Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesehatan

Menyaksikan Keindahan Operasi Bedah Otak

Gambar
Saya baru saja menyaksikan episode Sacred Brain , satu dari empat episode serial dokumenter original Netflix berjudul The Surgeon’s Cut yang rilis mulai pada 9 Desember 2020. Episode yang luar biasa. Sangat emosional dan penuh inspirasi. Berkisah dokter jenius yang rendah hati bernama Alfredo Quinones-Hijnosa. Selama menonton durasi sepanjang 55 menit, saya nyaris tidak berkedip. Sacred Brain  disutradarai oleh Lucy Blakstad, menangkap hal-hal menakjubkan dalam proses operasi rumit yang terkait Alfredo Quinones-Hijnosa menarasikan perjalanan hidupnya dengan sangat indah.  Terlahir dari pinggir rel kereta api, kemudian Alfredo remaja ikut kakek bekerja sebagai buruh tani migran di Meksiko yang tak jauh dari perbatasan dengan Amerika Serikat. Ia tidak pernah bermimpi menjadi dokter ahli bedah otak, bahkan tak tahu apa itu bedah otak, dan kini belum sepenuhnya ia percaya sebagai kepala dan dokter bedah di Mayo Clinic di Jacksonville, Florida. Satu rumah sakit bedah terbaik di d...

Memahami Autisme

Gambar
Banyak orang tua bingung dan resah mereka sebelumnya tidak pernah punya anak-anak dengan autisme, dan sekarang mereka harus mengatasinya. Pertanyaan sederhana adalah apa yang perlu dan bagaimana kita tahu semua itu terjadi? Saya kemudian tertarik mencari lebih paham mengenai autisme dari beberapa sumber dan literatur, dan catatan ini mungkin intisari yang bisa saya bagi kepada teman-teman semua. Autisme pertama kali dijelaskan pada 1943 oleh psikiater Johns Hopkins Leo Kanner, dan sekali lagi pada 1944 oleh dokter anak Austria Hans Asperger. Kanner mendefinisikan istilah tersebut untuk anak-anak yang secara sosial sibuk dengan rutinitas namun sering memiliki bakat intelektual yang mengesampingkan diagnosis keterbelakangan mental. Lalu Asperger menerapkan istilah untuk anak-anak yang secara sosial punya obsesi aneh untuk dikembangkan. Anak autis telah ditunjukkan untuk menggunakan otak mereka dengan cara yang tidak biasa. Lebih dari 60 tahun setelah autisme pertama kali dijelaskan oleh ...

Jangan Diskriminasi Mereka

Gambar
Peristiwa sedih ini terjadi sekitar dua tahun lalu. Setelah nyaris sepekan dirawat inap di sebuah rumah sakit, berita meninggalnya seorang teman akhirnya saya terima melalui pesan WhatsApp. Teman tersebut meninggal dikabarkan karena mengidap HIV/AIDS, akibat ketergantungannya pada salah satu jenis narkotika bertahun-tahun. Namun saya tidak ingin berdebat mengenai penyebab, dan penanganan terhadap teman tersebut dan (seluruh orang) pengidap HIV/AIDS (ODHA) dalam aspek medis.  Lebih dari sekadar penyakit, ODHA merupakan masalah global dan fenomena sosial. Lihatlah fakta miris, interaksi sosial ODHA dalam masyarakat menjadi tidak seimbang dengan terjadinya stigmatisasi, dan diskriminasi, bahkan tindakan isolasi penderita di berbagai tingkatan sosial, mulai tingkatan keluarga, lingkungan, kelompok, pelayanan birokrasi, sampai dengan tingkat lapangan pekerjaan.  Bahkan tindakan diskriminatif justru terjadi juga di fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sa...