Masjid Istiqlal (9)
Dari Lapangan Banteng ke Masjid Istiqlal hanya berjarak 200 meter dan lebih cepat ditempuh dengan berjalan kaki, tiga menit saja.
Masuk melalui gerbang Plaza Al-Fattah, salah satu dari tujuh pintu Istoqlal. Plaza ini akses untuk masyarakat umum yang selalu terbuka, terletak di sisi Timur yang berhadapan dengan Gereja Katedral.
Setelah melewati gerbang pengunjung menitipkan sepatu di loker di selasar, dan naik satu lantai untuk membasuh wudu. Area wudu sangat luas, bersih, dan nyaman. Setelah itu jamaah berjalan naik satu lantai ke ruang utama.
Aura kemegahan Masjid Istiqlal sangat terasa di gedung induk yang sangat megah, luas, menjulang tinggi, dan sarat simbol keislaman dan kebangsaan. Mustahil untuk tidak terpukau dengan arsitektur bangunan mahakarya.
Jamaah melafalkan zikir, sholawat, dan doa sebagai bentuk syukur dan ketakjuban. Saat melaksanakan salat Magrib, saya bergabung di saf keempat dari tujuh saf yang terisi. Imam Besar Masjid Istiqlal dan Menteri Agam juga hadir, sosoknya terlihat jelas dari dua screen raksasa di dinding dekat mimbar.
Sebagai musafir, saya menjamak taqdim Magrib dan Isya. Setelah itu rasanya masih enggan keluar meninggalkan masjid ini. Semakin lama kita di sini terasa semakin damai. Saya duduk sambil melihat sejauh mana mata saya dapat menjangkau seluruh bagian masjid, dalam hati saya bertanya-tanya bagaimana cara membangun masjid semegah ini?
****
Masjid Istiqlal adalah masjid resmi negara Republik Indonesia.
Masjid kebanggan bangsa Indonesia sebagai wujud rasa syukur atas berkah Allah SWT yang telah menganugerahkan kemerdekaan. "Istiqlal" diambil dari kata Arab yang bermakan "Merdeka"
Dibangun pada masa kepemimpinan Presiden Soerkarno mulai pada 1961 dan butuh waktu 17 tahun-karena situasi politik, terutama peristiwa 1965. Ketika rampung, Masjid Istiqlal diresmikan Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978.
Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederik Silaban (seorang Kristen Protestan) yang memenangkan sayembara. Silaban merancang bangunan masjid dengan gaya modern, kokoh, canggih, dan megah dengan luas bangunan 24.200 meter persegi, di atas lahan 9,4 hektare di jantung ibukota.
Selain kokoh dan megah, Silaban mendesain dengan simbol bermakna. Bangunan lima lantai sebagai simbol lima salat fardu dan Pancasila, kubah rakasasa berdiamater 45 meter sebagai simbol tahun 1945, 12 pilar malambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal, Menara yang menjulang setinggi 66,66 meter adalah lambang jumlah 6.666 ayat Al Quran.
Masjid Istiqlal dapat menampung 200 ribu jamaah, menjadikan sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Sebagai masjid negara, setiap Idul Fitri dan Idul Adha, presiden dan wakil presiden melaksanakan shalat Id di Istiqlal.
Sejak hampir setengah abad, pada 2019 Masjid Istiqlal direnovasi besar-besaran mulai penataan kawasan, struktur, dan arsitektur. Masjid Istiqlal pun semakin bagus, rapih, dan megah. Masjid Istiqlal bukan sekadar rumah ibadah, tapi rumah kemanusiaan yang selalu ramai didatangi untuk merayakan keberagaman dan kerukunan.
Ada pesaaan sedih ketika meninggalkan Masjid Istiqlal ketika mas Grab menjemput. Saya terus memandangi sampai kemegahan Masjid Istiqlal malam hari hilang dari pandangan, dan saya pun tiba di Warung Sate Tongseng Sri Rejeki.
Salam dari Gambir.


Komentar
Posting Komentar