Waktu Melambat di Taman Menteng (7)

Di persimpangan Jalan HOS. Cokroaminoto dengan Jalan Muhammad Yamin, Jakarta Pusat, terhampar ruang terbuka hijau seluas 3,4 hektare yang asri dan rimbun. Ya, itu adalah Taman Menteng yang terkenal.

Taman Menteng dibangun pada tahun 1921. Awalnya taman ini adalah Stadion Menteng atau warga menyebut Stadion Persija, merujuk klub bola Persija Jakarta. "Macan Kemayoran" berjaya dengan empat kali juara sepak bola Perserikatan ketika ber-homebase di Menteng.

Pada tahun 2007, pada masa pemerintahan Gubernur Sutiyoso, Taman Menteng selesai direnovasi dan telah menjadi ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat. Taman Menteng adalah tempat menepi yang asyik, di tengah kesibukan ibukota yang dicemari polusi.

Tidak sedikit orang pulang kantor mampir di sini sekadar duduk di bangku-bangku taman yang cukup banyak disediakan. Ada yang datang sendiri, berdua, atau berkelompok melewatkan waktu sore di dekat kolam dengan air pancur. Mengisi energi yang tergerus setelah sepanjang hari beraktifitas.

Taman ini berfungsi sebagai sarana edukasi dan rekreasi bagi masyarakat. Pengunjung dapat berolahraga di lapangan basket, lapangan futsal, outdoor gym, atau sekadar jogging di trek. Area playground buat anak-anak juga merupakan fasilitas dengan kualitas bagus dan terawat baik.

Terdapat pula fasilitas menarik bernama Bookhive, semacam perpustakaan mini yang berisi buku-buku yang bisa dibaca secara gratis di taman, atau pengunjung bisa mendonasikan bukunya untuk diletakkan di sana supaya bisa dibaca pengunjung lain.

Semua kegiatan dilakukan di bawah puluhan pohon rindang yang mengelilingi taman. Saya mencatat ada pohon flamboyan, trembesi, kelapa sawit, damar, ketapang, biola cantik, khaya, karet kebo, lonceng, sawon kecik, dan cemara.

Taman Menteng juga merupakan ruang bagi banyak komunitas berkegiatan. Saya melihat ada komunitas seni instalasi dan komunitas edukasi merawat lingkungan dari limbah plastik di taman.

Pengunjung juga akan terpikat pada dua pavilium rumah kaca yang keren dan sudah menjadi landmark Taman Menteng. Paviliun sering digunakan untuk pameran seni. Sore itu ada pasangan sedang pemotretan prewedding dengan latar rumah kaca dan lanskap taman dan lampu-lampu hias.

Ketika saya berkunjung pada Kamis sore 16 Juli 2026, hadir juga sekelompok ASN Provinsi DKI sedang menyiapkan acara Jakarta Provoke 2026 (17-26 Juli 2026), pameran seni rupa kontemporer. Panggung kecil dengan tema khas Betawi lengkap dengan mimbar podium telah ditata. Sepertinya mereka akan melaksanakan gladi bersih. Jakarta Provoke agenda masih dalam rangka HUT Jakarta yang menyambut 5 abad.

Salam hangat dari Menteng.



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konser Parade Hujan di Stadium Merdeka (7)

Berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW (8)

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)