Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Solusi Perselisihan dengan Bank

Kisah ini soal pengalaman berselisih dengan pihak perbankan. Artikel ini saya buat karena merasa kecewa, kesal, bahkan sedikit emosi berkonflik dengan lembaga perbankan yang katanya terpercaya. Sekaligus sebagai pelajaran teman-teman untuk lebih berhati-hati menjalin kerja sama dengan bank yang secara psikologis dan ekonomi, kedudukannya sangat kuat dibanding dengan kita sebagai debitur yang lemah.  Maka, biarkanlah saya menumpahkannya di ruang ini. Tempo hari kami sepakat dengan sebuah bank plat merah untuk melaksanakan perikatan perjanjian kredit guna memodali kami membangun usaha rumah kos. Tentu saja agunannya adalah sertifikat (SHM) atas tanah tersebut dijadikan Hak Tanggungan melalui BPN via Notaris yang ditunjuk bank bersangkutan. Setelah pengecekan lapangan, SHM dinyatakan bersih, akhirnya dana cair dan kami langsung manfaatkan dana tersebut sesuai peruntukan. Kontrak kerja borongan tukang sudah diteken. Bahan material bangunan juga mulai masuk. Segalanya seperti berjalan s...

Belajar Pendekatan Ekonomi Terhadap Hukum

Gambar
Pendekatan Ekonomi Dalam Hukum Persaingan Usaha  Bidang analisis ekonomi atas hukum, atau yang umumnya dikenal sebagai Economic Analysis of Law muncul kali pertama melalui pemikiran utilitarianisme Jeremy Bentham pada 1789, yang menguji secara sistemik bagaimana orang bertindak berhadapan dengan insentif-insentif hukum dan mengevaluasi hasil-hasilnya menurut ukuran-ukuran kesejahteraan sosial ( social welfare) .  Pemikiran utilitarianisme hukum Bentham tersebut tersebar dalam tulisan berupa analisis atas hukum pidana dan penegakannya; analisis mengenai hak milik (hukum kepemilikan); dan substantial treatment atas proses-proses hukum.  Secara garis besar analisis ekonomi atas hukum menerapkan pendekatan untuk memberikan sumbangan pikiran atas dua permasalahan dasar mengenai aturan-aturan hukum, yakni:  Analisis yang bersifat positif atau deskriptif, berkenaan dengan pertanyaan apa pengaruh aturan-aturan hukum terhadap tingkah laku orang yang bersangkutan ( the ident...

Minimarket dan Toko Kelontong

Gambar
Pada satu malam, saya tiba-tiba ingin sekali makan martabak telur. Lansung saja saya ambil sepeda untuk pergi membeli di pedagang langganan yang berjarak 200 meter dari rumah.  Betapa kagetnya saya ketika sampai tujuan, tak lagi ada gerobak besar menjajakan martabak dan terang bulan yang biasanya berjejer dengan gerobak gorengan, sate ayam, dsb.  Di tempat tersebut telah berdiri minimarket, yang semakin lama semakin menjamur di kota ini. Semakin masuk ke pemukikan perumahan masyarakat. Di Makassar gerai ritel sudah melewati angka 1.000 unit minimarket dan diyakini akan terus bertambah izin yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan.  Fenomena ini membuat pedagang kelontong di kawasan penduduk cemas. Mereka khawatir lahan pencarian nafkah mereka akan mati dijajah oleh retail. Dari dulu pemerintah kita memang tak pernah memihak golongan masyarakat marjinal yang seharusnya mendapat bantuan.  Semestinya pemerintah secara tegas menolak berbagai tawaran inve...

Pengembangan Energi Terbarukan

Gambar
Bersamaan dengan laju pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali, pengembangan wilayah tak terkontrol, dan pembangunan industri yang pesat dari tahun ke tahun, maka hukum ekonomi berlaku mutlak, kebutuhan akan pemenuhan energi secara nasional pun semakin besar.  Selama ini kebutuhan energi dunia (Indonesia) dipenuhi oleh sumber daya tak terbarukan, seperti minyak bumi dan batu bara. Namun, tidak selamanya energi tersebut dapat mencukupi seluruh kebutuhan dalam jangka panjang. Cadangan energi kita semakin lama semakin menipis dan pastinya akan habis. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan akan minyak dan gas sekitar 2,2 juta barel ekuivalen perhari. Dari angka itu, 1,4 juta barel diantaranya kebutuhan minyak bumi, sementara cadangan yang dimiliki hanya sebesar 900 ribu barel perhari. Jadi, setiap harinya kita  nombok  sekitar 500 ribu barel untuk pemenuhan kebutuhan minyak bumi!  Krisis energi yang terjadi di Indonesia dewa...

