Laut Berdarah Reformasi 1998
Dalam menengok sejarah, selalu ada dua sisi untuk setiap revolusi, untuk setiap perubahan besar. Hampir tak ada revolusi yang sepenuhnya buruk atau sepenuhnya baik. Tiap kali kita memasuki bulan Mei, kita menghidupkan satu sejarah besar Indonesia, menjalani masa baru yang kita sebut era Reformasi menggantikan masa Orde Baru yang begitu lama di bawah satu rezim yang sangat berkuasa. Peristiwa politik peralihan kekuasaan pada Mei 1998 yang berdarah-darah tersebut banyak disaksikan dan dimaknai setiap orang yang terlibat. Begitu banyak pertanyaan penting yang belum terjawab di balik rangkaian tragedi kemanusiaan yang melatari Reformasi 1998, meskipun peristiwa itu sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Leila S Chudori contohnya, menuliskan memoar dalam bentuk novel berjudul Laut Bercerita. Meskipun fiktif, Laut Bercerita terinspirasi kisah nyata para korban kekerasan dan pembunuhan, penyintas, dan keluarga mereka, untuk "menghidupkan" kembali peristiwa Me...