim tak berlaku lagi di atas lapangan Piala Dunia. Jerman, juara dunia empat kali disisihkan Jepang dan Spanyol di Grup E yang sangat keras hingga menit terakhir. Juga B...