Postingan

Merayakan Lebaran 1445 H

Gambar
Bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri datang dan pergi. Akan banyak umat muslim masih diberi kesempatan menikmati berkah Ramadhan tahun depan. Tetapi tidak sedikit juga di antara kita harus menerima takdir, bahwa inilah Ramadhan dan Idul Fitri terakhir. Mereka harus lebih dulu dipanggil kepadaNya. Bagi kita yang masih diberi kesempatan melaksanakan ibadah Ramadhan dan berhari raya Idul Fitri, hendaknya kita bersyukur atas nikmat Allah yang tiada batas ini. Saatnya merayakan kemenangan perjalanan bulan Ramadhan bersama dengan orang-orang tercinta.  Ritual mudik, sungkeman mohon maaf dan bakti kepada keluarga besar terutama ke orang tua, dan acara ‘Halal-bihalal’ untuk menyambung dan memperkukuh silaturahmi, merupakan rangkaian kegiatan spiritual sebagai wujud rasa syukur pada hari kemenangan.  Kemenangan yang bukan sekadar berpuasa selama sebulan melawan hawa nafsu biologis dan emosional. Namun Idul Fitri adalah momen terbaik untuk kita memahami ada bagian dari kita pali...

Banyak Kisah Perjalanan Mudik

Gambar
Saat saya menuliskan catatan kecil ini, kita sudah berada di pengujung bulan Ramadhan. Suasana lebaran sudah mulai terasa di tengah masyarakat. Hari lebaran adalah hari penuh syukur. Pada 1 Syawal Hijriah adalah Idul Fitri yang mempunyai makna kembali ke fitrah. Saatnya merayakan kemenangan perjalanan bulan Ramadhan.  Dalam kehidupan sehari-hari, orientasi kita cenderung konsentrasi pada pekerjaan-pekerjaan yang tiada habisnya, sehingga kita acap kali lupa bertanya pada diri kita sendiri. Lebaran adalah momen yang tepat sebagai media kita untuk membatin dan bertanya seberapa jauh kefitrian jiwa kita.  Satu yang menyertai setiap lebaran adalah mudik. Budaya mudik sebenarnya tidak diatur oleh agama secara normatif. Mudik hanya peristiwa dan tradisi budaya yang berhubungan dengan peristiwa agama Islam dan di Indonesia. Ada upaya mengenang masa lalu, mengenalkan tradisi tersebut kepada generasi selanjutnya, serta tidak ketinggalan mengembangkan nilai-nilai tradisi agar budaya...

Gelar All England Pelepas Dahaga 30 Tahun

Gambar
Saya ingat perkenalan dengan All England terjadi pada 1991. Ketika itu pagi-pagi sekali selepas sahur Ramadhan 1411 H, saya menerima koran Pedoman Rakyat dari loper bersepeda.  Koran lokal Makassar yang sudah lama tidak terbit tersebut memberitakan  headline kemenangan Ardi B Wiranata dan Susi Susanti menjuarai tunggal putra dan tunggal putri All England. Lengkap dengan foto Ardi dan Susi mengangkat trofi ikonik All England. Di final Ardi mengalahkan andalan Malyasia, Foo Kok Keong. Sedangkan Susi mengatasi Sarwendah Kusumawardanhi di All - Indonesian final . Bagi Susi itu trofi keduanya setelah juara pertama kali pada 1990, dan kemudian berhasil lagi pada 1993 dan 1994. Karir Susi memang sudah komplit. Sedangkan bagi Ardi, itulah gelar All-England satu-satunya sepanjang karir. Namun satu gelar prestisius tersebut sudah cukup membuat namanya menjadi legenda di turnamen badminton paling klasik. Ardi pemain Indonesia keempat yang sukses, mengikuti jejak Tan Joe Hok pada 1958...

Buka Puasa dan Santap Sahur Nonton All England 2024

Gambar
Kemarin petang Sabtu 16 Maret 2024 bertepatan dengan buka puasa dengan menu es pisang ijo, bakwan jagung, tempe mendoan, dan americano Starbucks , pada hari kelima Ramadhan 1445 H, saya menonton pertandingan semifinal All England 2024 via SPOTV, jaringan televisi berbayar asal Korea Selatan. Jadwal semifinal yang digelar di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, mempertandingkan 10 laga yang dibagi dalam dua sesi. Hanya satu lapangan yang disiapkan, dengan karpet berkelir abu-abu tua mengganti warna hijau atau biru seperti biasanya, memberi nuansa baru menyaksikan badminton. Ada tiga wakil Indonesia yang akan bertanding, dua tunggal putra yakni Anthony Sinisuka Ginting, dan Jonatan Christy. Satu lagi nomor ganda putra Fajar Alfian/ Muhammad Rian Ardianto. Keberhasilan Anthony mengalahkan Viktor Axelsen (unggulan 1) dan Jojo menang atas Shi Yuki (unggulan 2) di delapan besar membuat eforia penggemar badminton tanah air yang merindukan pemain tunggal putra melangkah jauh di turnamen paling...

Tiga Jiwa yang Sepi Menemukan Keluarga

Gambar
Setelah sekian lama, pada weekend lalu, saya bersama Vera kembali pergi ke Teater XXI Trans Studio Mall, untuk menonton film layar lebar berjudul The Holdovers . The Holdovers berlatar pada Desember 1970 di sekolah asrama putra Barton, New England, AS. Alexander Payne menyutradarai film ini berdasarkan naskah yang ditulis David Hemingson. Dirilis pada akhir 2023 lalu, yang sejatinya film menyambut Natal. Alur cerita fokus pada tiga karakter. Pertama, seorang guru pelajaran sejarah kuno bernama Paul Hunham (diperankan dengan baik Paul Giamatti). Paul telah menerima kekecewaan dan frustrasi sebagai bagian dari kehidupan kerja guru, ia tipikal guru klasik, keras kepala, sangat teguh pada disiplin dan standar akademis. Paul banyak dibenci di sekolah terutama Hardy Woodrup, yang sangat marah karena Paul tidak meluluskan siswa anak dari donatur besar Barton. Paul guru tua yang belum kawin dan punya masalah bau badan yang membuatnya makin dimusuhi oleh siswa-siswanya. Karakter kedua adala...