Postingan

Menampilkan postingan dengan label Jerman

Jerman Bukan Lagi Jerman yang Dulu

Gambar
Kejutan besar pertama di Piala Dunia 2026 tercipta ketika Jerman tersingkir lebih awal, di babak 32 besar setelah dikalahkan Paraguay melalui drama adu penalti 3-4 (1-1). Bertanding di Stadion Gillete, Foxborough, Boston, AS, Jerman yang dilatih pelatih muda Julian Nagelsmann menurunkan format 4-2-3-1, dengan striker tunggal Kay Harvetz di depan Leroy Sane, Deniz Undav, dan Florian Writz.  Adapun Gustavo Alfaro pelatih Paraguay memilih pos 4-5-1 yang cenderung defensif.  Jerman memang mengendalikan permainan di babak pertama, tetapi tetap tidak efektif mendobrak pertahanan ketat Paraguay yang dikomandoi Gustavo Gomes di depan kiper Orlandi Gill. Jerman kesulitan menciptakan peluang bagus. Sesaat sebelum jeda justru Der Panser dikejutkan dengan gol yang pemain sayap Paraguay, Julio Ensico. Bermula dari sepak pojok yang dihalau pertahanan Jerman namun bola dapat direbut Miguel Almiron dan menoper ke Matias Galarza. Dengan bagus Galarza  mengirim umpan silang ke area penal...

Piala Eropa 2024 Jerman yang Dinanti-nantikan Telah Tiba

Gambar
Piala Eropa 2024 yang kita nanti-nantikan akhirnya tiba. Ini Piala Eropa ke-8 yang saya ikuti sejak  Euro  1996 di Inggris. Dalam 31 hari kedepan, 24 negara peserta, 51 pertandingan akan digelar di 10 stadion megah di kota-kota Jerman.  Menjadi tuan rumah ajang akbar seperti Piala Eropa bagi Jerman, seperti etalase untuk memamerkan tingginya standar mereka menghelat ajang besar yang menjadi sorotan global. Budaya sepak bola, stadion representatif, sistem transportasi canggih, akomodasi dan fasilitas memadai membuat orang berdecak kagum. Jerman ingin mengulang kisah sukses menggelar World Cup 2006 yang luar biasa berkesan bagi pecinta sepak bola. **** Piala Eropa edisi ke-17 ini akan dibuka pertandingan menarik, tuan rumah Jerman melawan Skotlandia di Stadion Allianz Arena, Munchen. Jerman adalah negara tersukses di ajang Piala Eropa, tiga kali juara dan tiga kali finalis. Namun mereka terakhir juara 28 tahun silam, yakni Piala Eropa 1996 di Inggris. Ketika itu Jerm...

Kilas Balik Piala Dunia 2014, Tragedi Mineirazo dan Final Klasik di Maracana

Gambar
Piala Dunia 2014 edisi ke-20 digelar di Brasil, negara dengan budaya sepak bola yang sudah mendarah daging bagi setiap masyarakatnya.  Selecao  difavoritkan meraih trofi Piala Dunia ke-6, bukan hanya karena mereka berstatus tuan rumah, bukan juga hanya karena dilatih oleh pelatih berpengalaman, Felipe Scolarie. Brasil memiliki materi pemain dengan talenta-talenta tinggi. Pada mulanya, deretan pertandingan awal membuktikan bahwa Brasil adalah Piala Dunia paling kejam bagi tim Eropa. Lihat saja, lebih dari separuh wakil Eropa rontok sebelum babak 16 besar. Tak tanggung-tanggung, Spanyol, juara bertahan tampil memalukan dan sangat menderita. La Furia Roja hancur dicabik-cabik oleh Belanda, 1-5. Italia dan Inggris dengan gemerlap liganya, pulang membawa luka dari grup yang sama. Dua raksasa juara dunia itu takluk dari negara kurcaci Kosta Rika. Portugal juga melempem meski diperkuat Cristiano Ronaldo, pemain Ballon d'Or 2013 yang mewujudkan gelar decima b agi Real Madrid. Superst...

Kilas Balik Piala Dunia 2006, Euforia Jerman, Perpisahan Tragis Zidane, dan Kejayaan Italia

Gambar
Sedikit pengantar mengenang momen Piala Dunia Jerman 2006. Setiap kali pesta akbar Piala Dunia menjelang, ada semacam  joke  di lingkaran mahasiswa perantau yang menempuh pendidikan di kota Jogja.  Begini , mayoritas mahasiswa menetap di Jogja selama 4-5 tahun, merujuk masa kuliah, dari semester pertama sampai wisuda.  Nah , jika dikaitkan ajang Piala Dunia yang dihelat empat tahun sekali, berarti normalnya mahasiswa melewatkan 1 Piala Dunia, bisa juga 2 kali.  Jika Piala Dunia ke-3 masih juga di Jogja, hal itu dapat menjelaskan besar kemungkinan studi mahasiswa bersangkutan  molor  dari jadwal.  hehehe. Nah , saya sendiri sepuluh tahun bermukim di Jogja (1997-2007), mulai dari siswa SMA, mahasiswa sarjana, dan mahasiswa magister. Jadi s aya termasuk melewati 3 Piala Dunia di kota gudeg (France 1998, Korea-Jepang 2002, dan Jerman 2006). Piala Dunia membuat saya selalu ingin kembali ke Jogja kota bersahaja yang telah menjadi rumah kedua saya....

Menanti Kejayaan Inggris di Wembley

Gambar
Rupanya sudah seperempat abad drama sepak bola yang terkenal itu. Sejak dipastikan Jerman bakal berhadapan dengan Inggris pada babak- 16 besar Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, pada Selasa 29 Juni 2021, pikiran saya mengerucut pada sosok Gareth Southgate, manager Inggris. Setiap berbicara Southgate, bagi saya, waktu seolah terlipat kembali menuju 25 tahun lalu. Yes, turnamen Piala Eropa 1996, yang berlangsung di Inggris merupakan sedikit turnamen sepak bola yang saya ingat detail momen-momen terbaiknya. Satu paling melekat tentu saja perjalanan dan ambisi tim Inggris menjuarai Piala Eropa untuk pertama kali. Tim 'Tiga Singa" dilatih Terry Venables dengan skuad mentereng: David Seaman, Tony Adams, Stuart Pearce, duo Paul (Ince dan Gascoigne), dan duet predator yang terkenal dengan "SAS" (Alan Shearer dan Teddy Sheringham). Southgate barangkali anggota tim termuda kala itu, usia 25. Inggris bermain spektakuler dengan kemenangan meyakinkan atas Skotlandia 2-0, dan me...