Nobar Piala Dunia di Terminal 3 (1)

Menjelang pergantian hari Selasa 14 Juli hingga Rabu 15 Juli 2026, sekitar pukul 22.15 Wita, Vera dan saya meluncur ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kami akan berangkat ke Jakarta dengan menumpang pesawat Citilink  nomor QG217 pada pukul 00.30 Wita. Kami sengaja memilih jadwal dinihari daripada pagi atau siang, agar tidak lagi repot dan khawatir terlambat karena ketiduran di rumah. Perjalanan ke bandara  waktu subuh bagi saya sangat tergesa-gesa.

Usai proses check - in , pemeriksaan mesin x - ray , dan menunggu di Gate-2, kami  boarding tepat pukul 24.00 Wita.  Selama dua jam perjalanan saya tertidur pulas, dan ketika tiba di Cengkareng Terminal 1C pada pukul 01.50 WIB, saya sudah siap menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Perancis versus Spanyol. Ini juga alasan kuat mengapa kami memilih jadwal penerbangan tersebut.

Saat pertama kali membuka aplikasi streaming di ponsel, kedua tim memasuki lapangan, menyanyikan lagu kebangsaan di Stadion AT&T Arlington, Texas, Dallas, AS. Laga segera dimulai, saya memfavoritkan Spanyol kali ini.  Sambil menunggu bagasi di conveyor , saya menonton babak pertama di mana Spanyol unggul pada menit ke-20 dari penalti gol akibat Lamine Yamal yang dilakukan oleh bek Lucas Digne secara tidak sengaja. Mikel Oyarzabal mengeksekusi penalti dengan sangat baik menaklukkan kiper Mike Maignan. 1-0.

Urusan bagasi kelar saat babak pertama masih berlangsung. Kami melaksanakan keluar dari Terminal-1C, tujuan selanjutnya adalah bergeser ke Terminal-3 untuk bergabung nobar di area Smmile Center T3 East Lobby yang diadakan InJourney AirportPasti pengalaman baru yang seru, pikir saya.

Tapi saat itu baru pukul 02.30 WIB, sedangkan  Skytrain yang menghubungkan antarterminal beroperasi mulai pukul 06.00 WIB. Jadi alternatifnya adalah menggunakan shuttle bus ,  dan harus menunggu di depan Terminal 1B. Karena lama dan khawatir pertandingan babak kedua sudah berlangsung, kami hampir saja naik taksi online yang  berbiaya 80 ribu rupiah. Untung saja setelah 20 menit  shuttle bus bandara  tiba, menurunkan dan memuat beberapa penumpang dini hari . Butuh 15 menit untuk sampai di Terminal-3.

Smmile Centre, venue nobar berada di lantai dasar Terminal 3.  Smmile Center merupakan singkatan dari  Small, Micro & Medium Business Incubator with Learning and Experience Center.  Tempat ini ruang serbaguna karena luasnya yang luas, 8.000 meter persegi. Sekitar 100 orang ikut nobar duduk di tribun Amfiteater Mini di ruang terbuka beratap kanopi besar. Suasana yang menyenangkan.

Bagaimana hasilnya?  Les Blues Perancis yang sangat dijagokan karena bermaterikan pemain-pemain bintang dikalahkan dengan telak oleh Spanyol yang sangat kompak dalam segala aspek. Spanyol menang dengan skor 2-0, tanpa memberikan kesempatan Perancis bermain sebagaimana biasanya. Kylan Mbappe dan Osmaene Dembele nyaris tak punya peluang bagus untuk menciptakan gol. Perancis kalah dan tersingkir, sedangkan Spanyol melaju ke final Piala Dunia mereka yang kedua setelah yang pertama pada tahun 2010.

Nobar Piala Dunia di bandara ketika baru mendarat merupakan pengalaman baru yang seru. Saya mengatakan pada diri sendiri, selamat datang di Jakarta.




 

















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konser Parade Hujan di Stadium Merdeka (7)

Drama Lima Babak Perundingan Aceh di Helsinki (16)

Sang Nakhoda Mengarungi Samudra Luas