Postingan

Kejutan Ulang Tahun di Prajabnas 2010

Gambar
Satu malam pada 2010 barangkali menjadi kenangan ulang tahun saya paling mengejutkan. Sebelas tahun sudah berlalu, namun hingga sekarang saya masih bahagia (suka senyum-senyum sendiri) mengingat setiap momen itu.  Biarkanlah saya menceritakannya di sini. Surat tugas mengikuti Diklat Prajabatan terbit, waktu itu kami yang masih berstatus CPNS tahun 2008 Kementerian Pendidikan Nasional, bersiap-siap mengikuti dengan jadwal pada 22 Februari - 7 Maret 2010 di LPMP Sulsel. Saya mungkin peserta terakhir yang masuk asrama untuk dikarantina selama dua pekan. Tak ikut gladi bersih, karena baru tiba beberapa menit sebelum upacara pembukaan.  Jumlah peserta sekitar 120 orang, gabungan dosen baru Unhas, UNM, Poltek, Politani, UIN, dan juga STAIN Palopo. Kampus negeri yang berlokasi di Sulsel. Suasana Prajabnas yang mengutamakan kebersamaan berjalan dinamis dan sangat kental unsur akademik, membuat wawasan semakin terbuka dan tercerahkan. Prajabnas juga mendidik kami bersikap disiplin dala...

Kopi Purnabakti Pak Laba

Gambar
Jika kita pernah menonton film  Pursuit Happynes , Chris Gardner yang diperankan Will Smith mengatakan bahwa mungkin kebahagiaan adalah sesuatu yang hanya bisa kita kejar, dan mungkin kita tak pernah mendapatkannya walau bagaimanapun. Kebahagiaan benar-benar menjadi tujuan hidup semua orang. Betapa banyak upaya untuk mencari kebahagiaan. Padahal semuanya tersedia dalam diri. Baru-baru saya membaca buku  The Choice  karya Edith Eger, bahwa semua makna hakiki hidup akan datang dari diri sendiri. Each moment is a choice , kita memiliki kapasitas untuk membenci dan kapasitas untuk mencintai. Yang mana yang kita pilih, terserah kita, karena kita selalu dapat memilih bagaimana kita merespons. Secara umum banyak elemen yang menggambarkan definisi kebahagiaan. Misalnya memiliki harta benda, kesehatan tubuh, sukses dalam karir, memiliki cinta kasih sayang, pemenuhan hobi, rasa syukur, solidaritas berbagi bersama, dan sebagainya. Bahkan menjadi penulis amatiran di blog juga termasu...

Suatu Waktu di Wondula Sorowako

Gambar
Saya, yang sejak lahir, tumbuh kembang, sekolah, dan bekerja di kota, senantiasa merasa senang manakala ada kesempatan untuk sejenak menepi menikmati suasana alam pedesaan yang sejuk dan masih asri. Tak ada macet, tak ada bising, tak banyak dering ponsel, dan tak ada ketergesa-gesaan.  Kali ini Desa Wawondula Sorowako, Luwu Timur, menjadi tempat melepas lelah sejenak dari kepenatan kota Makassar. Ketika tiba setelah menempuh perjalanan panjang, selama 15 jam, dari kota Makassar, kesan sejuk langsung menyergap. Angin semilir terasa memasuki ruangan dan memberikan suasana segar pedesaan.  Di Wowundula, kami tinggal di rumah semi kayu yang sangat fungsional menurut saya. Bapak mertua saya, dulunya karyawan PT Inco (Sekarang PT Vale), membangun unit rumah dengan mengadopsi rumah-rumah karyawan perusahaan yang bergaya Eropa klasik.  Dari teras belakang rumah, kita bisa menyaksikan pemandangan Gunung Wawomeusa, dilewati sungai dengan air jernih, gunung yang terdiri beberapa per...

Solusi Perselisihan dengan Bank

Kisah ini soal pengalaman berselisih dengan pihak perbankan. Artikel ini saya buat karena merasa kecewa, kesal, bahkan sedikit emosi berkonflik dengan lembaga perbankan yang katanya terpercaya. Sekaligus sebagai pelajaran teman-teman untuk lebih berhati-hati menjalin kerja sama dengan bank yang secara psikologis dan ekonomi, kedudukannya sangat kuat dibanding dengan kita sebagai debitur yang lemah.  Maka, biarkanlah saya menumpahkannya di ruang ini. Tempo hari kami sepakat dengan sebuah bank plat merah untuk melaksanakan perikatan perjanjian kredit guna memodali kami membangun usaha rumah kos. Tentu saja agunannya adalah sertifikat (SHM) atas tanah tersebut dijadikan Hak Tanggungan melalui BPN via Notaris yang ditunjuk bank bersangkutan. Setelah pengecekan lapangan, SHM dinyatakan bersih, akhirnya dana cair dan kami langsung manfaatkan dana tersebut sesuai peruntukan. Kontrak kerja borongan tukang sudah diteken. Bahan material bangunan juga mulai masuk. Segalanya seperti berjalan s...

Bola Klasik: Belanda Vs Spanyol di Piala Dunia 2014

Gambar
Saya masih ingat, sebelum pertandingan, surat kabar Kompas pada  Jumat, 13 Juni 2014, menulis pada  headline : Misi Balas Dendam “Si Orange”. Semua penggemar bola paham makna judul tersebut. Apalagi kalau bukan tentang kekalahan menyakitkan Belanda atas Spanyol di final Piala Dunia 2010, yang ditentukan pada menit ke-116 oleh Andreas Iniesta. Spanyol juara dunia baru, di final perdana, sedangkan Belanda seperti dikutuk tak pernah bisa memenangkan trofi berlapis emas itu, meski telah tiga kali sampai ke partai puncak. Jujur saja, saya tak sepenuhnya setuju dengan judul yang dipilih redaksi koran yang menjadi sumber saya dalam mengakses piala dunia, di tengah banjir informasi bola.  Bagi saya, balas dendam Belanda bisa tunai, jika berhasil menjadi juara dunia, lebih sempurna jika mengalahkan Spanyol di final. Asumsi saya, jika pun Belanda menang, maka itu belum memberikan apa-apa kecuali tiga poin pertama, bahkan belum menggaransi lolos dari penyisihan grup, apalagi menjadi...