Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi

Setelah Hujan Badai, Berharap Pelangi

Gambar
Dunia boleh modern dengan segala kemajuan pesatnya, tapi tak bisa lepas dari penyakit umum manusia: cemburu, iri, dengki, dan benci, karena tidak bisa menghargai prestasi serta kinerja orang lain. Penyakit tersebut didasari karena manusia kurang bersyukur.  Barangkali klise, tapi guru saya pernah menasehati, bahwa manusia yang beruntung adalah manusia yang pandai bersyukur. Manusia yang pandai bersyukur akan mampu menikmati hidupnya dengan baik. Bersyukur akan semakin meningkatkan arti dan kualitas kehidupan. Dengan bersyukur, kehidupan seseorang akan membawa manfaat bagi masyarakat luas.  Bersyukur terkadang mudah untuk diucapkan, tapi saya selalu juga mengalami betapa sulitnya bersyukur sepenuh hati. Namun saya tetap meyakini, penyakit umum manusia tersebut bukanlah suatu kodrat, takdir, apalagi kutukan yang tak bisa diubah.  Saya juga masih ingat salah satu kutipan ceramah AA Gym, tentang bagaimana mensyukuri nikmat Allah SWT, sekecil dan sesederhana apa pun. Kata AA G...

Selalu ada Rezeki Bagi Orang yang Bekeja

Gambar
Kisah ini tentang pengalaman kuliner yang menarik. Dulu waktu sekolah di Jogja, salah satu tempat favorit makan malam saya adalah Bakmi Kadin. Disebut Bakmi Kadin, karena tepat berada di depan kantor KADIN DIY, Bintaran, kawasan Pakualaman.    Entah sudah berapa generasi warung bakmi legendaris ini dikelola hingga tetap bertahan dengan menjaga kualitas rasa. Hampir tak ada orang Jogja yang tidak mengenal Bakmi Kadin. Konon, Presiden Soeharto juga pelanggan lama bakmi yang digodok memakai arang ini. Menyantap seporsi bakmi dilengkapi minuman hangat dan diiringi musisi jalanan Jogja, membuat Anda ingin kembali ke kedai tersebut.    Yang juga jadi perhatian say, di dekat Bakmi Kadin yang telah kesohor namanya, ada warung Bakmi juga berdiri. Warungnya terlihat sangat kecil dibandingkan dengan Bakmi Kadin. Banyak orang yang skeptis terhadap keberanian pemilik menjual bakmi di dekat Bakmi Kadin, termasuk saya. Teman saya sempat berucap “Gila, ya itu warung, berani-beranin...

Kita Tersandung, Jatuh, dan Bangkit

Gambar
Saat mata melek pada pagi hari, segala ragam aktifitas kehidupan siap kita jalani. Hembusan napas pertama, harum kopi panas, dan koran pagi adalah sarat makna untuk memulai aktifitas.  Sepintas hal yang sepele, namun sangat menyenangkan dapat menggali dan meraih kebahagiaan dari hal-hal kecil yang sederhana tersebut. Saya meyakini, apapun dalam hidup ini dapat memberi kita pelajaran, bahkan dari benda mati sekalipun.  Setiap manusia adalah individu yang unik. Baik keunikan ragawi maupun keunikan sifat batin. Filusf Jerman, Jeremy Bentham menegaskan manusia memiliki kehendak bebas ( Human Free Will ) dalam menentukan pilihannya sendiri. Dengan mengakui kehendak bebas, berarti ada kesengajaan, dan kesengajaan menjadi dasar penilaian dalam kehidupan. Oleh karena itu risiko pun harus ditanggung sendiri.  Setiap manusia harus mengambil tanggung jawab. Kadang kala jalan ideal yang kita pilih sering kali merupakan jalan yang sepi, tidak mulus, dan berkelok-kelok. Seburuk apapun ...

Mengelola Emosi Masa Pandemi

Gambar
Menurut penjelasan berbagai artikel dan rekam medis dokter yang saya baca, kesehatan manusia banyak dipengaruhi perubahan gaya hidup. Kita sering lupa, bahwa kesehatan fisik dianggap paling utama, padahal kesehatan mental tak kalah pentingnya. Pengaruh eksternal yang menyerang tubuh manusia. Bagaimana mungkin dua orang menghadapi situasi yang sama dapat bereaksi sangat berbeda?  Mengapa beberapa orang diterpa perubahan-perubahan kehidupan sementara mereka yang lain meluncur dengan tenang seolah tidak pernah terjadi kekalutan? Kunci untuk pertanyaan di atas adalah respon emosional yang kita sebut kecemasan. Tentu setiap individu memiliki kadar yang berbeda satu sama lain. Ini adalah salah satu misteri kecemasan. Kecemasan adalah semacam perasaan yang menyelinap di semua manusia. Kecemasan akan menjadi masalah besar ketika berlangsung terlalu lama hingga ke titik yang mengganggu kehidupan seseorang, depresi misalnya. Terutama pada masa-masa sulit pandemi korona saat ini, yang membuat...

