Kita Akan Bertemu di Lapangan Banteng (8)
Sampai ketemu di Lapangan Banteng.
Kalimat tersebut sering diucapkan oleh mereka yang akan membuat janji berjumpa di jantung ibukota. Metafora "Lapangan Banteng" juga terkenal di kalangan pejabat dan jurnalis. "Jaga terus Lapangan Banteng", kata Sri Mulyani pada suatu waktu, merujuk kantor Kementerian Keuangan dan Kemenko Ekonomi.
Lapangan Banteng berlokasi di Jalan Pasar Baru Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sudah ada sejak zaman Belanda. Namanya Waterlooplein atau Lapangan Singa. Pada tahun 1963 Presiden Soekarni membangun Monumen Pembebasan Irian Barat untuk mengenang para pejuang Trikora di tengah lapangan. Patung setinggi 35 meter bertubuh kekar yang dipahat Edhi Sunarso ini adalah ikon Lapangan Banteng. Awalnya difungsikan sebagai terminal bus sampai pada tahun 1985, berubah fungsi menjadi taman kota.
Pada tahun 2018 Lapangan Banteng direvitalisasi. Kawasan seluas 5,2 hektar ini dibagi menjadi tiga zona. Pertama zona utama, kedua zona olahraga, dan zona hutan kota. Zona utama yang dimaksud area monumen Trikora yang di sekelilingnya ada beranda, kolam air pancur menari, dan amfiater. Adapun di zona hutan kota, tumbuh ratusan pohon dari beberapa jenis, seperti pohon mahoni, kere payung, angsana, dan asem, memberikan keteduhan dan udara segar.
Lapangan Banteng bertransformasi menjadi taman umum yang indah dan lengkap, ada tempat membaca, hiburan, dan olahraga. Suasana teduh dari pepohonan membuat Lapangan Banteng menjadi tujuan favorit, selalu ramai dikunjungi setiap terlebih pada weekend. Ibarat menemukan oase untuk melepas penat di tengah kesibukan ibukota Jakarta.
Ketika saya datang pada Kamis 16 Juli 2026 menjelang petang, pengunjung sangat ramai. Sambil berjalan dua kali putaran, saya menyaksikan kegiatan-kegiatan menarik pengunjung. Mulai berolahraga, bersantai di atas hamparan rumput, membaca buku, mengirup udara segar, menikmati kuliner, berfoto-foto, atau sekadar duduk mengobrol di amfiteater yang luas. Saya juga melihat ratusan siswa dari beberapa sekolah latihan baris-berbaris dan extrakurikuler seni.
Di ujung sore, menunggu sunset saya duduk di amfitater, menyaksikan para pekerja mendirikan satu panggung besar di tepi kolam. Panggung tersebut akan digunakan event festival dan nobar final Piala Dunia 2026 pada Minggu 19 Juli 2026.
Kunjungan saya di Lapangan Banteng berakhir ketika azan magrib berkumandang dari menara Masjid Istiqlal.



Komentar
Posting Komentar