Postingan

Hakikat Mudik Saat Pandemi Korona

Gambar
  (dok. pri) Dalam kehidupan sehari-hari, orientasi kita adalah perjalanan duniawi, sehingga kita acap kali lupa berdialog dengan diri kita sendiri. Lebaran adalah momen yang tepat sebagai media kita untuk membatin dan bertanya seberapa jauh kefitrian jiwa kita. Hari Lebaran adalah hari riang gembira. Hari yang sangat ditunggu umat muslim di seluruh dunia. Pada hari Lebaran, 1 Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri yang mempunyai makna kembali ke fitrah. Waktunya merayakan hari kemenangan perjalanan bulan suci Ramadan.  Bagi umat muslim, khususnya di Indonesia, Lebaran selalu diawali dengan ritual mudik. Tapi tahun ini, lebaran sekarang, 1441 H, budaya mudik yang sudah mendarah-daging dihimbau dan bahkan dilarang dilakukan, demi memutus rantai penyebaran virus corona lebih luas ke kampung-kampung. Budaya mudik sangat terkait dengan aspek psikologis, karena ikatan komunitas kita sangat kental primordial kedaerahan dan kesukuan sebagai satu identitas. Ad...

Tarian Terakhir Sang Maestro

Gambar
Penayangan sepuluh seri The Last Dance , film dokumenter di saluran digital Netflix mengenai perjalanan karir Michael Jordan membangun dinasti kejayaan Chicago Bulls, mengingatkan lagi saya masa-masa menjadi penggemar bola basket. Masa hegemoni Jordan cs, dapat dibagi menjadi dua babak dengan masing-masing mengukir hatrick . Periode emas pertama terjadi pada 1991-1993, dilanjutkan masa gemilang kedua terukir pada 1996-1998. Saya belum sempat menyaksikan pada hatrick pertama Jordan dan Bulls, hanya mengetahui samar-samar dari program televisi yang masih terbatas dan koran cetak konvensional. Termasuk saat mega bintang Jordan memutuskan mundur (sabatikal) pada akhir musim 1993. Sesuatu yang membingungkan saya pada masa itu.  Pada 1993 saya masuk SMP, dan untuk pertama kali bisa bermain basket di lapangan standar walaupun tergopoh-gopoh dengan ukuran besarnya bola dengan postur tubuh. Singkat cerita, saya tertarik pada cabang populer di sekolah-sekolah itu, bahkan saya terpili...

Laut Berdarah Reformasi 1998

Gambar
Dalam menengok sejarah, selalu ada dua sisi untuk setiap revolusi, untuk setiap perubahan besar. Hampir tak ada revolusi yang sepenuhnya buruk atau sepenuhnya baik. Tiap kali kita memasuki bulan Mei, kita menghidupkan satu sejarah besar Indonesia, menjalani masa baru yang kita sebut era Reformasi menggantikan masa Orde Baru yang begitu lama di bawah satu rezim yang sangat berkuasa. Peristiwa politik peralihan kekuasaan pada Mei 1998 yang berdarah-darah tersebut banyak disaksikan dan dimaknai setiap orang yang terlibat. Begitu banyak pertanyaan penting yang belum terjawab di balik rangkaian tragedi kemanusiaan yang melatari Reformasi 1998, meskipun peristiwa itu sudah berlangsung lebih dari dua dekade. Leila S Chudori contohnya, menuliskan memoar dalam bentuk novel berjudul  Laut Bercerita.  Meskipun fiktif,  Laut Bercerita  terinspirasi kisah nyata para korban kekerasan dan pembunuhan, penyintas, dan keluarga mereka, untuk "menghidupkan" kembali peristiwa Me...

Usia Manusia Pendek, Hanya Kenangan yang Memperpanjang

Gambar
" Soal menyibak sejarah yang digelapkan; keindahan yang diabaikan; kepribadian yang dicampakkan; kebahagiaan yang dipalsukan; kenyataan yang dikaburkan; kebersahajaan yang diruwetkan; keaslian yang dipalsukan, trauma yang dikuburkan; dan rindu yang disembunyikan" Bre Redana menulis buku format novel berjudul  Koran Kami with Lucy in the Sky , sebagai kenang-kenangan untuk Harian  Kompas,  kantornya mengabdi selama 35 tahun berkarir sebagai jurnalis. Sebelum paripurna, Bre Redana konsisten menulis hal-hal yang berkaitan dengan seni, kebudayaan, dan  urban life . Oleh karena itu, novel ini sebenarnya esai-esai yang mengisahkan jejak Bre Redana pada dunia jurnalistik, saksi atas peristiwa politik dan budaya kontemporer yang penting di Indonesia. Ceritanya sendiri seru, tentang kawanan pensiunan wartawan yang reuni membuat koran. Karakter-karakter 'fiktif' yang dibangun adalah: Santosa Santiana (SS), Mukijan, Nindito, Hardojo, dan Darnanto. Pe...

Hari Spesial Malam Kejayaan Chelsea 2012

Gambar
Saya penggemar setia Liga Champions, karena semua pemain dan manajer terbaik bertarung di kompetisi elite ini. Final Liga Champions adalah satu hari yang senantiasa saya nanti-nantikan untuk merayakan satu momen spesial. Pesona dan atmosfer final Liga Champions dapat membius seluruh penggemar sepak bola, menciptakan banyak pertandingan seru dengan drama-drama luar biasa menakjubkan.  Untuk kali ini saya tertarik meriview final Liga Champions kenangan yang layak diceritakan, yakni final 2012 di Allianz Stadium, Munich, mempertemukan Bayern Munchen dengan Chelsea, digelar pada 19 Mei 2012, hari ini tepat delapan tahun yang lalu.  Manajer Munchen Jupp Heynckes menurunkan formasi terkuatnya. Kapten Philipp Lahm, Bastian Schweinsteiger, Frank Ribery, Thomas Muller, dan Arjen Robben, sangat diandalkan karena sedang berada di peak performa dan kepercayaan diri tinggi. Pada babak semifinal, tim asal  Bavarian  ini menghancurkan ambisi besar Real Madrid yang bertabur bi...