Postingan

Final Liga Champions 2020

Gambar
Semua yang ada di bawah langit ini, ada waktunya. Sekarang waktunya Paris Saint Germain (PSG) berlaga di pertandingan final Liga Champions. Lawannya adalah Bayern Munchen klub terbesar Jerman. PSG adalah klub tersukses di Perancis sedangkan Bayern begitu mendominasi Liga Jerman. Namun duel dua juara liga ini tak bisa serta merta mewakili laga raksasa Eropa Perancis vs Jerman. Kebetulan kedua negara ini juara Piala Dunia di dua edisi terakhir (2014 dan 2018). Ini final Liga Champions yang sama sekali baru. Baik  head to head  kedua grand finalis, maupun cara laga yang digelar di Stadion Da Luz yang sunyi tanpa pesta meriah karena pandemi korona. Sejatinya final Liga Champions 2020 dilaksanakan di Istanbul Turki 30 Mei 2020 silam. Membongkar kekuatan faktual kedua tim dari sisi teknis tentu sudah banyak dibedah karena bisa diukur dari beberapa pertandingan yang telah dijalani. Saya tidak berminat pula menganalisa formasi apa dan strategi seperti apa yang bakal dipakai oleh Thoma...

Gegap Gempita Festival Asian Games di GBK

Gambar
Perasaan saya campur aduk. Yang pasti, ada rasa kehilangan Asian Games Jakarta-Palembang 2018 telah selesai. Saya sudah terlanjur gembira sekali selama 16 hari penyelenggaraan pesta olahraga empat tahunan bangsa Asia ini.  Saya merasa sudah mendapatkan makna sesungguhnya kutipan yang terpahat di monumen Presiden Soekarno yang berdiri tegak di Stadion GBK, bahwa Asian Games melampuai soal pertandingan olahraga saja, tapi juga mengusung harga diri bangsa. Asian Games 2018, benar-benar menjadi oase bagi bangsa kita, menyatukan seluruh kelompok dan lapisan masyarakat. Hampir tiap hari saya mengunjungi arena-arena Asian Games di Jakarta, terutama di GBK. Atmosfer di GBK dan venue, sangatlah menyenangkan, seperti masuk ke dunia baru yang tak pernah ditemukan dan dirasakan, tidak hanya buat saya tentunya. Mengunjungi dan berbaur di kompleks GBK menciptakan kegembiraan luar biasa. Hadir di sana, tak ada sekat perbedaan, tak ada rasa curiga. Kita semua antusias, bersatu, berbagi, bergembir...

Menikmati Tiga Arena Kelas Dunia (Asian Games -3)

Gambar
Kompleks Gelora Bung Karno telah sukses menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 yang baik. Dan sebagaimana perhelatan Asian Games 1962, Asian Games 2018 telah meninggalkan warisan tak ternilai, salah satunya adalah arena dan sarana infrastruktur olahraga kelas dunia. Masa dua pekan berlangsungnya Asian Games, hampir setiap hari saya berkeliling dari satu arena ke arena lain di Jakarta. Paling rutin tentu saja datang ke kompleks GBK; kemudian ke Ji-Expo Kemayoran, dan sekali bertandang ke kompleks olahraga Rawamangun. Setidaknya saya berkesempatan menikmati atmosfer luar biasa hebat di tiga  venue  yang diyakini berkelas dunia, yang setelah direnovasi berstandar tinggi dan diganjar dengan sertifikat internasional oleh masing-masing federasi olahraga. 1. Istora GBK Bagi penggemar dunia olahraga khususnya bulutangkis, Istora merupakan tempat sakral yang sudah sangat menancap. Istora adalah tempat keramat bagi lawan-lawan dari negara luar. Menjadi saksi sejarah kejayaan dunia ol...

Sepanjang Usia bersama Sepeda

Gambar
Masa pandemi korona, membuat tren bersepeda meledak lagi. Jalan-jalan penuh orang menggowes sepeda kesayangannya. Catatan ini tentang pengalaman pribadi dengan sepeda. Saat kanak-kanak usia lima atau enam tahun, pertama kali belajar mengendarai sepeda, walaupun melalui tahapan bersepeda roda samping lebih dahulu. Saya masih ingat dengan baik sekitar 30 tahun lalu, ketika ayah membawa saya ke toko sepeda yang berderetan di jalan Kalimantan, kawasan pusat penjualan sepeda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Rasanya segala jenis sepeda ada di sana. Mulai sepeda balita, sepeda anak, sepeda BMX, sepeda jalan raya, sepeda gunung, dan sebagainya. Ayah memberikan kebebasan untuk memilih sepeda dan warna apa yang saya suka. Sampai kemudian pilihan saya jatuh ke sepeda BMX warna merah darah, lalu memboyongnya pulang ke rumah. Beberapa tahun kemudian saat sekolah SMP, ayah membelikan sepeda gunung merk Mustang , yang populer pada awal dekade 1990-an. Sepeda yang dibelikan ayah menjadi barang terb...

Pengalaman Menonton Panahan (Asian Games - 2)

Gambar
Tanpa bermaksud menyampingkan cabang olahraga lain, panahan, tidak bisa dimungkiri, punya kenangan hebat dalam sejarah olahraga Indonesia. Dari cabang olahraga panahan, kontingen Indonesia mendapatkan medali pertama (perak), dan mengibarkan bendera merah-putih di podium juara pada ajang Olimpiade Seoul 1988. Penantian panjang selama 36 tahun sejak keikutsertaan Indonesia di Olimpiade Helsinki 1952. Peristiwa bersejarah tersebut bertempat di lapangan Hwarang, Seoul, pada 1 Oktober 1988, saat tiga srikandi Indonesia, yaitu Nurfitriyana Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani, di nomor beregu putri berhasil mengalahkan trio pemanah Amerika Serikat, dan memboyong medali perak ke Indonesia. Ketiganya disambut pahlawan karena telah mengharumkan Indonesia di tingkat elite dunia sebagai negara peraih medali di ajang tertinggi, Olimpiade. Tujuh tahun usia saya saat itu, belum memahami benar prestasi luar biasa tersebut. Supaya bisa menembus ruang dan waktu merasakan atmosfer hampir tiga ...