Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendidikan

Mengurai Persoalan Pendidikan Nasional

Gambar
Dari banyak persolan bangsa, persoalan pendidikan mungkin paling mendasar dan mendesak untuk segera dibenahi. Pendidikan, dari dulu, selalu mengalami persoalan multi aspek. Baik bersifat fundamental, struktural, dan kultural. Yang termasuk persoalan fundamental mungkin tentang akses untuk mendapatkan layanan pendidikan. Sejatinya pendidikan adalah hak. Bukan suatu komoditas atau privilege , hanya bagi mereka yang mampu membelinya.  Di Indonesia menuntut prinsip itu bisa terjadi dianggap mimpi siang bolong. Biaya pendidikan layak adalah urusan tentang biaya mahal, bahkan bagi keluarga kelas menengah. Masalah fundamental lain adalah peran dan metode guru dalam proses pembelajaran. Sebagian guru diyakini masih tradisional yang memposisikan dirinya sebagai pembimbing, pengajar, dan pelatih yang mempersepsikan diri tak pernah salah, selalu tahu segala hal, dan merasa superior terhadap muridnya. Materi pengajaran juga nyaris tidak ada yang baru, dan materi tersebut biasanya dengan mudah ...

Belajar Sepanjang Hayat

Gambar
Saya menggemari tulisan-tulisan opini Doni Koesoema di surat kabar Kompas tentang dunia pendidikan.  Maka ketika membaca karya ilmiah Doni berjudul Pendidikan Karakter; Strategi Mendidik Anak di Zaman Global, kita menjadi lebih paham bagaimana seharusnya membangun dan merawat apa yang kita sering dengung-dengungkan pada banyak kesempatan dan waktu: pendidikan karakter.  Doni menyusun bukunya menjadi sembilan bab dalam 327 halaman. Ia menjelaskan dengan lengkap mengenai pendidikan karakter, mulai dari filosofi, konsep, para subyek yang berperan membentuk pendidikan karakter, dan bagaimana cara penilaian atau evaluasi pendidikan karakter yang tepat.  Doni yang menekuni ilmu filsafat membuka bukunya soal bagaimana pendidikan tak bisa dipahami dengan benar jika kita tak menghayati secara filosofis pengalaman dan perilaku manusia. Filsafat membawa manusia pada kehidupan kontemplatif. “Manusia mengukur waktu dan waktu mengukur manusia” tulis Doni mengutip ungkapan asal Milan ...

Dua Guru Saya yang Inspiratif

Gambar
F uad Hasan, akademisi sekaligus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pernah menempatkan posisi guru sesudah nabi. G uru sebagai manusia paling tinggi derajatnya,  yang menjadikan ilmu sebagai sikap hidupnya.  Ibarat mata air, guru adalah sumber inspirasi dan pengetahuan yang tidak boleh kering.  Merekalah yang membuka pintu, memberi jalan dan membantu membentuk perjalanan hidup. Momen hari guru setiap tanggal 25 November selalu istimewa, membuat saya teringat dan ingin menceritakan guru-guru saya sewaktu menempuh pendidikan dasar hingga saat ini.  Saya ingin menghormati orang yang berjasa dalam hidup saya, sekaligus merasakan kembali suasana hangat sekolah yang selalu membuat kangen. Saya masih ingat sekali nama dan sosoknya. Bapak Abdullah Ahmad, laki-laki berdarah Arab Makassar. Guru pertama saya di SD yang mengenalkan fungsi huruf dan ejaan a-i - u - e - o . Tak sekadar menuliskan dan menghapalnya. Saya tak akan bisa menulis di blog   ini tanpa peran Pak...

Pendidikan Berkarakter

Gambar
Sejak lama, paradigma pendidikan kita jauh ketinggalan zaman.  Dalam kenyataan bukan mencerdaskan kehidupan bangsa, namun membuatnya makin bodoh. Arus utama pendidikan adalah menghafal, orientasi nilai, belajar hanya fokus untuk ujian, dan pengajaran satu arah dengan guru menjadi pusat pengajaran. Franz Magnis Suseno, budayawan dan cendekiawan senior, mengistilahkan dengan paradigma ‘botol kosong’. Murid pokoknya diisi dengan segala macam informasi dan ceramah dan kemudian dituntut memuntahkannya kembali. Suatu pendekatan pendidikan yang fatal. Idealnya, pendidikan merangsang kemampuan intelektual; rasa ingin tahu, ingin meneliti, mau eksplorasi, sikap kritis yang mempertanyakan dan tidak langsung menelan, kreatifitas intelektual dan emosional/estetika, keberanian untuk berpikir secara baru, secara alternatif, keberanian untuk mengaku kalau tidak tahu lalu bertanya.  Sikap-sikap ini akan terangsang apabila pola pendidikan bersifat terbuka, dialogal, diskurtif, kritis, non-otor...

Pengukuhan Guru Besar: Paradoks Urbanisasi di Negara Berkembang

Gambar
Saat ayah saya berulang tahun pada Minggu 13 September 2020 lalu, saya mengingat satu hari besar dan berbahagia dalam hidup ayah dan keluarga kami yang patut disyukuri. Pada Sabtu, 1 April 2006, sudah lebih dari 14 tahun silam, hari bahagia tersebut, ayah berdiri dan tampil di mimbar akademik yang terhormat dan membanggakan guna menyampaikan Pidato Penerimaan Jabatan Guru Besar tetap dalam Ilmu Kependudukan pada Fakuktas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Upacara Rapat Senat Senat Terbuka pengukuhan dipimpin oleh Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp. BO, yang saat itu Rektor baru menjabat dan upacara pengukuhan Guru Besar ayah adalah yang pertama kali dalam masa bakti kepemimpinan Prof. Idrus. Di depan Senat Universitas, keluarga, kolega, dan para tamu undangan, ayah menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Paradoks Urbanisasi dan Tantangan Pembangunan Kota di Negara Sedang Berkembang ”. **** Urbanisasi sebagai suatu proses mobilitas pendud...

