Assembly Grade IV: Shining Brightly, Beyond Confidence
Selalu menyenangkan bisa hadir menyaksikan pentas sekolah anak kami Uswatun Noor Shasmeen. Tahun 2025 lalu ia bersama kelas sukses mementaskan drama legenda Calon Arang.
Pada Rabu 4 Februari 2026 pagi tadi, di sela-sela hujan deras mengguyur kota Makassar, saya hadir di Mini Theater SD Athirah, bergabung dengan ratusan orang tua siswa untuk menyaksikan pementasan sekolah "Assembly Grade IV" dengan tajuk Shining Brightly, Beyond Confidence. Saya sengaja duduk di bagian tengah atas supaya bisa lebih jelas dan fokus, kalau nonton film di XXI mungkin seperti seat C-8.
Setelah rangkaian opening ceremony yang dipimpin Kepala SD Athirah, Khasan S. Pd., MM., menjelang pukul 8.45, talent show siswa dimulai dengan semangat. Grade 4 SD Athirah dibagi lima kelas, yakni: Al Hafidz, Al Hakim, Al Hayyu, Al Haqqu, dan Al Hamid. Masing-masing kelas terdiri 20-25 siswa.
Jadi jika ditotal penampilnya berjumlah 120 siswa. Mereka membentuk grup-grup kecil yang silih berganti mengisi panggung dengan lagu, tarian tradisional, modern dance yang lagi trend, sampai pementasan pantomim yang jenaka dan menyampaikan pesan untuk tidak mencurangi teman-teman.
Performers perempuan mayoritas penampilan tari-tarian tradisional nusantara. Audiens dibuat terhibur dengan penampilan Tari Sigolempong yang aktraktif mengikuti ketukan, juga tari Mappadendang yang ceria dan penuh semangat. Ada pula yang mendancing lagu Fortune Cookie JKT dengan irama fun.
Selain tarian nusantara dipersembahkan juga tarian dari Arab, Kun Anta dengan lirik yang puitis dan spiritual. Juga tari Nasyid Madinah yang membuat hati kita damai dan dekat dengan spiritual, terkhusus menyambut bulan Ramadhan dua pekan mendatang. Marhaban ya Ramadhan.
Sementara mayoritas siswa laki-laki kali ini tampil selayaknya boy band gaya retro dengan fashion keren, kemeja terbuka, rambut berpomade, dan kacamata hitam yang stylish. Dipadukan dengan musi-musik modern ala Justin Timberlake atau Bruno Mars.
Siapa tak terhibur menonton aksi Pacu Jalur, Laskar Pelangi Nidji yang mendayu Melayu, irama cepat Bye Bye Bye by NSYNC. Disusul The Lazy Song dance Bruno lengkap dengan topeng orangutan, kemudian mengcover Waka-Waka This Time For Africa. Memberikan energi ekstra bagi semua yang hadir di Mini Theatre.
Setelah semua penampil melaksanakan tugasnya denga baik, mereka semua pantas diberikan apresiasi. Saya yakin untuk bisa perform seperti yang baru saja kita saksikan mereka sudah berlatih penuh semangat dan mempersiapkan banyak hal. Mereka dengan percaya diri menunjukkan bakatnya di depan banyak penonton.
Menyaksikan penampilan hebat mereka menjadi pengalaman menyenangkan. Kami orang tua bersyukur bisa mendukung dan melihat anak-anak tumbuh dengan baik.
Mengakhiri tulisan ini saya ingin mengutip lirik lagu Laskar Pelangi yang tadi dibawakan..
"Menarilah dan terus tertawa …walau dunia tak seindah surga..."

Komentar
Posting Komentar