Gasibu dan Bubur Bawah Pohon (15)


Usai dari Stadion Siliwangi, saya melanjutkan olahraga di Lapangan Gasibu pada Minggu 19 Juli 2026 yang hanya berjarak 1,5 kilometer.

Lapangan Gasibu lokasinya sangat strategis di Jalan Pangeran Diponegoro, berada persis di halaman depan Gedung Sate yang ikonik. Dulunya bagian dari gedung kolonial Belanda. Saat saya datang gerbang Gedung Sate sedang direnovasi sehingga halaman tidak dapat diakses.

Saya tiba pukul 8.05 WIB, dan menyaksikan betapa ramainya Gasibu dikunjungi ribuan orang. Dari anak-anak sampai lansia, dari yang sendiri, berdua, berkelompok, atau bersama keluarga. Mereka datang sejak lapangan dibuka pada pukul 6.00 WIB.

Saya menyempatkan jogging tiga putaran menjajal trek yang permukaannya dilapisi karpet sintesis yang enak ditapaki. Lintasan ini mengelilingi lapangan rumput yang terawat baik. Di beberapa tempat saya berhenti sejenak untuk mengambil foto merekam suasana Gasibu. Ada yang bermain bola, senam, bulutangkis, atau bermain-main bersama anak-anak.

Gasibu dilengkapi fasiliats toilet dan wiifi ini bukan lagi sekedar tempat olahraga, difungsikan juga sebagai tempat upacara pemerintah, salat Id, pameran, dan konser-konser besar. Menjadikan Lapangan Gasibu menjadi salah satu ikon kota Bandung.

Usai kunjungan singkat sekitar 20 menit di Gasibu, waktunya mencari sarapan. Vera dan saya sudah memutuskan akan sarapan Bubur DPR (Di Bawah Pohon Rindang) yang sangat terkenal di Taman Cibeunying. Kami sudah siap mental dan fisik untuk antre lama demi mencicipi dan merasakan senikmat apa bubur viral ini.

Benar saja ketika tiba pukul 8.25 WIB antrean sudah memanjang sekitar 100 meter. Vera dan saya bergantian berdiri di garis antrean selama satu jam. Pada saatnya giliran, Vera memesan bubur kanton ayam, bubur kanton bebek asap, dimsum hakau, pangsit udang, pangsit suikau, dan telur asin bakar. Vera membayar sarapan spesial ini seharga 109 ribu rupiah.

Kami memilih menikmati sarapan istimewa ini di teras belakang yang asri dan kicau burung di sangkar. Mungkin 15 menit menu sarapan tersebut sudah ludes disantap dengan lahap, seolah membuktikan antrean lama telah terbayarkan.

Satu lagi pengalaman kuliner seru dan berkesan. Salam dari bawah pohon rindang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konser Parade Hujan di Stadium Merdeka (7)

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)

Merayakan Kenangan di Konser Dewa 19