J&T Express, Si Gurita Merah Berlayar di Samudera Biru

Gambar
Revolusi Industri 4.0 yang menciptakan teknologi digital merupakan salah satu pencapaian terbesar yang pernah dicapai dunia. Klaus Martin Schwab, menulis dalam buku larisnya,  The Fourth Industrial Revolution  (2016), bahwa revolusi 4.0 tak hanya mengubah  bisnis  dijalankan dan bagaimana para pekerja berelasi, tapi juga mengubah setiap orang menjalani kehidupan sehari-hari, memengaruhi perilaku personal secara mendalam. Secara fundamental mengubah peradaban manusia. Revolusi industri 4.0 yang menciptakan teknologi digital mendorong terjadinya disrupsi, mengubah perilaku dan model masyarakat dalam berbelanja. Dari model belanja konvensional beralih ke perdagangan bisnis digital yang juga lazim disebut  E-commerce,  yang saat ini meningkat pesat.  Hasil kajian Ernst & Young (EY) dan Kemenko Perekonomian, menganalisis bahwa dengan jumlah penduduk hampir 268 juta orang, 133 juta diantaranya terhubung ke akses internet, maka bisnis  E-commerce...

Dua Sisi Kartu Kredit

Gambar
Bagaimana tidak nyaman hidup ini jika hanya bermodal menggesekkan kartu plastik seukuran KTP, kemudian sekejap barang idaman atau segala kebutuhan lain dapat kita tuntaskan. Banyak orang sangat tergantung dengan kartu kredit, makanya kartu itu sering disebut kartu ajaib. Semudah dan senyaman itu kah? Nanti dulu. Di balik segala keistimewaan, kartu kredit ibarat bom waktu yang akan menyiksa Anda. Di balik kemudahan yang ditawarkan terdapat kesulitan yang mengintai. Sejatinya konsep penerbitan kartu kredit adalah sebagai alat untuk mempermudah transaksi pembayaran sebagai dana cadangan dalam situasi yang menentukan dan tidak dapat ditunda lagi. Namun saat ini, kartu kredit beralih fungsi menjadi alat untuk menaikkan gengsi dan prestise. Mereka semua merasakan ‘ feeling’  atau perasaan sensasi luar biasa ketika dapat menggesek kartu ajaib tersebut, lalu sekejap barang idaman menjadi hak milik. Lebih parah lagi, jika situasi “ feeling”  berubah menjadi situasi “ addict” . Dihubung...

Membenahi Lima Faktor Untuk Menghadapi Persaingan Global

Gambar
Posisi Indonesia bisa dikatakan belum cukup kuat untuk bersaing, sekalipun di tingkat ASEAN. Menurut World Ekonomic Forum (WEF) tentang Global Competitiveness Index pada 2020, Indonesia berada di posisi ke 65 dari 174 negara yang disurvei. Jauh tertinggal dengan negara-negara ASEAN lainnya,    Singapura misalnya menduduki peringkat 3,  Malaysia (26), Brunei Darussalam (38), dan Filiphina (46).  Rendahya peringkat daya saing Indonesia disebabkan beberapa faktor mendasar, yakni : (1) masih tingginya angka korupsi, (2) iklim investasi yang tidak stabil akibat rentannya konflik menjurus kekerasan, (3) penegakan hukum yang lemah, (4) tenaga kerja kurang terampil, dan (5) tingkat pendidikan yang tidak merata di seluruh wilayah Indonesia. Persaingan global akan semakin terkoneksi yang akan mengubah wajah perekonomian secara cepat. Siapa tak berbenah maka akan terlindas persaingan. Setelah mengetahui gambaran persaingan sebenarnya, tak ada jalan paling baik selain membenahi ...

Merawat Kekayaan Indonesia Tercinta

Gambar
Perjamuan diplomasi di London, Inggris, lebih dari setengah abad silam. Seorang paruh baya berbalut vez hitam menyulut sebatang rokok. Seketika mengepullah asap dari bibirnya yang sedikit tertutupi oleh kumis uban.   Aroma menyebar merasuki ruangan, kemudian D iplomat tuan  bule  menghampiri laki-lali tersebut seraya bertanya . "Apakah gerangan rokok yang sedang Tuan isap?" "Inilah, Yang Mulia, yang menjadi alasan mengapa Barat menjajah dunia."   Tokoh pengisap rokok dalam cerita itu tak lain adalah Haji Agus Salim, D uta B esar Indonesia pertama untuk Inggris. Adegan ini diceritakan kembali oleh Pramoedya Ananta Toer dalam buku  Mark Hanusz, The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarette.   Jawaban cerdas Agus Salim bukan sek a dar sindiran telak bagi kaum kapitalis, tapi sekaligus penegasan menyiratkan rasa bangga terhadap satu dari seabrek kekayaan alam Indonesia yang melimpah. Yakni cengkeh, kopi, lada, tembakau, d an sebagainya. ...