Postingan

Menampilkan postingan dengan label Covid-19

Lebaran di Tengah Pandemi Korona

Gambar
(dok. pri)  Siti Almirah, anak saya berusia 7 tahun, pada 24 April lalu yang bertepatan dengan 1 Ramadan 1441 H, merasakan keberhasilan besar dalam satu awal perjalanan hidupnya. Untuk pertama kalinya ia bisa bertahan menunaikan ibadah puasa sampai azan Maghrib, bahkan ia membantu Mamanya menyiapkan menu sajian berbuka puasa kami. Kepuasan dan kebahagiaan mendalam ia alami. Saya bisa merasakan, menyentuh kalbu akan momen spiritual demikian. “ Sebentar, Papa. Saya lagi menikmati es buah ini dulu”  kata Siti, saat saya menyuruhnya mengambil air wudhu untuk menunaikan salat Magrib berjamaah. Berbuka puasa adalah satu kenikmatan terbaik bagi umat manusia.  Kebahagiaan Siti makin lengkap hari ini karena ia bisa menyelesaikan puasa 30 hari dengan rangkaian ibadah tarawih dan tadarussan sebulan penuh. Syukur Alhamdulillah. Bagi dia, puasa dan lebaran kali ini punya dua sisi. Pertama, ya itu tadi yang disebutkan di atas. Kedua, Ramadan kali berbeda yang pernah ia ...

Hakikat Mudik Saat Pandemi Korona

Gambar
  (dok. pri) Dalam kehidupan sehari-hari, orientasi kita adalah perjalanan duniawi, sehingga kita acap kali lupa berdialog dengan diri kita sendiri. Lebaran adalah momen yang tepat sebagai media kita untuk membatin dan bertanya seberapa jauh kefitrian jiwa kita. Hari Lebaran adalah hari riang gembira. Hari yang sangat ditunggu umat muslim di seluruh dunia. Pada hari Lebaran, 1 Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri yang mempunyai makna kembali ke fitrah. Waktunya merayakan hari kemenangan perjalanan bulan suci Ramadan.  Bagi umat muslim, khususnya di Indonesia, Lebaran selalu diawali dengan ritual mudik. Tapi tahun ini, lebaran sekarang, 1441 H, budaya mudik yang sudah mendarah-daging dihimbau dan bahkan dilarang dilakukan, demi memutus rantai penyebaran virus corona lebih luas ke kampung-kampung. Budaya mudik sangat terkait dengan aspek psikologis, karena ikatan komunitas kita sangat kental primordial kedaerahan dan kesukuan sebagai satu identitas. Ad...

Merayakan Sepak Bola Baru dari Bundesliga

Gambar
(sumber: https://www.spiegel.de/sport/fusball/) Setelah sepuluh pekan berhenti karena badai  Covid-19 , kompetisi sepak bola kembali bergulir. Liga Jerman atau lebih populer dengan nama Bundesliga menjadi kompetisi elite di Eropa yang pertama bangkit. Saat liga-liga di Belgia, Belanda, dan Perancis lebih dahulu menyerah dengan mengentikan kompetisi, Bundesliga menunjukkan jalan terang. Pada akhir pekan yang lalu, mulai pada Sabtu, 15 Mei 2020, otoritas Bundesliga melanjutkan 82 laga yang tertunda dan rencananya rampung enam minggu ke depan. Ya. Sepak bola telah menghadirkan energi positif di tengah pandemik. Ia kembali dalam versi dan dimensi baru, bukan sepak bola seperti yang kita pahami. Sejumlah tradisi ritual menggelar pertandingan menghilang. Aturan protokol  Covid-19  yang ketat harus dipatuhi untuk menggelar laga. Jumlah orang yang berada di dalam stadion sangat dibatasi, meliputi skuad kedua tim, perangkat pertandingan, tim medis yang lebih siaga,...