Gramedia Jalma Bukan Toko Buku Biasa (4)

Kami masih di Blok M. Salah satu alasan saya tertarik datang di kawasan ini karena sekalian bisa berkunjung ke Toko Buku Gramedia Jalma. Terletak di Jalan Melawai I, tepat di sebelah timur Blok M Square.

Dari beberapa sumber media saya mendapatkan informasi bahwa Gramedia Jalma itu toko buku bukan sembarang toko buku Gramedia. Sebagai orang yang sering membeli buku, saya tentu penarasan semenarik apakah Gramedia Jalma?

Nama Jalma sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti manusia. Rabu petang 15 Juli 2026 pada pukul 18.05 WIB saya tiba di Jalma yang merupakan gabungan dari tiga ruko ini. Begitu kita masuk, suasana dan vibes langsung terasa berbeda dari toko buku umumya. Hiruk pikuk kawasan Blok M seketika teredam saat kita berada di Jalma. Pencahayaan ruangan juga dibuat sangat baik.

Toko buku ini benar-benar bertransformasi, mengusung konsep baru sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan zaman. Dari hanya toko yang hanya menjual buku menjadi ruang baru yang menarik untuk bertemu, membaca, menulis, bekerja, dan disikusi, menciptakan pengalaman baru yang menarik bagi para pengunjung.

Rak-rak buku tidak lagi ditata secara konvensional, tapi diatur dan ditata secara estetik yang menarik pengunjung. Di rak-rak tersebut memajang buku-buku terbaru dan koleksi buku terlaris. Pada beberapa rak dilengkapi bubuhan tanda tangan penulis bukunya, sebut saja Leila Chudori, Laksmi Pamuntjak, dan Seno Gumira Aji, sungguh intim rasanya.

Pengelola juga menyediakan berbagai set sofa, kursi, meja kerja, colokan charger di berbagai sudut area komunal yang nyaman. Vera dan saya menghabiskan sekitar 1 jam di area ini untuk menyelesaikan kerjaan daring. Jalma juga menghadirkan area khusus buku anak-anak yang dilengkapi meja dan bangku. Di area ini, orangtua dapat mendampingi anak-anaknya untuk membaca buku sambil bermain.

Ketika saya berjalan menuju toilet saya tertarik dengan kutipan dindingnya, "Books are where ideal begin, Jalma is where they meet." Ada juga tertulis "Jalma adalah ruang untuk tumbuh bersama, bukan sekadar tempat singgah". Jika kita jalan di pintu keluar terdapat toko kopi Aloo yang merupakan bagian dari toko, pengunjung bisa memesan kopi atau cemilan sambil membaca dengan santai di Jalma. 

Gramedia Jalma juga dirancang sebagai ruang interaksi berbagai kegiatan literasi. Pengelola berkolaborasi dengan sejumlah mitra dan komunitas untuk menggelar acara seputar buku, musik, film, dan event menarik lain. 

Tak terasa hampir dua jam kami menikmati suasana yang menyenangkan di Jalma. Sebelum pulang saya membayar buku berjudul  Revenge of the Tipping Point karya teranyar Malcolm Gladwell, sebagai wujud kenangan saya telah berkunjung ke Jalma.

Ketika berjalan menuju pintu keluar, langkah saya terhenti di depan satu rak, melihat ada seorang laki-laki duduk di kursi rendah sedang menulis puisi yang dibacakan seorang perempuan dengan menggunakan mesin tik yang suaranya sangat khas, "tikk, tikk, tikk, sampai terdengar bunyi "tinggg" di ujung halaman kertas.

Salam hangat dari Gramedia Jalma. 



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konser Parade Hujan di Stadium Merdeka (7)

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)

Merayakan Kenangan di Konser Dewa 19