Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial Budaya

Hidup di Kota Makassar

Gambar
Menetap di kota ini memberikan saya banyak pelajaran hidup yang bermakna, bahwa rasa mencintai dan membencinya adalah suatu keniscayaan. Semakin kabur. Semakin tipis. Itu hukum jamak rasa dan logika terhadap sesuatu yang melekat dalam kehidupan kita.  Semakin modern peradaban kota ini, ternyata semakin tidak manusiawi kehidupannya. Setiap komponen di dalamnya berlaku layaknya serigala yang memangsa serigala lainnya. Hampir tak ada lagi ruang untuk menerima dan memaafkan kesalahan. Kemanusiaan semakin nihil kita jumpai di kota yang katanya menganut prinsip  “Sipakatau, Sipakainga, dan Sipakalebbi”. Semoga saya salah berasumsi, kota ini hanya nyaman terasa ketika kita sudah berada di rumah, bersama dengan orang-orang tercinta. Begitu kita beranjak keluar dari kawasan nyaman tersebut, bersiaplah menghadapi tekanan-tekanan yang mungkin lebih banyak diperoleh dari eksternal diri. Kita akan menjumpai dan beriteraksi dengan banyak orang yang tentunya relatif merespon. Hubungan terseb...

Musim Haji Usai Datanglah Musim Kawin

Gambar
Konon setelah lebaran haji datanglah musim kawin.  Fenomena ini secara tidak resmi ‘disepakati” seluruh kelompok masyarakat di seluruh Indonesia. Saban tahun, ribuan keluarga dari ujung barat ke ujung timur Indonesia, rame-rame menetapkan dan mempersiapkan tanggal perkawinan salah satu anggota keluarganya jatuh di bulan Djulhijjah dan Muharram penanggalan Hijriah. Sejak sebulan terakhir undangan perkawinan dari beberapa kerabat, sahabat, kolega, mengampiri saya, sekadar untuk memberikan doa dan restu kepada pasangan yang berbahagia. Tentu tidak seluruhnya bisa saya hadiri. Tanpa mengurangi rasa bahagia pasangan pengantin saya mohon maaf. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahma. Amin. Acara perkawinan adalah satu momen terpenting dalam hidup manusia. Sangat sakral, proses dan persyaratannya tidak boleh main-main. Dua manusia yang akan mengarungi hidup tertaut dalam satu janji suci atas nama agama di depan imam, wali nikah, saksi, dan tamu undangan.  Melaksanan perk...

Jangan Diskriminasi Mereka

Gambar
Peristiwa sedih ini terjadi sekitar dua tahun lalu. Setelah nyaris sepekan dirawat inap di sebuah rumah sakit, berita meninggalnya seorang teman akhirnya saya terima melalui pesan WhatsApp. Teman tersebut meninggal dikabarkan karena mengidap HIV/AIDS, akibat ketergantungannya pada salah satu jenis narkotika bertahun-tahun. Namun saya tidak ingin berdebat mengenai penyebab, dan penanganan terhadap teman tersebut dan (seluruh orang) pengidap HIV/AIDS (ODHA) dalam aspek medis.  Lebih dari sekadar penyakit, ODHA merupakan masalah global dan fenomena sosial. Lihatlah fakta miris, interaksi sosial ODHA dalam masyarakat menjadi tidak seimbang dengan terjadinya stigmatisasi, dan diskriminasi, bahkan tindakan isolasi penderita di berbagai tingkatan sosial, mulai tingkatan keluarga, lingkungan, kelompok, pelayanan birokrasi, sampai dengan tingkat lapangan pekerjaan.  Bahkan tindakan diskriminatif justru terjadi juga di fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sa...