Leave the World Behind: Beginilah Akhir Dunia

Leave the World Behind (2023) film yang diproduksi Netflix disutradarai dan ditulis oleh Sam Esmail, adaptasi dari novel Rumaan Alam. Film tentang "kiamat", tentang apa yang kita pikir yang akan mengakhiri dunia.

Julia Roberts dan Ethan Hawke berperan sebagai Amanda dan Clay Sandford. Amanda bekerja sebagai eksekutif periklanan, sedangkan Clay, suaminya, profesor studi bahasa Inggris dan menulis kolom untuk New York Times. Pasangan ini memiliki dua anak remaja, Archie dan Rose. Keluarga bahagia dari Brooklyn Heights, New York.

Keluarga mereka pergi berlibur di sebuah rumah-villa di kawasan terpencil Long Island. Mereka mengistilahkan Island sebagai tempat yang sempurna untuk “meninggalkan dunia". Mereka berenang di villa, berjemur di pantai, minum kopi Starbucks sambil bekerja online atau sekadar santai menonton televisi bersama.

Pada suatu malam dan terjadi pemadaman listrik di seantero kota, seroang ayah dan anak perempuan berkulit hitam, GH Washinton (Mahershala Ali) dan Ruth, muncul di depan pintu, mengklaim bahwa ini adalah rumah mereka, meskipun Amanda membatin bahwa rumah itu tampaknya bukan "rumah tempat tinggal orang kulit hitam". Dengan penjelasan yang sangat masuk akal tentang siapa mereka dan mengapa Amanda dan Clay harus membiarkan mereka masuk. 

Dari sinilah awal film segalanya menjadi kacau dan berlangsung liar. Semua tanda-tanda akhir zaman ditampilkan secara bertahap. Kapal yang tersesat, pemadaman listrik, telepon dan internet mati, stasiun TV mati, pesawat jatuh dari langit, satwa liar kehilangan habitat, konspirasi, rasisme, pembagian kelas, pasar yang serakah, teknologi yang disalahgunakan. Poin-poin problem yang telah terjadi secara luas tapi belum menemukan solusi yang paling bagus. Pada intinya negara-negara yang tak berfungsi.

Leave the World Behind cerita luar biasa sekaligus cerdas, menegangkan, dan surealis. Benar-benar kisah baru sinema. Tentu saja Julia Roberts, Ethan Hawke, dan Ali tampil luar biasa dan sangat menghibur. 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jumbo: Dongeng Kesatria dari Kampung Seruni

Review Enlightenment Now: Kehidupan Menjadi Lebih Baik

Kenangan di Prambanan Jazz