Legenda Stadion Siliwangi (14)
Sebagai penggemar sepak bola, saya selalu bersemangat datang ke stadion suatu kota. Jika tidak ada pertandingan, sekadar olahraga di stadion juga cukup menyenangkan. Bagi saya stadion itu ruang publik terbesar yang bisa menyatukan warganya untuk merasakan emosi yang sama.
Salah satu klub yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter luas di Indonesia adalah Persib Bandung. Klub kebanggaan Bandung dan Jawa Barat memiliki fans yang terkenal disebut "bobotoh". Persib sudah 10 kali menjuarai kompetisi tertinggi di Indonesia (5 kali Liga Perserikatan dan 5 kali Liga Indonesia), termasuk mengukir hatrick musim 2024, 2025, dan 2026.
Jika kita berbicara Persib Bandung, kita tidak akan bisa memisahkannya dengan Stadion Siliwangi. Stadion tua yang bersejarah dengan masa-masa kejayaan dan tempat lahirnya legenda-legenda Persib, yakni Adjat Sudrajat, Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, sampai Sutino Lamso. Persib dengan Siliwangi ibarat satu paket yang sulit dibantah, meskipun Persib kini berkandang di Stadion Jalak Harupat, Soreang.
Pada Minggu pagi 19 Juli 2026, ketika saya dan Vera jalan-jalan pagi menikmati suasana kota Bandung, tujuan pertama adalah Stadion Siliwangi, di Jalan Lombok. Saya ingin menjejak stadion legendaris ini, meskipun tidak lagi sebagai homebase Persib.
Pemilik klub ini ternyata bukan Persib atau pemerintah kota sebagaimana biasa, tapi dimiliki Kodam III Siliwangi. Awalnya stadion bernama lapangan Sparta, markas tim sepak bola militer Hindia Belanda. Stadion Siliwangi diresmikan pada 1956 dengan kapasitas 25 ribu penonton.
Stadion Siliwangi unik dan klasik karena berada di tengah pemukiman yang padat. Juga banyak pertokoan, kafe, kuliner, berjualan sehingga kawasan ini selalu ramai didatangi.
Pengunjung diperbolehkan masuk ke area dalam hingga menginjak rumput lapangan, mungkin karena Siliwangi tidak memiliki halaman luar yang luas. Ada kegiatan sunday morning, dan latihan klub bola anak sekolah ketika saya masuk Siliwangi.
Jadi sambil jogging dan lari kecil mengelilingi tiga kali putaran di trek, saya menyusuri setiap sudut stadion yang memajang patung harimau ikonik di tribun terbuka. Saya juga menyempatkan naik dan menjajal kursi di tribun VIP, membayangkan atmosfer laga-laga klasik yang pernah digelar. Konon Ruud Gullit dan Ronald Koeman pernah bertanding di sini bersama PSV Eindhoven yang dilatih Guus Hiddink.
Stadion Siliwangi bukan hanya berfungsi sebagai tempat olahraga, tapi sebagai simbol sejarah dan salah satu landmark Kota Bandung. Perlu ditata dan dikelola dengan baik agar tetap nyaman dan siap mendukung pariwisata sport.
Salam olahraga.





Komentar
Posting Komentar