Harapan dan Perjalanan Waktu

Gambar
Hukum fisika menegaskan bahwa sebuah benda akan memindahkan massanya ke sisi yang lain apabila diberi tekanan. Sekiranya boleh menganalogikan teori tersebut bahasa sederhananya seperti ini: Tuhan tidak mungkin menciptakan apapun tanpa maksud baik. Pasti ada kelebihan dan keniscayaan dibalik apa yang kita jalani.  “ Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.. (Q.S An Nisa: 19) Hidup kita semua digambarkan oleh tanggung jawab. Tumbuh menjadi dewasa memang menarik dan kadang tak terduga. Ada begitu banyak perubahan, beberapa bisa kita lihat dan rasakan, namun beberapa juga tidak dapat.  Kita bisa berubah atau tetap sama, tidak ada peraturan untuk hal itu. Kita bisa membuat itu menjadi lebih baik atau lebih mudah membuatnya menjadi paling buruk. Kadang-kadang kita berada dalam suatu benturan dan kita tidak mengerti bagaimana mengawali cara mendamaikan itu. Tapi tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Manusia harus terus berusaha hin...

Bahagia itu Memang Sederhana

Gambar
Apa  dan bagaimana  bahagia itu?  Kebahagiaan benar benar menjadi tujuan hidup semua orang. Secara umum banyak elemen yang menggambarkan definisi kebahagiaan. Misalnya memiliki harta benda, kesehatan tubuh, sukses dalam karir, memiliki cinta kasih sayang, pemenuhan hobi, rasa syukur, solidaritas berbagi bersama, dan sebagainya. Bahkan menjadi penulis amatiran di blog juga termasuk variabel kebahagiaan dalam hidup. Saya bagian dari ini. Banyak orang merasa bahagia ketika telah memiliki rumah mewah nan nyaman dengan makanan yang lezat, sanggup membeli mobil baru, mencapai posisi posisi penting di kantor, menciptakan status sosial yang mentereng. Untuk anggota group ini, kebahagiaan dirasakan bergantung dan diukur dari kesejahteraan materi. Tidak sedikit juga mempunyai standar sendiri untuk menciptakan kebahagiaan. Kelompok ini merasa bahagia jika dikelilingi dengan begitu banyak keindahan dan diberk...

Factfulness: Sepuluh Naluri Manusia yang Keliru

Gambar
Factfulnees (2018) yang ditulis Hans Rosling, mengubah cara pandang saya memahami dunia dari apa yang pernah saya pelajari di sekolah dan di mana pun. Biasanya pandangan-pandangan kita tidak lebih dari perasaan-perasaan yang tidak didasarkan pada bukti-bukti. Kita cenderung menyukai dikotomi, memiliki naluri dramatis yang kuat, dorongan untuk membagi segala sesuatu menjadi dua kelompok yang berbeda. Dan kita selalu melakukannya tanpa berpikir. Minim dan salahnya pengetahuan tentang dunia merupakan masalah yang paling meresahkan dibandingkan semua persoalan. Hans ingin menjadikan dunia lebih baik, karena itu ia begitu telaten menghimpun data (dari Bank Dunia dan PBB) dan kemudian menganalisnya. Prinsip Hans, dunia tidak dapat dipahami tanpa angka, tetapi juga tidak dapat dipahami melulu dengan angka. Bahwa dunia yang terbagi menjadi dua (negara maju dan negara berkembang) sekarang tidak lagi relevan. Agar lebih adil dan akurat, paling pertama dilakukan adalah mengganti "label...

Review The Power of Habit

Gambar
Kebiasaan buruk bisa saja diubah, bila kita paham bagaimana ia bekerja. Demikianlah satu tesis Charles Duhigg yang ada di dalam  The Power of Habit . Duhigg membagi bukunya menjadi tiga bagian besar: Kebiasaan Perorangan; Kebiasaan Organisasi dan; Kebiasaan Komunitas. Duhigg, lulusan Harvard Business School, dan reporter investigasi  The New York Times , menawarkan konsep kebiasaan dengan kuat, karena memadukan dengan apik penelitian-penelitian terbaru dengan kisah-kisah inspiratif sejumlah orang dan peristiwa untuk menunjukkan bagaimana kebiasaan membentuk hidup kita dan bagaimana kita bisa membangun kebiasaan positif.  Terkait dengan itu, para peneliti Duke University pada 2006, menyimpulkan 40 persen lebih tindakan yang dilakukan setiap hari bukanlah keputusan sungguhan, melainkan kebiasaan. **** Travis, pemuda dari keluarga bermasalah, telah berkali-kali kehilangan pekerjaan karena emosinya tak terkontrol. Namun sesudah menjalani pelatihan pegawai  Starbu...

Berhenti Sejenak untuk Merenung, Bukan Menyingkir

Gambar
Buku yang tepat dan relevan untuk kita mengisi waktu di masa pandemi Covid-19. Kita  menghasilkan lebih banyak informasi dan pengetahuan dibandingkan dulu, tapi pengetahuan hanya bagus kalau kita renungkan, kemudian mengubah perilaku kita.  Isu ini merupakan topik besar buku  Thank You For Being Late, Membangun Optimisme Untuk Melangkah Maju di Era Akselerasi  karya Thomas L. Friedman. Buku yang terwujud dari inspirasi yang cukup unik, serba kebetulan. Friedman yang berprofesi sebagai jurnalis  New York Times  secara teratur rutin membuat janji untuk mewawancarai narasumbernya, para pejabat, analis, atau diplomat, sambil sarapan dan ngopi di jantung kota Washington. Sesekali janji itu molor, karena beberapa hal. Dari lalu lintas kacau sampai anak sedang sakit. Karena koleganya terlambat saat membuat janji,  alih-alih  kesal, Friedman justru berterima kasih untuk keterlambatannya (sesuai judul buku).  Saat menanti koleganya datang, Friedman me...