Postingan

Drama Calon Arang: Uswa Sebagai Ratna Manggali

Gambar
Pada Senin 24 Februari 2025 merupakan hari yang sangat istimewa. Pagi pukul 8:15, dengan memboyong kopi americano , saya sudah duduk di barisan depan di Auditorium Sekolah Islam Athirah, bersiap menyaksikan pertunjukan seni drama berjudul " The Story of Arang " yang akan dipentaskan siswa Grade-3 Al-Alim SD Islam Athirah, arahan wali kelas Ms. Fira. Saya memenuhi undangan Uzwatun Noor Shasmeen, atau disapa Uswa, anak kedua kami, siswa kelas Al-Alim. Sebenarnya rencana awal pementasan pada Jumat, 14 Februari 2025, tapi terpaksa ditunda karena sekolah diliburkan pada 12-14 Februari 2025 akibat kota Makassar mengalami banjir yang cukup parah.  Uswa memberitahu ia berperan sebagai Ratna Manggali, anak dari Calon Arang yang akan diperankan oleh Umay, teman akrabnya.  Sebelumnya saya hanya pernah mendengar samar-samar kisah Calon Arang, tapi tidak tahu persis jalan ceritanya. Meski penasaran saya tak tertarik mencarinya di mesin pencari google . Saya hanya ingin mengetahuinya de...

Review Jurnalisme di Luar Algoritma

Gambar
Jurnalisme di Luar Algoritma yang ditulis Arif Zulkifli, wartawan senior dan mantan pemimpin redaksi majalah Tempo pertama kali diterbitkan pada November 2022, tapi saya baru tamat membacanya pada Minggu 9 Februari 2025, secara kebetulan bertepatan dengan Hari Pers Nasional. Buku yang memuat sejumlah perjalanan Arif meliput sejumlah peristiwa penting, di dalam dan luar negeri, yang pernah menjadi berita utama Tempo, pada masa awal-awal Tempo terbit kembali sejak dibredel pada zaman Orde Baru selama 4 tahun. Arif adalah bagian kecil wartawan yang bergabung sebelum pembredelan dan balik lagi di bawah pemred Gunawan Muhammad. Ini jenis buku yang bisa dilahap dalam satu atau dua kali duduk sambil minum americano dan menyantap pisang goreng. Arif seperti punya " photograpic memory ", yakni kemampuan pancaindera yang menyerap, mengingat, dan menjelaskan setiap hal yang dialaminya dengan kuat. Ia pun mendeskripsikan reportasenya dengan ringan saja, sederhana, sekaligus m...

Review GEN: Perjalanan Menuju Pusat Kehidupan

Gambar
Siddharta Mukherje menulis buku Gen , Perjalanan Menuju Pusat Kehidupan dari pemikiran kisah pribadi keluarganya yang sangat menyentuh. Ia adalah dokter spesialis dan peneliti kanker, ia merupakan lulusan Stanford University, Oxford University, dan Harvard Medical School, kini asisten profesor kedokteran di Columbia University,  Di buku Gen , Siddharta menjelaskan secara mendalam tentang sejarah gen, dan jawaban meyakinkan atas pertanyaan yang menentukan tentang masa depan. Apa yang membentuk diri, sifat, bahkan nasib manusia? Bagaimana pencarian sifat antargenerasi ketika kita belajar "membaca" dan "menulis" informasi genetik kita sendiri?  Ternyata unsur itu bukan sesuatu yang gaib, bukan bintang-bintang jauh, melainkan ada dalam diri kita, berwujud fisik sehingga bisa ditemukan upaya sains yang terus tumbuh: gen, instruksi pembentukan dan pengoperasian tubuh yang tertulis di molekul asam deoksiribonuklat (DNA) di seluruh kita, tulis Siddharta. Memahami dan me...

Jannik Sinner Juara Australia Open 2025

Gambar
Setahun yang lalu, Jannik Sinner melakukan comeback hebat, ia menjuarai Australia Open 2024 dengan mengalahkan petenis ulet Rusia Daniiel Medvedev dalam lima set yang ketat setelah kalah dua set awal. Kemenangan Slam pertama yang mengubah karir tenisnya. Sejak saat itu Jannik bermain dengan level yang berbeda, ia berada di masa-masa terbaik kariernya. Jannik mengukuhkan dirinya di puncak dunia pada Juli, kemudian melengkapi dengan memenangkan US Open dan ATP Finals.  Jannik bersama Carlos Alcaraz diyakini telah resmi mengakhiri dominasi dua dekade tiga legenda, Roger Federer, Rafael Nadal, dan Novak Djokovic, meskipun Novak masih bermain saat Roger pensiun pada 2022 disusul Nadal pada 2024. Jannik kembali melaju ke final Australia Open 2025, kali ini ditantang petenis Jerman Alexander Zverev. Bertajuk "Blockbuster Final", karena mempertemukan dua unggulan teratas turnamen.  Zverev petenis nomor dua pernah juara Olimpiade Tokyo, pemenang ATP Finals dan puluhan gelar master, ...

Review Buku How Democracies Die

Gambar
Berkembang luas persepsi bahwa demokrasi di abad ke-21 terancam, bahkan menuju kematian-seusai judul buku ini- di seluruh dunia.  Bagaimana demokrasi bisa mati? Apa yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan demokrasi kita sendiri? Pelajaran apa yang diajarkan sejarah kepada kita tentang demokrasi? Mengingat iklim politik saat ini, kebangkitan global partai-partai ekstremis populis dan nasionalisme sempit, buku How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt, menjelaskan dengan baik untuk menjawabnya. Levitsky dan Ziblatt adalah Profesor Pemerintahan di Universitas Harvard dan telah menghabiskan karier mereka mempelajari demokrasi yang sedang mengalami krisis. Levitsky dan Ziblatt membuka bukunya dengan suatu adegan peristiwa kudeta klasik berdarah yang menjatuhkan pemerintah hasil pemilu demokratis di Chile pada 11 September 1973. Pasukan militer pimpinan Jenderal Agusto Pinochet melakukan pawai di Ibukota Santiago, kawanan pesawat jet menjatuhka...