Let Them: Biarkan Mereka dan Biarkan Aku

Mel Robbins adalah penulis dan podcaster populer, menulis The Let Them Theori, buku yang membimbing kita mengaplikasikan "Biarkan Mereka..." dan "Biarkan Aku...". Dua kata sederhana sebagai cara ampuh menghadapi hidup yang penuh tekanan, kelelahan mental, dan banyak menimbulkan stress.

Mel sebenarnya bukan ahli kesehatan mental, tapi ia menulis penuh dengan penelitian ahli, bukti, dan kisah-kisah menarik tentang cara melindungi waktu dan energi kita yang berharga, serta berfokus pada apa yang benar-benar berarti untuk dijalani.

Buku ini dibuka dengan kisah pribadi Mel dan keluarga yang bangkit dari keterpurukan. Ia awalnya tak mengerti cara memulai kembali, sampai ia teringat acara hitung mundur peluncuran roket NASA: 5-4-3-2-1. Sejak itu setiap yang akan dilakukan Mel semua dihitung mundur. "Aturan 5 Detik" ia rasakan punya kekuatan magis, membantunya menghadapi ketakutan, keraguan, atau kebiasaan menunda. Jika sudah mengatakan 5-4-3-2-1, maka tak ada jalan untuk kembali, kita bertindak sebelum rasa ragu menguasai kita. Cobalah.

Dalam hidup ada hal yang bisa kau kendalikan, dan tak bisa kau kendalikan. Kita akan mendengar pendapat negatif orang lain, emosi orang lain, sikap orang lain yang bisa membuat jengkel, dan frustrasi di sekitarnya.

Jadi Biarkan SajaTidak usah berusaha mengendalikan yang tak bisa dikendalikan. Buang-buang waktu saja jika kita terobsesi pada orang lain, perasaan orang lain, pikiran orang lain, dan sikap orang lain. Hal yang sama pada sikap kita. Berhenti berusaha mengubah orang yang tidak mau berubah. Berhenti berusaha menyelamatkan mereka yang sedang kesulitan. Biarkan orang lain belajar dari kehidupan. Setiap orang membuat keputusan sendiri dan seharusnya belajar menerima akan konsekuensi itu. 

Dalam hidup ada situasi adil dan situasi yang tidak adil. Hidup memang tak adil, dan tak akan pernah adil. Contoh, kita pasti punya beberapa kenalan yang sepertinya memiliki segalanya. dia kaya sejak lahir, hidupnya lebih mudah, pencapaiannya luar biasa, dia seperti dinaungi keberuntungan. Rasanya dia telah mendapatkan semua yang mereka inginkan. Semua tampaknya berjalan lancar. Jadi Biarkan Saja, itu tidak istimewa. 

Teori Biarkan Mereka adalah kunci untuk merebut kembali kekuatan. Kita mendefiniskan diri sendiri, dan bertanggung jawab atas kebahagiaan masing-masing. Kita yang memilih ke mana mencurahkan waktu dan energi dengan tepat. Begitu kita bersikap Let Themkita membuat keputusan secara sadar, membebaskan kita dari drama, bebas dari lingkaran melelahkan. Tak peduli betapa keras kau berusaha atau melakukan sesuatu, kau tidak bisa mengendalikan orang lain. Biarkan Saja

Sementara Biarkan Saya, artinya mengambil tanggung jawab atas apa yang baik dilakukan berikutnya. Langit akan tetap menjadi langit. Apa yang terjadi di bawah langit, kita lah yang memutuskan bagaimana suatu peristiwa memengaruhimu. Kita yang menentukan apa yang membuat kita stress dan untuk berapa lama? Emosi kesedihan dan kekecewaan ini adalah tanda-tanda bahwa kita punya mental yang sehat.

Biarkan Saja dan Biarkan Saya, keduanya berjalan seiring. Konsep yang berakar pada ajaran filosofis, spiritual, penerimaan, dan kebijaksanaan.

Tentu teori Let Them tentu tidak berlaku jika seseorang ingin melakukan sesuatu yang berbahaya, seperti membiarkan orang menyetir dalam keadaan mabuk, atau membiarkan orang melakukan kejahatan. Kita harus berbicara dan bertindak untuk mencegahnya. 

Buku ini mudah dipahami dan menyenangkan untuk dibaca. Banyak pembaca terinspirasi mentato bagian tubuhnya dengan tulisan "Let Them". Mantap.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumbo: Dongeng Kesatria dari Kampung Seruni

Kenangan di Prambanan Jazz

Review Enlightenment Now: Kehidupan Menjadi Lebih Baik