Indonesia Mengajar, yang Muda yang Menginspirasi

Gambar
Program pendidikan hebat yang diluncurkan sekitar 10 tahun lalu. Janji kemerdekaan yang tertuang dalam konstitusi negara kita salah satunya adalah mendidik setiap warga negara Indonesia dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap orang Indonesia di manapun berada berhak mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa melihat latar belakang dan tempat tinggalnya.  Mungkin inilah yang menjadi dasar pemikiran terbentuknya Gerakan Indonesia Mengajar (GIM).  Aksi nyata ini diprakarsai oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta dan Rektor Universitas Paramadina pada tahun 2011, yang memang sudah dikenal masyarakat luas sebagai pendidik visioner, yang selalu ingin melihat Indonesia maju dan lebih baik. GIM merupakan sebuah gerakan non pemerintah yang menantang para sarjana berprestasi, untuk mengabdi sebagai guru di daerah terpencil selama satu tahun. Dan akan secara konsisten dilaksanakan, demi kemajuan pendidikan dan menatap masa depan yang lebih cerah. Anies cemas dan pr...

Pengalaman Seru Menggunakan Ojek Online

Gambar
Masih tentang disertasi. Kisah pada satu hari yang menegangkan. Saya masih ingat dengan jelas, hari itu adalah Jumat pagi, 26 Juli 2019, menjelang ibadah Jumatan. Saat itu saya yang sedang dalam tahap akhir menempuh pendidikan doktor di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, telah membuat janji dengan Promotor saya untuk bimbingan/konsultasi disertasi pada pukul 10.00 wita. Oleh karena itu saya harus sudah siap di kampus pukul 09.45 wita atau 15 menit sebelumnya. Hari Jumat "keramat"  tersebut juga bertepatan dengan acara pentas seni dan silaturahmi orang tua siswa sekolah Siti Almirah, anak sulung saya. Bersama Vera, istri saya,  memenuhi undangan acara yang jadwalnya dimulai pada pukul 08.00 wita. Setidaknya saya bisa hadir sampai pukul 09.00 wita dan kemudian pamit duluan ke kampus Unhas menghadap promotor. Saya berharap waktu satu jam berada di sekolah, sudah selesai menyaksikan Siti dan teman kelas tampil di panggung melafalkan beberapa surat-surat pendek Al-Qur'an. ...

Ujian Promosi Doktor: Leniency Program untuk Pembuktian Kartel

Gambar
Pada Rabu 28 Agustus 2019 silam,  saya menempuh u jian terbuka  untuk memperoleh gelar doktor dalam bidang Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Makassar. Puji dan rasa syukur kami panjatkan kehadirat Allah, SWT atas berkah dan hidayah-Nya, karena di tengah kehadiran dukungan keluarga dan rekan-rekan, saya dapat mempertahankan disertasi yang berjudul Leniency Program untuk Pembuktian Kartel dalam Penegakan Hukum Persaingan Usaha  di hadapan dewan penguji dan tim pembimbing. Sidang ujian terbuka promosi dipimpin Prof. Dr. Hamzah Halim, SH., MH. Tim promotor disertasi adalah Prof. Dr. Ahmadi Miru SH, MH; Prof. Dr. Anwar Borahima, SH., MH; dan Dr. Winner Sitorus SH., MH., L. LM. Sedangkan m ajelis tim penguji terdiri: Prof. Dr. Hj. Badriyah Rifai, SH; Dr. Nurfaidah Said, SH., MH., M. Si; Dr. Oky Deviany, SH, MH; Dr. Hasbir, SH., MH; dan termasuk penguji eksternal, Prof. Dr. L. Budi Kagramanto, SH., MH., MM, Guru Besar Universitas Airlangga, Surabaya. ...

Obituari Ichsan YL: Menggugat Sistem Pendidikan Nasional

Gambar
Hari ini 30 Juli, tepat satu tahun lalu, Ichsan Yasin Limpo, Bupati Gowa periode 2005-2015 meninggal dunia di Tokyo, Jepang, karena penyakit kanker paru. Ichsan YL dikenal sebagai pemimpin yang sangat  concern  pada pendidikan. Setelah masa pengabdian Bupati selesai, Ichsan YL memilih melanjutkan studi Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin. Kebetulan saya rekan seangkatan pada 2015. Untuk mengenang setahun kepergian Punggawa, begitu ia selalu disapa, saya mencoba menulis artikel, semacam memoar atau intisari dari disertasi beliau. **** Pada Kamis, 8 Februari 2018, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin meyudisium Ichsan Yasin Limpo sebagai Doktor Ilmu Hukum. Ichsan YL, yang saat itu Calon Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, sukses dan meyakinkan mempertahankan disertasinya yang berjudul  Politik Hukum Pendidikan Dasar Dalam Sistem Pendidikan Nasional , di hadapan Dewan Senat Promotor dan Penguji, termasuk penguji eksternal Prof. Dr. Hamdan Zoelva, mantan Ketu...