Postingan

Kenangan Akan Membawamu Kembali ke Yogya

Gambar
Yogyakarta selalu menjadi kota yang nyaman bagi banyak orang, baik yang terlahir di sana maupun mereka yang pernah sekolah, atau turis yang sekadar melewatkan beberapa hari untuk berlibur. Jadi ketika Herry Gendut Janarto, wartawan senior dan editor beberapa majalah, meluncurkan buku novel berjudul Yogya Yogya pada 2021, kita yang sering merasa kangen dengan kenangan-kenangan lama Yogya mendapat semacam obat penawar rindu. Novel Yogya Yogya berkisah cinta lama dan persahabatan remaja yang bersemi dan tertaut di sekolah yang bersetting di Yogya pada era 1970-an. Tokoh utamanya adalah Gayuh Widodo dan istrinya Astini, bersama para sahabat, yakni Suryo Lelono, Imron Fauzie, Nurhimawan, dan Dimas Tatang, serta Irma Suwignyo cinta pertama Gayuh. Mayoritas dari mereka adalah kawan satu angkatan (1977) di SMA Kolese Johanes de Britto (JB), Yogyakarta, di mana Herry Gendut juga alumni sekolah angkatan tersebut, sehingga pembaca yakin bahwa karakter Gayuh itu adalah Herry sendiri. Alumni an...

Why We Sleep: Beragam Manfaat Tidur

Gambar
Buku Why We Sleep yang terbit pertama kali pada Oktober 2017 merupakan hasil penelitian panjang selama 30 tahun dan butuh 4 tahun menulis yang dilakukan dengan tekun oleh Matthew Walker, profesor psikologi dan  neuroscience di University of California, Berkeley. Walker menjelaskan dengan mantap hasil menyelidiki rahasia-rahasia tidur, memecahkan kode-kode tidur termasuk bagaimana mimpi bisa hadir sebagai "bunga". Penuh kisah-kisah menyenangkan untuk diceritakan.  Tidur kemungkinan besar terbentuk dari berbagai kekuatan di sepanjang jalur evolusi, dan melibatkan keseimbangan yang sensitif. Tidur bukanlah ketiadaan kesadaran. Ini jauh lebih daripada itu. Tidur malam kita merupakan serangkaian tahapan unik yang sangat kompleks, aktif secara metabolik, dan diperintahkan dengan sengaja. Tidur sebagai kondisi aktif otak banyak sekali manfaatnya, tulis Walker. Kualitas tidur akan memengaruhi aktivitas sepanjang hari serta berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Juga memberikan p...

Nudge: Panduan Mengambil Keputusan Rasional

Gambar
Hampir semua orang sudah menyadari bahwa sering kali dirinya merupakan musuh terbesar bagi mereka sendiri, namun tidak merasa terdorong untuk mengatasinya.  Dalam banyak peristiwa, kita banyak membuat keputusan buruk, karena tidak memperhatikan dan memiliki informasi lengkap, tidak mampu berpikir luas, dan kendali diri yang mudah goyah. Kita bagian daripada orang-orang sibuk tanpa sempat berpikir panjang mengenai semua pilihan yang harus dibuat. Hidup di era banyak pilihan yang ada justru menyusahkan para pengambil keputusan,  Nudge karya Richard H Thaler, profesor ekonomi Universitas Chicago, dan Cass R. Sunstein, profesor hukum yang sebelumnya di Chicago namun sekarang di Harvard, menyajikan temuan-temuan menarik tentang bagaimana orang sebenarnya mengambil keputusan saat menabung, meminjam, investasi, konsumsi energi, donor darah, perawatan kesehatan, dan banyak lagi. Thaler dan Sunstein juga menerangkan mengapa krisis terjadi, mengapa rasionalitas orang terbatas, kendali ...

Range: Generalis Vs Spesialis

Gambar
Dunia masa kini bukanlah dunia yang terlalu ramah, kehidupan yang kita jalani sekarang membutuhkan sikap yang tidak bisa mengandalkan pengalaman sebelumnya. Kita menghadapi masalah baru yang memiliki ketidakpastian tinggi.  Sejak lama kita percaya pada satu kunci menuju kesuksesan. "Mulailah lebih awal, tetapkan spesialisasi, sempitkan fokus, dan lakukan dengan intens". Begitu faktanya, seiring semakin bersaing dan kompleksnya dunia, semakin kita dituntut harus menjadi "superspesialis", memiliki pengkhususan bidang (dan harus memulai sedini mungkin) untuk bisa menjalani dunia itu. Pengkhususan bidang yang sudah berlebihan. Hiperspesialis menciptakan “sistem selokan sejajar” dalam pencarian inovasi. Setiap orang menggali lebih dalam ke selokannya sendiri dan jarang melihat selokan di sebelahnya, walaupun solusi ada di selokan sebelah. Demikian David Epstein menggugatnya dalam bukunya berjudul Range Why Generalist Triumph in a Specialized World. Banyak orang semakin t...

Palagan Pep Guardiola di Liga Champions

Gambar
Joseph "Pep" Guardiola sudah tujuh musim melatih Manchester City. Itu waktu terlama dibandingkan masa empat tahun fantastis di Barcelona (2008-2012), dan tiga musim membesut Bayern Munchen (2013-2016). Jadi Pep sudah 14 musim berkompetisi di tiga liga elite, dan hanya tiga season ia gagal juara, yakni pada musim 2012, 2017, dan 2020. Pep telah membangun dan mengubah banyak hal di Manchester City. Lima gelar Liga Premier dalam tujuh musim termasuk hetrik pada 2021-2023 adalah pencapaian hebat di kompetisi yang dianggap paling keras persaingannya. Pep sekarang sejajar dengan Kenny Dalglish dan Herbert Chapman, satu di belakang Matt Busby, dua di belakang Bob Paisley, dan, seperti manajer lain, jauh di belakang Alex Ferguson dengan 13 titel bersama Manchester United. Kesuksesan di City juga diyakini mengubah cara sepak bola dimainkan, dilatih, dan dipahami di Inggris. Hal serupa saat ia menukangi Bayern Munchen yang secara tidak langsung merevolusi sepak bola Jerman. Tapi masih...