Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat dalah karya Prof. Dr. Sunyoto Usman, MA. Guru Besar Sosiologi Fisipol UGM, yang pertama kali diterbitkan pada November 1998, sesaat setelah Indonesia menjalani reformasi.

Buku ini menyoroti tiga dasawarsa terakhir rezim Soeharto yang mengklaim sebagai "Bapak Pembangunan". Ironisnya pembangunan yang berlangsung panjang tidak menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Rezim Soeharto dinilai berlaku tidak adil, dan tentu saja tidak demokratis.

Sunyoto menyusun bukunya dalam empat bagian. Pertama, tranformasi sosial dan pemberdayaan masyarkat. Kedua, problem masyarakat modern. Ketiga, Islam dan perubahan sosial. Keempat, modernisasi dan masalah lingkungan hidup.

Dari empat bagian besar tersebut diulas 25 isu penting, dari globalisasi, masyarakat desa, demokrasi, integrasi nasional, permasalahan perkotaan, nilai-nilai Islam dalam sosial politik, hingga lingkungan hidup berkelanjutan. Sesuatu yang baru dan terbuka untuk diperbincangkan ketika itu.

Buku ini menjelaskan dengan baik persoalan masyarakat dan bangsa yang baru menyongsong kehidupan demokrasi. Dijelaskan bahwa usaha membangun masyarakat bukan semata-mata mengintroduksi dan mengimplementasikan proyek-proyek fisik atau mengucurkan dana dan subsidi. Pembangunan tidak hanya menyentuh persoalan ekonomi dan teknologi, tapi lebih dari persoalan harkat dan martabat manusia, mendorong masyarakat menjadi lebih aktif dan penuh inisiatif, serta gerakan mengubah serta memobilisasi lingkungan sehingga menjadi lebih kondusif bagi terciptanya masyarakat mandiri yang lepas dari pelbagai bentuk eksploitasi. Tidak lagi dimanipulasi dan monopoli rezim pemerintah.

Awalnya saya mengiri buku yang ditulis hampir 30 tahun lalu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi negara saat ini setelah lima kali Presiden berganti, namun ternyata apa yang ditawarkan Sunyoto masih sangat bermanfaat sebagai bahan refleksi, koreksi, dan evaluasi kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Old Book Never Die.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumbo: Dongeng Kesatria dari Kampung Seruni

Kenangan di Prambanan Jazz

Review Enlightenment Now: Kehidupan Menjadi Lebih Baik